Penasaran Dengan Bekas Lokasi Syuting Film HOS Tjokroaminoto

Penasaran Dengan Bekas Lokasi Syuting Film HOS Tjokroaminoto
Rate this post

Bekas lokasi syuting film HOS Tjokroaminoto (Cokroaminoto) yang masih tersisa beberapa bangunan dan properti menjadi perbincangan ketika beberapa orang mengunggah foto tersebut pada media sosial. Banyak orang penasaran mengenai bekas lokasi syuting dan ingin mengunjunginya untuk sekedar berfoto atau mengambil gambar. Akhirnya diketahui bahwa bekas lokasi syuting film HOS Tjokroaminoto mengambil sebuah tempat di kawasan KP4 UGM Berbah.

Bekas lokasi syuting film berjudul “Guru Bangsa HOS Tjokroaminoto” berada di kawasan KP4 UGM, desa Kalitirto, kecamatan Berbah, kabupaten Sleman, DIY.

Lokasi Syuting Film HOS Cokroaminoto di KP4 Berbah

Lokasi bekas tempat syuting Film HOS Tjokroaminoto berada di dalam kawasan KP4 (Kebun Pendidikan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) milik kampus UGM (Universitas Gadjah Mada) di daerah Berbah Sleman. Tidak ada petunjuk arah menuju bekas lokasi syuting ini karena sebenarnya bukan merupakan kawasan wisata. Bila kesulitan menuju tempat ini dapat bertanya kepada orang sekitar KP4 UGM atau sekitar daerah Kalitirto.

Akses jalan menuju bekas lokasi syuting Film HOS Tjokroaminoto dapat dilalui hingga kendaraan beroda empat. Saat memasuki Kompleks KP4 UGM disarankan mengurangi laju kendaraan agar tidak mengganggu aktivitas di sekitar kompleks. Kendaraan dapat diparkir di tepi jalan atau di halaman bekas lokasi syuting film yang banyak ditumbuhi semak belukar.

Bangunan Tua Dan Gerbong Kereta di Lokasi Syuting Film HOS Cokroaminoto di KP4 Berbah

Bekas lokasi syuting film HOS Tjokroaminoto menempati sebuah area tanah atau kebun milik KP4 UGM di bagian belakang yang sedang tidak digunakan untuk penelitian. Lokasi syuting film HOS Tjokroaminoto terdiri dari beberapa bangunan tempo dulu dan sebuah kereta trem. Suasananya dibuat seperti era tahun 1920-an sesuai dengan alur cerita yang difilmkan.

Kondisi sebagian bangunan untuk syuting film HOS Tjokroaminoto mengalami kerusakan setelah selesai syuting dan dibiarkan begitu saja. Faktor cuaca menyebabkan pelapukan pada dinding dan atap bangunan yang dibuat dengan bahan yang tidak tahan air. Vandalisme juga turut menyumbang kerusakan bekas lokasi syuting film HOS Tjokroaminoto dimana banyak ditemukan corat coret di beberapa titik dan pecahnya beberapa kaca jendela dan pintu. Hal ini cukup disayangkan karena mengurangi keindahan bekas lokasi syuting film HOS Tjokroaminoto.

Sebagian Bangunan Di Bekas Lokasi Syuting Film HOS Cokroaminoto Mengalami Kerusakan

Film HOS Tjokroaminoto yang berjudul “Bapak Bangsa HOS Tjokroaminoto” menceritakan biografi HOS Tjokroaminoto pada zaman penjajahan Belanda dan pergerakan menjelang kemerdekaan Indonesia. Raja Jawa Tanpa Mahkota ini mengajarkan pemikiran-pemikiran ideologisnya kepada Soekarno, Semaoen, Alimin, Muso, Kartosoewirjo bahkan Tan Malaka, termasuk mendirikan organisasi Sarekat Islam yang sebelumnya bernama Serikat Dagang Islam. Tidak banyak yang mengetahui sepak terjang beliau banyak banyak berada di balik layar dibandingkan tokoh-tokoh yang populer.

Annosmile Di Bekas Lokasi Syuting Film HOS Corkoaminoto

Bekas lokasi syuting film HOS Tjokroaminoto ini digunakan sebagai tempat berfoto. Beberapa orang memanfaatkan bekas lokasi syuting ini untuk foto bersama (grup), foto model, foto konsep, dan foto prawedding dengan gaya tahun 1920an. Belum ada kejelasan mengenai kapan bangunan dan properti film HOS Tjokroaminoto dibongkar. Pengelola KP4 UGM sepertinya membiarkan hal tersebut karena belum berencana menggunakan lahan bekas syuting untuk penelitian dalam waktu dekat ini.

Menjelang sore hari, bekas lokasi syuting film HOS Tjokroaminoto banyak dikunjungi oleh wisatawan yang di dominasi oleh anak muda. Mereka menghabiskan waktu sore hari di tempat ini sambil nongkrong dan berfoto di seputar kawasan bekas lokasi syuting film. Ramainya bekas lokasi syuting ini menarik beberapa pedagang untuk mendekat dan menjadi sepert obyek wisata dadakan. Namun Disayangkan ada beberapa oknum yang memanfaatkan momentum ini untuk menarik pungutan yang tidak jelas tujuannya. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. PRofijo:

    Ora melu sutinge?

Kirim pendapat