Langgar Dhuwur

Langgar Dhuwur
Rate this post

Ada satu bangunan yang menarik perhatian saya ketika beberapa kali menyusuri perkampungan di Kawasan Kotagede. Pada bangunan tersebut terdapat sebuah ruangan yang digunakan sebagai ruangan ibadah bagi umat Islam dan terletak di ruangan atas atau lantai atas. Ruangan yang dinamakan Langgar Dhuwur ini hanya tertinggal di dua bangunan di Kawasan Kotagede.

Langgar Dhuwur adalah tempat ibadah umat Islam yang berada di loteng atas beberapa rumah tradisional Jawa di Kotagede. Melihat bentuk dan penempatannya, Langgar Dhuwur ini digunakan untuk lingkungan yang terbatas, Sebagai pemenuhan fungsi sakral sebagai tempat ibadah, dalam lingkungan rumah atau keluarga. Langgar Dhuwur ditempatkan di sebelah depan-barat, titik yang dianggap paling suci dan terhormat, karena berada di depan dan pada arah kiblat.

Di kawasan Kotagede sendiri, keberadan Langgar Dhuwur tinggal berjumlah dua buah. Saya baru menyadari bahwa ketika menelusuri Kampung Wisata Kotagede, saya melewati salah satu bangunan rumah Jawa yang terdapat Langgar Dhuwur. Akhirnya saya langsung menuju ke kawasan tersebut untuk mencari tahu tepatnya lokasi Langgar Dhuwur tersebut.

Saya mengamati bangunan demi bangunan yang terdapat di gang Soka, karena posisi Langgar Dhuwur berada di sebelah atas rumah dan sepertinya dulu belum terdapat papan petunjuk informasi. Akhirnya saya menemukan rumah Jawa yang terdapat Langgar Dhuwur di sebelah selatan dari Rumah Pesik dan di depan sebuah kios warung. Rumah Jawa yang terdapat Langgar Dhuwur ini kepunyaan Keluarga Alm. Dalhar Anwar.

Nama Langgar Dhuwur dalam bahasa Indonesia berarti Musholla (langgar) dan Atas (dhuwur). Pada zaman dahulu, Langgar Dhuwur membentuk rangkaian melingkar Keraton Mataram di Kotagede, sehingga ada yang menganalogikan dengan mesjid pathok negara pada Keraton Yogyakarta.

Selanjutnya saya mencoba mencari tahu lokasi Langgar Dhuwur yang satunya lagi. Menurut informasi yang terdapat pada papan, lokasi Langgar Dhuwur yang satunya terdapat di kampung Celenan. Akhirnya saya mencoba menuju ke kampung Celenan yang lokasinya berada di sebelah timur dari Pasar Kotagede. Lokasi Langgar Dhuwur ini berada di dekat sekolah dan ukurannya lebih besar daripada Langgar Dhuwur yang berada di Kampung Jagalan. Rumah Jawa yang terdapat Langgar Dhuwur ini masih ditempati oleh Keluarga A. Charis Zubair.

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. ikhsan:

    jadi pengen kesana, selain keinginan ke Masjid Pangeran Puger yang belum kesampaian juga :)

Kirim pendapat