Kopi Massa, Cita Rasa Kopi Dari Pematang Siantar

Kopi bermerk “Massa” yang banyak diperjualbelikan di daerah Pematang Siantar merupakan salah satu varian kopi diwilayah Sumatera Utara. Sebagian orang justru menganggap bahwa Kopi Pematang Siantar adalah Kopi Medan, padahal sebenarnya hal tersebut salah karena kedua tempat tersebut berjarak cukup jauh. Saya mendapat kiriman bubuk kopi “Massa” dari salah seorang teman ketika mengunjungi tempat tersebut.

Bubuk kopi “Massa” dari kilang kopi “Kok Tong” Pematang Siantar, Sumatera Utara lebih dikenal dengan nama Bubuk Kopi “Massa” Kok Tong. Secara fisik, Bubuk Kopi “Massa” Kok Tong ini dikemas dalam bungkus kotak warna kuning yang di dalamnya terdapat dua bungkus kopi giling halus yang masing-masing memiliki berat 250 gr.

Kemasan Kopi Massa Pematang Siantar

Bungkus kopi bermerk “Massa” berwarna kuning dengan teknik pengemasan yang cukup modern. Label Departemen Kesehatan (Depkes) tercantum pada bagian bawah sebagai salah satu syarat bahwa kopi tersebut aman dikonsumsi dan diperjualbelikan secara resmi dan bebas di toko-toko.

Bubuk Kopi “Massa” ini berwarna hitam kecoklatan, bertekstur sedikit kasar, dan berbau harum. Sepertinya proses penggilingan sengaja tidak dibuat halus untuk mengikuti selera masyarakat sekitar Pematang Siantar. Baunya sedikit menyengat dan harum, saya menduga bahwa jenis kopi yang digunakan merupakan kopi Robusta. Beberapa informasi menyebutkan bahwa biji kopi “Massa” Kok Tong berasal dari perkebunan kopi di dataran tinggi Simalungun dan Tobasa.

Kopi Kok Tong merupakan legenda kopi di Pematang Siantar, kota terbesar kedua di Sumatera Utara setelah Medan.  Dirintis oleh Lim Tee Kee, seorang keturunan totok daratan cina, pada awalnya kedai kopi ini dinamai kedai kopi “Hang Seng” yang berdiri sejak tahun 1925. Lim Kok Tong, Generasi kedua keluarga ini kemudian mengubah namanya menjadi Massa/ Kok Tong pada tahun 1978, yang kemudian oleh A Min, generasi ketiga, kedai kopi ini dikembangkan dengan membuka cabang hingga ke mal-mal di kota Medan.

Secangkir Kopi Massa Pematang Siantar

Saat menyeduh bubuk kopi “Massa” Kok Tong, beberapa partikel kasar kopi mengapung ke atas dan menempel pada tepi cangkir. Gilingan kopi yang tidak halus hanya mampu membuat sebagian partikel kopi mengendap dan menyisakan partikel kasar di permukaan. Aroma seduhan kopinya memiliki kemiripan dengan Kopi Toraja Kalosi namun sedikit lebih gurih.

Baca Juga  Point Cafe, Ngopi Minimalis Dari Gerai Waralaba Minimarket

Saat mencicipi Kopi “Massa” Kok Tong rasanya cukup gurih dan manis. Padahal saya belum mencampurkan gula pada seduhan kopi tersebut. Keunikan rasanya Kopi “Massa” yang muncul ini disebabkan oleh teknik penggorengan (roasting) dan penggilingan (grinding) yang dilakukan oleh Kok Tong secara turun temurun.  Tidak heran bila usaha kopi ini berkembang dan saat ini telah membuat beberapa kedai kopi khusus untuk memenuhi permintaan konsumen di kota Medan. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat