Komplek Candi Arjuna

Kompleks Candi Arjuna merupakan kompleks candi yang paling besar di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Kompleks Candi Arjuna terdapat lima bangunan candi. Empat candi menghadap ke arah barat sementara satu candi lainnya menghadap ke arah timur. Nama bangunan candi berturut-turut adalah candi Sembadra, candi Punthadewa, candi Srikandi, candi Arjuna, dan candi Semar. Kompleks candi ini berjenis candi hindu dibuktikan dengan ciri-ciri yang ditemukan pada relief candi.

Candi Arjuna memiliki keistimewaan karena terdapat bak batu yang selalu terisi tetesan air embun yang berasal dari atap candi. Uniknya, sekumpulan air embun tersebut tidak bisa kering walaupun terkena panas matahari. Karena tak bisa kering, kemudian oleh masyarakat disakralkan dan diberi nama air kehidupan “Parwito Sari” serta dipercaya banyak mengandung berkah bagi yang menggunakannya.

Kompleks Candi Arjuna dipugar pada tahun 1979 hampir bersamaan dengan pemugaran candi Gatotkaca. Batuan candi tersusun dari batuan andesit yang berwarna kehitaman. Bangunan candi sepertinya kurang terawat karena di beberapa bagian ditumbuhi lumut yang dapat menyebabkan pelapukan dan kerusakan bentuk relief candi. Menurut informasi bangunan candi miring beberapa derajat ke arah barat akibat tanah tidak mampu menahan beratnya batuan candi.

Saat ini Kompleks Candi Arjuna mulai diperhatikan kondisinya karena menjadi salah satu daya tarik pariwisata utama di Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Kompleks candi ini mulai dibersihkan dari sampah setiap harinya namun belum jelas kapan dilakukan perawatan candi  kembali karena masih tahap rencana. Selain itu kawasan Kompleks Candi Dieng yang memiliki area lahan yang luas setiap tahunnya digunakan untuk menggelar acara Dieng Culture Festival (DCF)  yang diselenggarakan POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Banjarnegara. Salah satu acara utama dalam Dieng Culture Festival adalah pesta kesenian dan ruwatan anak berambut gimbal Dieng yang diselenggarakan di Kompleks Candi Arjuna. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  Candi Gathotkaca Dieng

Kirim pendapat