Kirab Gethek Kyai Song di Sungai Bedog

Kirab Gethek Kyai Song di sungai Bedog yang melintasi kawasan Kasongan menjadi acara pembuka Kasongan Art Festival yang diselenggarakan setiap tahun. Ini merupakan acara pertama yang diselenggarakan dan diharapkan diselenggarakan setiap tahun sekali. Sebelumnya, seluruh masyarakat dan elemen yang berada di sekitar Kasongan dilibatkan untuk membersihkan Sungai Bedog dari sampah.

Kirab Gethek Kyai Song merupakan perwujudan ucapan syukur kepada leluhur yang dipercaya oleh masyarakat Kasongan dan momentum pembukaan Kasongan Art Festival yang digelar di kawasan Kasongan.

Acara Kirab Gethek Kyai Song dimulai setelah pertunjukkan seni dan tari berlangsung di pelataran rumah pelukis dan perupa Djoko Pekik. Dalam pembukaan kirab dimulai larung sesaji pada rakit bambu (gethek) yang diberikan untuk Kyai Song. Setelah beberapa saat sesaji tersebut hanyut terbawa arus, para peserta yang mengikuti kirab secara bergantian mempersiapkan posisi pada rakit-rakit yang terparkir di tepi Sungai Bedog.

Rakit pertama membawa beberapa peserta yang memakai kostum unik akhirnya meluncur melintasi Sungai Bedog. Kemudian secara beiringan diikuti oleh rakit-rakit lain yang membawa peserta lain dengan kostum berbeda. Di beberapa titik sungai Bedog dijaga tim SAR yang menggunakan perahu bermesin untuk menjaga keamanan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Para penonton cukup antusias melihat kirab ini dari sepanjang tepi sungai.

Baca Juga  Merti Bakpia Yogyakarta, Dari Kirab Gunungan Bakpia Hingga Berebut Bakpia

Beberapa rakit yang tidak naiki oleh peserta kirab disediakan untuk masyarakat umum yang ingin mencobanya. Kirab Gethek Kyai Song ini melintasi sungai Bedog sejauh tiga kilometer dimulai dari pelataran rumah Djoko Pekik di dusun Sembungan, desa Bangunjiwo, kecamatan Kasihan, Bantul hingga pelataran studio Patung Noor Ibrahim yang berada di tepi sungai Bedog.

Latar belakang dari kirab dan festival ini adalah sebagai bentuk keprihatinan wisatawan asing yang melihat kotornya sungai Bedog yang melintasi daerah Kasongan. Padahal sungai Bedog cukup memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obyek wisata air. Akhirnya beberapa seniman terpanggil untuk mengangkat sungai Bedog untuk meningkatan daya tarik wisata kerajinan dengan wisata air. Harapannya agar masyarakat lebih peduli dengan lingkungan khususnya sungai Bedog serta meningkatkan kunjungan wisata ke Kasongan. Ini merupakan festival kedua yang diselenggarakan di sungai Bedog setelah Bedog Art Festival. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. jarwadi:

    numpak gethek pancen gayeng tenan mas, keren

Kirim pendapat