Prosesi Kirab Budaya Dieng Culture Festival

Prosesi Kirab Budaya Dieng Culture Festival
2 (40%) 1 vote

Kirab Budaya Dieng Culture Festival merupakan acara pembuka dalam puncak perhelatan Dieng Culture Festival (DCF) yang digelar di Dataran Tinggi Dieng. Kirab budaya ini bertujuan untuk mengenalkan potensi budaya, tradisi, dan kesenian yang terdapat di sekitar kawasan Dataran Tinggi Dieng. Penyelenggaraan kirab budaya ini dilaksanakan pada hari terakhir dalam penyelenggaraan Dieng Culture Festival sebelum dilakukannya prosesi adat cukur rambut gimbal.

Kereta Kuda Kirab Budaya Dieng Culture Festival

Barisan Kirab Budaya Dieng Culture Festival terdiri dari kereta kuda pembawa anak rambut gimbal (bocah gimbal), pemangku adat, uba rampe atau sesaji untuk ritual cukur rambul gimbal, barisan pendukung kirab dari warga dieng, serta beberapa kesenian daerah seperti kesenian rampak yakso, kesenian tek-tek, dan permainan barongsai. Acara kirab budaya dimulai setelah mendapat doa restu dari pemangku adat. Saat kirab budaya berlangsung, beberapa kali dilakukan pelemparan koin dan beras kuning ke anak berambut gimbal. Rute Kirab Budaya Dieng Culture Festival dimulai dari Rumah Pemangku Adat Mbah Naryono yang berada di desa Dieng Kulon, kecamatan Batur, kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah kemudian melewati gang-gang pemukiman penduduk, SDN Dieng Kulon, dan hingga tiba di Jalan Raya Dieng-Batur. Iring-iringan kirab berjalan ke arah barat hingga tiba di area parkir Situs Gangsiran Aswatama. Di area ini iring-iringan kirab bergabung dengan para pendukung kirab yang berasal dari desa Karang Tengah, desa Pekasiran, desa Kepakisan, dan beberapa kesenian daerah.

Barisan Berpakaian Jawa Kirab Budaya Dieng Culture Festival

Barisan Kirab Budaya Dieng Culture Festival yang telah lengkap akhirnya berjalan kembali ke arah timur melewati Jalan Raya Dieng-Batur menuju ke arah Pendopo Soeharto-Whitlam sebagai lokasi finish acara kirab. Perjalanan kirab budaya sedikit terhambat karena macetnya lalu lintas kendaraan di sekitar kawasan Dataran Tinggi Dieng. Hal ini dikarenakan banyak kendaraan yang terparkir di sepanjang jalan karena tidak mampunya area parkir untuk menampung kendaraan dan banyaknya pengunjung yang baru datang pada puncak acara Dieng Culture Festival. Hal ini sekaligus menjadi kritik agar penyelenggara acara Dieng Culture Festival menyediakan area parkir agar tidak mengganggu jalannya kirab budaya.

Barisan Pembawa Sesaji Kirab Budaya Dieng Culture Festival

Prosesi Kirab Budaya Dieng Culture Festival berakhir di kawasan Pendopo Soeharto-Whitlam Dieng. Rombongan anak berambut gimbal berserta keluarga diikuti pemangkut adat, tamu udangan, serta barisan pembawa sesaji langsung diarahkan menuju ke Situs Dharmasala untuk memulai prosesi jamasan. Proses jamasan rambut gimbal dilakukan sebelum prosesi utama Potong Rambut Anak Gimbal. Barisan kesenian daerah yang mengikuti kirab langsung bersiap-siap tampil untuk mengisi acara panggung kesenian yang berada di samping Pendopo Soeharto-Whitlam.

Penonton Kirab Budaya Dieng Culture Festival tidak dipungut biaya alias gratis untuk menyaksikan acara kirab ini dari lokasi dimulainya kirab hingga lokasi akhir kirab karena berada di zona umum (public area). Tidak heran bila penonton yang terdiri dari beragam lapisan masyarajat tumpah ruah disepanjang jalan yang dilalui rute kirab budaya tersebut. Secara keseluruhan Kirab Budaya Dieng Culture Festival dapat menjadi salah satu hiburan dan daya tarik bagi penonton atau pengunjung yang tidak membeli tiket acara Dieng Culture Festival. (text: annosmile)

Kirim pendapat