Kirab Budaya Ambengan Ageng Kotagede

Kirab Budaya Ambengan Ageng dan Gunungan Kuliner Kotagede merupakan alur prosesi Nawu Sendang Seliran Kotagede. Kirab budaya ini diselenggarakan sebelum dilakukannya prosesi nawu sendang pada hari yang sama. Pagi hari sekitar pukul 08.00 acara dimulai dengan pembukaan dan peresmian acara di halaman kantor kelurahan Jagalan.

Kirab Budaya Ambengan Ageng dan Gunungan Kuliner Kotagede diselenggarakan sejak tahun 2009 sebagai pelengkap acara Prosesi Nawu Sendang Seliran Kotagede. Tujuannya agar menambah daya tarik wisatawan untuk melihat dan berkunjung di Kawasan Wisata Pusaka Kotagede.

Prajurit Kraton Yogyakarta pada Kirab Ambengan Kotagede

Setelah acara dibuka oleh lurah Kotagede beserta Ketua Panitia, Kirab Budaya Ambengan Ageng / Gunungan Kuliner Kotagede dimulai dengan berjalan kaki menuju ke Jalan Mondorakan yang terdapat di depannya. Kemudian berbelok ke arah timur menyusuri jalan menuju ke Kawasan Pasar Legi Kotagede. Para penonton sudah memenuhi tepi jalan sambil menunggu kirab ini lewat di depannya.

Kirab Ambengan Melewati Jalan Mondorakan Kotagede

Tidak ketinggalan pula tamu-tamu penting seperti perwakilan Kraton Surakarta, Kraton Yogyakarta, Kraton Cirebon, dan Kraton Palembang Darussalam juga turut serta ikut dalam rombongan kirab ini. Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin yang merupakan Sultan Kraton Palembang Darusalam ini turut hadir dalam acara ini. Beliau turut berjalan mengikuti kirab dibelakang barisan prajurit dan pembawa pusaka.

Kirab Prajurit Kraton Dalam Kirab Ambengan Kotagede

Kirab berlangsung meriah dengan barisan depan berupa Prajurit Mataram yang berpakaian adat Jawa, kemudian disusul dengan Prajurit Kraton Yogyakarta dan Prajurit Kadipaten Pakualaman.  Dibelakangnya terdapat rombongan tamu dari beberapa kraton di Indonesia, prajurit kraton, dan gunungan. Selain itu juga terdapat partisipan dari sanggar tari jatilan dan kesenian daerah. Rute kirab ini melewati Jalan Mondorakan menuju Pasar Legi Kotagede kemudian berbelok selatan melewati Jalan Mentaok Raya dan diakhiri di halaman parkir Masjid Kotagede dan Makam Raja-Raja Kotagede.

Kirab Budaya Ambengan Ageng / Gunungan Kuliner Kotagede terdapat dua gunungan yang melambangkan laki-laki dan perempuan sekaligus sebagai simbol manusia dan alam yang diciptakan berpasang-pasangan. Sepasang gunungan ini juga dapat diartikan sebagai penjual dan pembeli, serta perlambangan hidup dan mati. Isi dari gunungan itu adalah hasil bumi dan makanan tradisional khas Kotagede yang terdiri dari kipo, banjar, yangko, roti kembang waru, dan lainnya.

Gunungan Kuliner Dalam Kirab Ambengan Kotagede

Di halaman Masjid Kotagede, diadakan acara serah terima ambengan dari Pengageng Keraton yang bertugas di Kotagede sebagai juru kunci makam, salah satunya adalah Kanjeng Raden Tumenggung Hastana Nagoro yang berasal dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Ambengan diberikan kepada Lurah Jagalan kemudian diserahkan kepada Rois Penghulu Masjid Mataram untuk didoakan dan selanjutnya dimakan bersama-sama.

Baca Juga  [Tutup Permanen] Mie Ayam Mas No, Mie Ayam Goreng Berlevel Pedas Di Yogyakarta

Kirab ini juga diramaikan dengan jodhang (rumah kecil) yang terdiri dari Jodhang Kraton Sala dan Jodhang Kraton Ngayogyakarta. Selanjutnya dilakukan ritual doa bersama-sama kepada Tuhan Yang Maha Esa dan diakhiri dengan dimulainya Prosesi Nawu Sendang Seliran Kotagede dan rayahan (jawa: merebut) isi gunungan kuliner oleh para penonton atau pengunjung yang mengikuti prosesi kirab ini. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat