Ketika Melihat Daratan Pulau Bangka dari Udara

Rate this post

Saat awan berangsur-angsur menghilang, pandangan saya tertuju pada pemandangan yang terlihat jauh di bawah sana. Perlahan-lahan ketika pesawat akan mendarat, mata saya pada daratan pada sebuah pulau yang berukuran besar. Sejenak saya tertegun melihat pemandangan itu, bukan karena indahnya pemandangan dibawah sana. Namun terlihat banyak sekali lubang-lubang berukuran raksasa yang digenangi oleh air sehingga terlihat berwarna kecoklatan dan kehijauan saat dilihat dari udara.

Bangka menurut bahasa sehari-hari masyarakat Bangka mengandung arti “sudah tua” atau “sangat tua”, sehingga pulau Bangka dapat diartikan sebagai “pulau yang sudah tua”. Berdasarkan kandungan bahan galian yang didapat di daerah ini, pulau Bangka banyak mengandung bahan bahan galian mineral yang tentunya terjadi dari prosess alam yang berlaku berjuta juta tahun.

Saat itulah aku bertanya kepada kawanku yang duduk disampingku, apakah gerangan lubang-lubang tampak besar tersebut? Teman saya dengan enteng menjawab itu adalah kolong-kolong bekas tambang timah. Sejenak saya mengamati lebih teliti bentuk dan kondisi lubang-lubang yang disebut kolong itu. Saya terkaget ketika semakin lama melihat dengan jelas ketika pesawat mulai menurun, keadaan alam di sekitar kolong telah rusak dengan tidak adanya tanaman maupun pohon.

Di dalam hati bertanya-tanya sebegitu rusakkah alam Indonesia ini sampai hutan-hutan dibabat hanya untuk digunakan sebagai tambang dan ketika selesai hanya ditinggal begitu saja? Semoga anggapan saya itu salah. Akhirnya pesawat mendarat dengan sempurna di bandara Dipati Amir, satu-satunya bandara yang ada di Pulau Bangka

Baca Juga  Pewter, Kerajinan Timah Khas Bangka

Ada 30 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Suwahadi:

    Wow, keren photo¬≤nya… :)

  2. arkasala:

    pengalaman yang menarik ya, melihat daerah dari udara.
    Adapun bekas tambang yang tidak direhabilitasi itulah sebuah kelemahan negeri ini dalam mengeksploitasi sumber daya. Saya pernah melihat ini di Kalimatan Selatan, kelihatannya wajahnya sudah bopeng juga. Padahal aturan tambang diharuskan untuk mengembalikan galian atau apapun yang merubah ke kondisi semula.
    Trims, informasi yang sangat menarik dan pengambilan gambar yang cakep. Salam

  3. addiehf:

    [….] keadaan alam di sekitar kolong telah rusak dengan tidak adanya tanaman maupun pohon [….] sebagian besar atraukah hanya segelitir dari daerah pulau bangka itu rusak, dan kalaupun memang sebagian besar pulan bangka rusak separah itu maka hanya satu-satunya lah pihak yang harus bertanggung jawab, yaitu Peme***ah. Kenapa? karena kita semua tahu bahwa untuk bisa melakukan aktivitas penggalian tambang, maupun pembabatan hutan hal utama yang harus kita punya adalah adanya suatu ijin untuk bisa melakukan hal tersebut. Kalau hasil alam sudah ter-eksploitasi dan tak ada gunanya lagi maka akan ditinggalkan begitu saja tanpa adanya perbaikan -apalagi pemeliharaan- lingkungan sekitar (biasanya kan begitu -ya kan!!!)

    *lhaaa cuti ngeblog kok masih bisa ngapdet postingan (doh)

  4. ciwir:

    kuwi moto tenan opo njupuk seko gugel erth kuwik?

    • annosmile:

      tenanan dab

  5. serdadu95:

    Anggapan sampiyan tidak salah Nak. Memang demikianlah Indonesia… :cry:

  6. -alle-:

    manaaa oleh2nyaaaa haha.. :p

    • annosmile:

      Udah habis gara2 mampir2 di perjalanan pulang (doh)

  7. endar:

    lha kok ra ngajak ngajak

  8. guskar:

    jangankan sekarang mas, saya pernah melihat bumi kalimantan dari udara tahun 1993 lalu sdh bolong2…pethak… nggak karuan…

  9. pinkparis:

    sayangnya itu memang banyak terjadi di belahan manapun di Indonesia, beberapa teman pernah sharing tentang hal yang sama. bagaimana bumi kita tercinta ini dikuras habis. dan sayangnya kebanyakan adalah oleh investor asing :( 

  10. Pencerah:

    Padahal anggapan anda benar mas

  11. arifudin:

    Indonesia memang negeri zamrus katulistiwa ;)

  12. mawi wijna:

    Weeeh…bertualang di pulau Bangka dirimu kisanak? Pingin kesana jugaaa…

  13. anas:

    sedih juga ya liat kawasan yg penuh galian itu..
    seharus nya ada reklamasi oleh penambang,yakni menambal lubang galian itu dgn tanah/pasir.

  14. Pradna:

    iya, kayak yang di pelem terkenal itu ya tambang timahnya. Kemaren sih lihat di “sosok Minggu ini” di sctv, ada pengusaha setempat yg gigih berkebun dan beternak disitu…dan mulai terlihat hasilnya

  15. Siwi:

    Aku juga baru dr bangka lhoo.. Kok ga ketemu ya? Hehe.. Aku nginep di hotel parai, sempat jalan2 ke pantai parai, tanjungpesona sm matras. Jd kepikiran buat posting cerita di bangka :)

  16. nurrahman:

    nah ini baru mantap juragan :)

  17. masoglek:

    fotonya mantap tapi alamnya menyedihkan

  18. noersam:

    mantap banget..

  19. accan:

    wah bertualangan terus nie,,, salam kenal iah,, ;)

  20. antown:

    wew indah sangad, bukankah bawa kamera atau nyalakan hape dilarang kalo naik pesawat? gimana caranya bung?

    • annosmile:

      yang dilarang adalah perangkat yang mengeluarkan sinyal
      kamera kan nggak :P

  21. jidat:

    wah jan mantap kang.. touring terus…. kaya si bolang tuh..
    kalo diriku suka ke gunung gunung seh

  22. zee:

    Memang manusianya rakus ya. Jadi habis manis sepah dibuang.

  23. ajengkol:

    Wah wah emang menarik kalau lagi jalan jalan

  24. muhamaze:

    kok ancoor gitu ya pulaunya, banyak lubang lubang…

  25. racheedus:

    Pertambangan seringkali merusak lingkungan. Industri batubara di Kalimantan juga menimbulkan banyak lobang yang tak ditutupi.

  26. ADAbisnis:

    Mirisss saya ketika melihat foto itu…. bgmn nasib di kemudian hari yach….
    Thx untuk sharing fotonya. Salam kenal.

  27. cassandra lourdes:

    Akibat kurangnya rasa cinta pada alam, habis gali pasir timah bukannya berusaha untuk diolah lagi dengan ditanami pohon.. mungkin teguran buat masyarakat pulau bangka waktu banjir hampir memenuhi kotanya tahun 2016 lalu, semoga bencana alam nanti tidak terulang lagi. mari kita lestarikan lingkungan alam kita kalau bukan kita yang menjaga, merawat siapa lagi? :)

Kirim pendapat