Melihat Panorama dari Ketep Pass

Melihat Panorama dari Ketep Pass
Rate this post

Pengen melihat Gunung Merapi dari sisi yang lain, kita bisa menikmati panorama Gunung Merapi dan Gunung Merbabu sekaligus di Bukit Ketep yang lebih dikenal dengan Ketep Pass. Ketep Pass sendiri baru dikembangkan menjadi beberapa tahun yang lalu dan melengkapi obyek wisata yang berada di lereng Gunung Merapi.

Ketep Pass terletak di desa Ketep, kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Merupakan sebuah bukit yang cocok untuk melihat panorama keindahan kedua gunung tersebut namun ditekankan pada gunung Merapi yang memiliki karakteristik tersendiri.

Perjalanan melewati Taman Nasional Gunung Merapi yang berada di Jalur Wisata Borobudur-Selo-Solo. Jalan yang dilalui cukup sempit dan menanjak sehingga perlu hati-hati dalam mengendalikan laju kendaraan. Memasuki sebuah bukit akhirnya kami tiba di Obyek Wisata Ketep Pass. Udara di tempat ini cukup sejuk karena berada di ketinggian 1.200 mdpl.

Setelah memarkir kendaraan dan membayar tiket, kami langsung menjelajah kawasan wisata Ketep Pass. Di dekat area parkir terdapat Museum Vulkanologi yang menyajikan informasi dan peninggalan yang terkait dengan aktivitas Gunung Merapi dari masa lampau. Cukup lengkap dan menarik walaupun tidak selengkap Museum Gunung Merapi karena ukuran museum ini cukup sempit.

Ketep Pass diresmikan sebagai kawasan wisata jalur Solo – Selo – Borobudur oleh Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri pada tanggal 17 Oktober 2002. Dengan fasilitas berupa Museum Vulkanologi, Bioskop Mini, Teropong, Taman, Mushola, Tempat Parkir, dan Restoran.

Memasuki area obyek wisata, dibagian tengah area Ketep Pass terdapat sebuah bangunan yang terdapat restoran atau rumah makan, kantor pengelola Ketep Pass, balkon, dan boskop mini. Arsitektur bangunan ini dibangun sedemikian rupa dan unik untuk memaksimalkan lahan yang sempit dan multifungsi. Sebagian bangunan Museum Vulkanologi juga berada di bawah bangunan ini karena posisinya berdampingan.

Saat mendengar nama bioskop mini, kami penasaran untuk melihat film yang diputar oleh bioskop tersebut. Bioskop mini di Ketep Pass ini hanya menyajikan nontonan berupa peristiwa terbentuknya Gunung Merapi dan berbagai peristiwa yang terjadi dalam rentetan waktu tertentu. Film dokumenter ini cukup menarik untuk dilihat dan berdurasi cukup pendek yaitu 30 menit.

Dari kawasan bioskop mini, bila kita menelusuri jalan terus akan melewati area taman dan gasebo. Di sebuah ujung area Ketep Pass terdapat gasebo yang menyewakan teropong medan untuk wisatawan. Selain itu terdapat ruang terbuka yang disediakan kursi-kursi untuk bersantai dan menikmati indahnya pemandangan alam pegunungan.

Disebuah tempat yang lebih rendah posisinya terdapat beberapa warung yang menyajikan makanan khas pegunungan. Warung yang cukup nyaman buat bersantai dan menikmati panorama alam tersebut menyediakan jagung bakar, mie rebus, minuman hangat seperti wedang jahe, kopi panas, dan sebagainya. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau dan terdapat informasi harga di depan warung. Cukup nyaman digunakan untuk bersantai menikmati suasana Ketep Pass sambil menikmati hidangan yang ada.

Pemandangan Gunung Merapi dari Ketep Pass cukup dekat dan terlihat jelas. Namun ketika waktu menjelang siang, Gunung Merapi telah tertutup oleh kabut sehingga tidak terlihat dengan jelas. Sebaiknya berkunjung ke Ketep Pass di pagi hari supaya bisa melihat panorama Gunung Merapi secara jelas, bahkan bila beruntung bisa sekaligus menikmati Gunung Merbabu yang terletak disebelahnya. (text/foto: annosmile)

== Tiket Masuk

Dewasa : Rp3.000-/orang

Motor : Rp1.000,-/orang

Ketep Volcano Theatre : Rp4.000,-/orang

== Rute

Dari Yogyakarta ke arah Magelang melwati Muntilan. Memasuki pertigaan Blabak yang terletak disebelah utara Muntilan, ambil jalan ke kanan. Melewati Jalur Borobudur-Selo-Solo sejauh 28km. Lokasi Ketep Pass terletak dipuncak bukit Sawangan.

Ada 4 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Kang Nanang:

    sedikit ralat Kang…..dari Blabak belok ke kanan, bukan ke kiri! (terakhir mampir sana 2009)

  2. bagus:

    menarik artikelnya :)

Kirim pendapat