Pengalaman Naik Kereta Api Lodaya

Pengalaman Naik Kereta Api Lodaya
Rate this post

Kereta Api Lodaya merupakan salah satu rangkaian kereta api yang melayani rute Bandung – Yogyakarta atau sebaliknya. Kereta api berhenti di beberapa stasiun di sepanjang perjalanannya dari Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Rute perjalanan kereta api ini merupakan rute khusus yang menghubungkan dua ibukota di dua provinsi yang berbeda. Kereta api ini menggunakan rangkaian gerbong jenis bisnis dan eksekutif.

Pemandangan Dari Jendela Kaca Kereta Api Lodaya

Kereta Api Lodaya menjadi pilihan utama bepergian ke Bandung atau sebaliknya menuju ke Yogyakarta. Pilihan lain selain kereta api ini adalah Kereta Api Malabar. Ada dua pilihan jadwal keberangkatan kereta api yaitu berangkat pada pagi hari (Lodaya Pagi) dan malam hari (lodaya Malam). Saya memilih perjalana pada pagi hari dari Yogyakarta karena tidak terburu oleh waktu dan angkot di Bandung beroperasi hingga malam hari. Kereta api berangkatn tepat waktu dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Beberapa stasiun yang menjadi pemberhentian kereta api ini adalah Stasiun Solo Balapan, Stasiun Klaten, Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Wates, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Kebumen, Stasiun Sidareja, Stasiun Banjar, Stasiun Tasikmalaya, Stasiun Cipeundeuy, Stasiun Kiara Condong, dan tujuan terakhir Stasiun Bandung. Waktu kedatangan di Stasiun Bandung sedikit terlambat 1 jam atau 60 menit dan bagi saya ini masih wajar karena lalulintas yang pada pada siang hari.

Gerbong Kereta Api Lodaya telah dilengkapi dengan pendingin udara atau Air Conditioning (AC). Keberadaan AC di dalam gerbong cukup menambah kenyamanan penumpang kereta api dan mengurangi panas di dalam gerbong yang sebelumnya menggunakan kipas angin. selain itu colokan listrik sudah dilengkapi di samping tempat duduk penumpang dan dapat dipergunakan secara gratis. Diharapkan fasilitas yang ada berfungsi dengan normal dan dapat dinikmati oleh pengguna trasnportasi kereta api. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat