Kenapa Di Yogyakarta Soto Lebih Favorit Ketimbang Gudeg???

Kenapa Di Yogyakarta Soto Lebih Favorit Ketimbang Gudeg???
4 (80%) 2 votes

Sajian Soto Ayam Pak Gareng Jalan Mangkubumi Yogyakarta

Soto konon adalah makanan yang berasal dari negeri China yaitu Caudo. Pengucapan Caudo lambat laun menjadi Soto dan orang Makkasar menyebutnya sebagai Coto. Bumbu Caudo atau soto yang beredar di berbagai wilayah disesuaikan dengan selera dan cita rasa sekitar. Sehingga tidak heran bila rasa soto antara daerah yang satu dengan yang lain berbeda. Sedangkan gudeg adalah salah satu makanan khas Yogyakarta yang terbuat dari nangka muda. Konon ditemukan pada zaman penjajahan Belanda oleh seorang wanita Jawa yang memiliki suami orang bule (Inggris).

Kedua makanan tersebut yaitu Soto dan Gudeg tetap bertahan dan berkembang menjadi daya tarik kuliner di Yogyakarta hingga saat ini. Sejak era tahun 50-an telah ada beberapa warung yang telah menjual makanan tersebut dan masih bertahan serta menjadi salah satu legenda kuliner saat ini. Apakah perkembangan antara kedua makanan tersebut sama atau hampir sam? Jawabannya TIDAK. Soto lebih populer dan lebih berkembang pesat di Yogyakarta.

Faktanya di kota Yogyakarta, penjual atau pedagang soto lebih banyak dibandingkan pedagang gudeg. Silakan tengok pinggir jalan sekitar kota Yogyakarta, Anda akan melihat banyak warung kakilima yang menjual kuliner soto. Warung kakilima yang menjual soto biasanya menggunakan gerobak dorog. Mereka berjualan soto dari pagi hingga menjelang siang kemudian menutup dagangannya dan buka di hari berikutnya. Selain itu, soto juga banyak dijual di warung makan, rumah makan, bahkan restoran di sekitar Yogyakarta. Kita tengok warung soto antara lain Soto Kadipiro, Soto Pak Marto, Soto Bu Cip, Soto Pak Sholeh, Soto Sawah, Soto Pak Tembong, Soto Pak Gareng, Soto Pak Dalbe, Soto Kemasan, dan masih banyak lagi.

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. bersapedahan:

    wah koq banyakan penjual sotonya ya ….
    jangan2 kalau di cek lebih teliti … banyakan warung padang-nya …. :)

    • Roku:

      Rumah makan Padang maksudnya?

  2. D Sukmana Adi:

    wah tampilannya sudah berubah sekarang..kren nih teamtouring merah berani dan putih suci :)))

Kirim pendapat