Kemeriahan Festival Seni Tradisi Anak Merapi

Kemeriahan Festival Seni Tradisi Anak Merapi
Rate this post

Festival Seni Tradisi Anak Merapi yang setiap tahun diselenggarakan oleh komunitas Tlatah Bocah memang selalu menarik untuk disimak. Dalam acara puncak Festival Seni Tradisi Anak Merapi yang diadakan di Dusun Gejiwan berlangsung cukup meriah.

Festival Seni Tradisi Anak Merapi merupakan kerjasama secara mandiri belasan komunitas Tlatah Bocah dalam mengkampanyekan hak anak berekspresi dan partisipatif dalam pembangunan melalui olah seni.

Saya meluangkan waktu untuk menyaksikannya pada hari terakhir acara puncak Festival Seni Tradisi Anak Merapi yang disebut sebagai Hajatan Seni. Lokasi Dusun Gejiwan yang cukup terpencil membuat saya berulangkali bertanya kepada orang yang saya temui dijalan.

Ketika tiba di sebuah lapangan kecil di Dusun Gejiwan, suasana tampak ramai. Dekorasi khas Festival Tradisi Anak Merapi menyambut saya dengan gerbang yang terbuat dari bambu dan daun kelapa yang sudah mengering. Tidak terlihat adanya spanduk dari sponsor besar yang biasa terlihat pada festival-festival lain. Mungkin panitia ingin mempertahankan suasana tradisi acara ini.

Hajat Seni merupakan pemuncak dari Festival Seni Tradisi Anak Merapi dimana penampilnya 97 persen adalah anak. Mereka menyajikan seni tradisi yang selama ini hanya dilakukan oleh kalangan dewasa.

Setelah melewati waktu istirahat, pertunjukan seni yang dibawakan oleh anak kecil dimulai. Para penonton yang datang dari berbagai daerah cukup antusias menikmati pertunjukkan tersebut. Bahkan beberapa turis asing turut serta menyaksikan pertunjukan ini. Sepertinya Festival Seni Tradisi Anak Merapi ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas dan agen-agen wisata mancanegara.

Saya hanya dapat menikmati empat pertunjukan karena keterbatasan waktu. Pertunjukan Tanpo Aran dari Kecamatan Kajoran, Jaran Debog dari Kecamatan Salaman, Kebo Giro dari Kecamatan Bandongan, dan Reog Bocah dari Kecamatan Gumuk sudah cukup mengobati rasa rindu menikmati festival ini. Keunikan peserta yang mayoritas merupakan anak kecil ini cukup menghibur dan jarang ditemukan pada festival-festival yang lain.(text/foto: annosmile)

 

Ada 4 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. applausr:

    saya selama di yogya tidak pernah mengikuti acara ini nih…. sayang sekali ya.., kelihatannya bagus sekali….

  2. Yudan Fahmie:

    Indah sekali mas suasananya itu acaranya, jaran-jarananya mirip di Ponorogo. :)

  3. HALAMAN PUTIH:

    Hal-hal yang seperti ini patut diapresiasi dan layak mendapatkan perhatian dari pemerintah sehingga seni dan budaya yang ada di negeri kita tetap lestari.

  4. atmo:

    apik bro, kalo acara kayak gini, infonya dari mana ya ? pengin tahu update kegiatan di sekitar jogja, nuwun. 

Kirim pendapat