Keindahan yang menipu

Keindahan yang menipu
4 (80%) 1 vote[s]

Saat meninggalkan keindahan kawah Sikidang, kami menyempatkan diri mengunjungi pasar cinderamata di area obyek wisata tersebut. Disana dijual berbagai cinderamata seperti kaos, batuan kawah, tanaman, dan lain-lain. Secara tidak langsung mata kami tertuju dengan bunga-bunga yang mirip Edelweiss dan tanaman berwarna hijau khas pegunungan yang dijual oleh salah satu pedagang.

Edelweis dipercaya sebagai bunga abadi karena bunga ini relatif awet setelah dikeringkan. Untuk memperolehnya relatif sukar, karena tanaman ini hanya tumbuh di ketinggian di atas 1200 meter di atas permukaan laut, dan biasanya hanya dijumpai di daerah di dekat puncak-puncak gunung.

Penjual tanaman tersebut mengatakan bahwa harga bunga yang kami anggap mirip bunga Edelweiss hanya dipatok seharga Rp 5.000,- dan tanaman rumputan khas pegunungan dihargai sebesar Rp 2.500,-. Cukup murah sehingga mampu membuai pikiran kami untuk membelinya. Pedagang tersebut mengatakan, tanaman khas pegunungan yang berwarna hijau tersebut akan mampu hidup di daerah tropis (panas) dan tidak gampang mati.

Suatu kebanggaan bagi anak muda untuk memiliki koleksi edelweis yang dipajang di rumah mereka. Hal ini tentu saja dapat menjadi bukti bahwa mereka pernah mendaki suatu gunung dan memetik sedikit kenang-kenangan pada saat naik gunung tersebut. Benda kenangannya adalah bunga edelweis. Sebenarnya bagi kalangan pecinta alam, memetik bunga edelweis ini termasuk yang tidak dianjurkan bahkan dilarang. Tetapi tentu saja sebagai kenangan, memetik setangkai relatif tidak mengganggu, yang seharusnya dilarang adalah memetik untuk kepentingan komersial yakni diperjualbelikan.

 

Akhirnya, pertanyaan yang mengendap di pikiran kami terjawab sudah. Ketika kami sampai di rumah, kedua tanaman tersebut yang tadinya kelihatan segar, berubah menjadi pucat dan kering. Bunga yang mirip Edelweiss menjadi rusak setelah beberapa hari. Tanaman palsu terebut cukup mempesona bagi kami, menjadikan kami tertipu. Mungkin ini pelajaran bagi kami agar berhati-hati membeli cinderamata di obyek wisata.

Baca Juga  Loenpia Gang Lombok, Kuliner Loenpia Tertua Di Semarang

Ada 28 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. suwung:

    hi hi hi ketipuuuuuuu

  2. pinkparis:

    edelweis asli warnanya coklat pucat kan ya?

    • annosmile:

      ada yang putih juga kok :)

  3. kacrut:

    huehuehue.. lha emang bentuk e bunga edelweis yg asli itu bukan warnanya cokelat yah??

    kok ada yg berwarna-warna??

  4. pakde:

    Ketika sebuah karya terlahir dari tangan2 pecinta seni dan ahli seni memang akan indah…..
    Sekarang yang harus jeli adalah kita…membayar karya seni itu dengan cukup mahal atau tidak?
    Biasanya karya seni yang mahal…memang awet….

  5. gdenarayana:

    saya malah pernah beli kelinci ampe rumah langsung koit …hikzzz :(

    sedihnya, padahal lucu banget :D

    klo taneman saya belom pernah beli mas, paling sayuran doang pake makan..sueger2…tp mahal di bali mas, daerah kintamani ato bedugul…harganya bukan domestik …cepe dehhh :D

  6. Norjik:

    di malioboro bnyk tuh yg jual edelwis palsu. Bentuknya persis warna warni ky gitu :d

  7. nirmana:

    hahaha…satu pelajaran petualang yang berharga…., ketipu pedagang.

    • annosmile:

      haduh… :(

  8. HumorBendol:

    Wah…jadi inget. Duluuuuuu….pas Bendol jalan-2 ke Gunung Bromo, Edelwiss dimana-2. Banyak banget.
    Tapi…kira-2 sekarang masih ada gak ya?

    • annosmile:

      Saya malah belum pernah kesana :(

  9. anto84:

    Hi Friend.. Interesting post.. Nice cool blog.. Keep up the good work.. Do visit my blog and post your comments.. Take care mate.. Cheers!!!

  10. Goen:

    Itu makanya saya gak pernah beli cinderamata yang banyak beredar di tempat wisata. Pedagang selalu saya hindari. :P

  11. aNGga Labyrinth™:

    Klo jalan2 diriku jaang banget beli cinderamata yang ngak bisa dipake atau dimakan.

    Jadi kayak nya klo bunga, rada2 gimana… gitu

  12. antown:

    udah ketahuan nama bunga itu apa? mungkin kita bisa belajar juga supaya tidak ketipu…

    ok semoga sukses ya lain waktu

  13. wennyaulia:

    hehehehe…kalau di sini banya yang jual burung emprit tp dipilox warna warni
    kesian burungnya :(

  14. zoel:

    ada yg palsu nya juga ya

  15. Narmadi:

    weleh…ketipu ya mas…yang sabar ya…mas…

  16. Samsul:

    selamat datang di Indonesia :-)

  17. Balisugar:

    Ah kita itu harus hati2 dimanapun membeli, bayangkan aku saja pernah ketipu sama penjual anggrek keliling, ternyata diketahui kalau bunga anggrek itu ditancapkan oleh sebatang lidi, kirain beneran haha

  18. zee:

    Emg begitu tuh klo namanya penjual, suka mikirin untung dulu. Kasihan bunganya, mustinya dia masih hidup eh jadi koit.

  19. mascayo:

    Edelweis memang bunga kebanggaan.Apalagi buat para pendaki.
    Wah jadi inget pengalaman naik ke GUnung Gede.

  20. munawar am:

    keindahan, kecantikan, kemolekan, keganthengan, keperkasaan……
    kadang juga menipu loch Mas…

  21. mbelGedez™:

    Suatu kebanggaan bagi anak muda untuk memiliki koleksi edelweis yang dipajang di rumah mereka.

    .
    Kebanggaan yang salah
    :roll:

  22. balladona:

    saya juga pernah dapat bunga adelwaise saat saya naik gunung welirang

  23. blogger berau:

    Entu hebatnya bangsa indonesia.. hehehe.. ;)

  24. yuli:

    ada EDELWEIS yang warnanya putih bersih dan agak berbulu serta punya kelopak yang sedikit panjang, ada juga yang agak kecoklatan dan kering. edelweis yang saya lihat digunung merapi warnanya agak kecoklatan dan terkesan kering. tapi yang warna warni saya belum lihat. apa ada?

    • annosmile:

      itu palsu mbak.. :)

Balas pendapat dari HumorBendol