Keindahan 1000 Lampion Candi Borobudur Puncak Perayaan Hari Tri Suci Waisak

Keindahan 1000 Lampion Candi Borobudur Puncak Perayaan Hari Tri Suci Waisak
4 (80%) 1 vote

Pelepasan 1000 lampion pada puncak perayaan Hari Tri Suci Waisak merupakan salah satu rangkaian acara yang dinanti-nanti oleh umat Buddha yang merayakannya maupun wisatawan yang hadir di Taman Wisata Candi Borobudur. Ribuan orang memadati pelataran halaman candi Borobudur sebelah barat untuk menyaksikan prosesi doa dan pelepasan lampion ini sejak sebelum acara dimulai.

Perayaan Hari Tri Suci Waisak (Vesak Day) diselenggarakan secara nasional setiap tahun di komplek Taman Wisata Candi Borobudur dan Candi Mendhut. Puncak Perayaan Hari tri Suci Waisak dengan pelepasan 1000 buah lampion ke udara diatas Candi Borobudur.

Menjelang malam acara dimulai dan para umat Buddha bersama para biksu melantunkan doa. Doa-doa diucapkan oleh para biksu yang duduk di panggung khusus di depan pelataran candi Borobudur untuk beribadah dan di depannya diletakkan beberapa ratus kursi untuk para umat untuk mengikuti prosesi doa. Para wisatawan dan penonton ritual dipersilakan menonton ritual keagamaan ini dari belakang para umat Buddha yang sedang beribadah.

Ritual keagamaan ini berlangsung cukup lancar dan tanpa terlihat masalah yang berarti. Beberapa umat ada yang datang terlambat langsung bergegas bergabung dengan umat lain di depan panggung. Acara demi acara dimulai hingga dilakukan ritual Pradaksina sebelum pelepasan lampion ke udara. Ritual Pradaksina atau mengelilingi Candi Borobudur dimulai dengan diawali oleh para biksu, para umat, dan wisatawan yang ingin ikut serta dalam ritual ini.

Pelepasan 1000 lampion yang  diterbangkan ke langit Candi Borobudur membawa serta 1000 doa dan harapan yang dititipkan. Semoga memberi kehidupan yang lebih baik bagi seluruh umat manusia.

Para biksu dan para umat Buddha berjalan mengelilingi Candi Borobudur searah jarum jam dengan membawa lilin sambil menguncapkan mantera. Setelah Ritual Pradaksina mengelilingi Candi Borobudur selesai, para biksu dan sebagian umat berjalan menuju ke atas panggung dan bersiap melakukan pelepasan lampion. Pelepasan lampion pertama dilakukan oleh perwakilan biksu diatas panggung yang selanjutnya diikuti oleh umat dan para wisatawan yang hadir dalam perayaan ini.

Satu per satu lampion diterbangkan ke udara dan memenuhi langit yang ada diatas Candi Borobudur. Pembawa acara berulang kali menjelaskan cara menyalakan dan menerbangkan lampion agar sukses terbang ke atas. Beberapa lampion ada yang gagal terbang, ada yang tersangkut di dahan pohon karena kurangnya tekanan udara, dan ada pula yang terbakar ketika menghidupkan api di dalam lampion. Untung saja kebakaran lampion tidak menimbulkan kehebohan dan kepanikan karena segera diatasi oleh para pengunjung yang segera mematikan apinya. Bulan purnama yang muncul diantara kumpulan awan membuat pemandangan langit menjadi luar biasa indahnya. Padahal sebelumnya langit tertutup awan tebal karena hujan di waktu sore hari. 1000 lampion yang terbang ke angkasa dan tertiup angin menjadi pemandangan langka yang tidak mungkin dinikmati di hari-hari biasa dan terjadi hanya setahun sekali. Pelannya tiupan angin membuat posisi lampion tetap berada di atas langit Candi Borobudur dan perlahan-lahan berpindah ke arah selatan mengikuti arah angin.

Ribuan orang yang hadir dalam perayaan ini turut mengabadikan moment yang ada ketika  lampion mulai memenuhi langit. Malam bulan purnama dan ribuan lampion di langit menjadi magnet untuk wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk hadir dalam perayaan ini. Suasana suka cita para umat Buddha menyambut tahun baru dengan harapan baru dan doa yang diterbangkan ke langit agar segera terkabulkan.

Perayaan Pelepasan 1000 Lampion ke Udara di area Candi Borobudur merupakan puncak dari Peringatan Hari Tri Suci Waisak. Di khususkan untuk para umat Buddha yang merayakannya. Konsep acara pelepasan lampion ini sangat menarik dan menarik para wisatawan untuk ikut merayakan dan menghadiri perayaan ini. Diperkirakan di tahun mendatang akan bertambah jumlah wisatawan yang hadir dan diharapkan ada aturan baru untuk memperketat acara ini agar para umat yang sedang merayakannya tidak terganggu dengan keriuhan para wisatawan. (text/foto: annosmile)

Ada 6 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Nike:

    kereeeen…
    jadi pengen kesana deh waisak tahun depan. keren banget ya pasti….

  2. Fajar:

    wah.. pasti..langit..tampak bercahaya..terang..dihiasi lampion..ya om..

  3. Choiri Setyawan:

    keren fotonya..
    pas perayaan temenku juga disana, sembahyang dan mengikuti prosesnya.. 

  4. arif:

    *wow seribu lampion, jadi inget seperti di film tangled

  5. Nenden SAN | @nden:

    hiks. tahun ini juga belom bisa ke sana :'(

  6. Fotodeka:

    sepertinya aku ndak kesana deh, males kak anno :D

Kirim pendapat