Kedung Gupit Imogiri, Air Terjun Kecil Dan Mitos Penyembuhan

Kedung Gupit Imogiri, Air Terjun Kecil Dan Mitos Penyembuhan
2 (40%) 1 vote

Air Terjun Kedung Gupit merupakan satu dari beberapa air terjun kecil di dalam kawasan Wisata Alam Kedung Tolok Imogiri. Keberadaan air terjun ini kurang menarik karena berukuran kecil dan tidak dapat digunakan sebagai obyek foto. Pengelola memasukkan kawasan air terjun ini dengan pertimbangan adanya mitos pada air terjun ini yang mampu menambah daya tarik wisata.

Air Terjun Kedung Gupit berada di kawasan Wisata Alam Grojogan Kedung Tolok yang beralamat di kampung Godean RT 06, dusun Siluk 1, desa Selopamioro, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul, DIY.

Kolam dan Air Terjun Kedung Gupit Imogiri Bantul

Lokasi Air Terjun Kedung Gupit berada tepat disebelah atas dari Air Terjun Kedung Cumplung Imogiri yang berada dalam kawasan Wisata Alam Grojogan Kedung Tolok. Akses menuju air terjun ini melalui tangga yang dialiri aliran air disebelah Kedung Cumplung. Kondisi medan jalan cukup licin dan diharapkan pengunjung berhati-hati dalam melangkah. Area air terjun ini ditandai dengan papan nama kecil yang diletakkan di pepohonan sebelah atasnya.

Pemandangan Air Terjun Kedung Gupit tidak terlalu menarik dan terkesan biasa. Bentuk air terjun ini mirip dengan Kedung Cumplung namun ukurannya cukup kecil, lebih rendah, dan hanya sebagian aliran air yang menuju ke tempat ini (kedung). Kolam yang berada di bawah air terjun ini memiliki kedalaman sekitar 80 cm atau kurang dari 1m. Orang-orang yang datang ke tempat ini hanya sekedar berfoto sebentar kemudian melanjutkan perjalanan menuju air terjun lain disebelah atas dari Kedung Gupit.

Aliran Air Kedung Gupit Imogiri Bantul

Kedung Gupit memiliki mitos atau cerita yang berkembang di masyarakat sekitar. Pada zaman dahulu Kedung Gupit digunakan untuk pengobatan atau penyembuhan pria atau anak laki-laki yang sedang melakukan supit (khitan). Mereka berendam di dalam kolam air terjun setelah melakukan khitan. Bengkak pada kemaluan pria yang dikhitan berangsur-angsur sembuh setelah berendam di kolam air terjun ini. Perban yang dibungkus pun telah dapat dilepas tanpa menimbulkan rasa sakit. Selanjutnya untuk menyempurnakan proses penyembuhan, kemaluan pria yang dikhitan dijepit dan digosok-gosokan pada batu disekitar Kedung Gupit. Proses penyembuhan di tempat ini berlangsung singkat tanpa harus menunggu bengkak pada kemaluan pria mengecil dan memerlukan proses lebih dari seminggu. Ritual penyembuhan ini sudah tidak dipergunakan lagi karena saat ini teknologi kedokteran sudah cukup maju. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat