Seporsi Nasi Goreng Penunda Rasa Lapar di Kedai Seni Djakarte

Kawasan Kota Tua Jakarta masih menjadi magnet bagi sebagian orang untuk mengunjunginya. Daya tarik utama Kota Tua Jakarta berupa bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang dilindungi dan terjaga keasliannya. Keberadaannya ditunjang dengan banyaknya pedagang yang menyajikan kuliner khas Jakarta, pertunjukan seni jalanan, persewaan sepeda, dan sebagainya.

Kedai Seni Djakarte terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta Jl. Pintu Besar Utara No.17, RW 06, Kel. Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Kedai ini buka mulai pukul 10.00 hingga 22.00 dan menyajikan menu makanan dan minuman khas Jakarta serta kopi nusantara.

Daftar Menu Djakarte Kedai Seni

Menjelang siang hari saat hari libur, kami tiba di Kota Tua jakarta dan mendapati tempat ini dalam keadaan penuh sesak pengunjung. Kami pun berkeliling sekitar Kota Tua Jakarta sambil mencari sesuatu hal yang menarik. Cuaca siang itu cukup terik dan membuat kami cepat berkeringat. Saat melewati sebuah lorong jalan, pandangan kami tertuju pada sebuah restoran kecil yang bernama Kedai Seni Djakarte dan akhirnya kami mampir di tempat tersebut.

Meja Kursi Kedai Seni Djakarte yang berada di depan bangunan tampak penuh sehingga kami memilih meja kursi yang masih kosong di dalam bangunan kedai. Kami mendapati meja kursi di pojok ruangan yang masih kosong dan segera kami tempati agar tidak ditempati pengunjung yang lain. Keramaian tampak di Kedai Seni Djakarte dengan beberapa pengunjung yang sekedar melepas lelah atau penasaran untuk mencicipi menu yang ada. Tidak lama kemudian kami dihampiri pelayanan sambil memberikan daftar menu dan secarik kertas untuk memesan.

Sebenarnya konsep awal Kedai Seni Djakarte dibuka sebagai galeri seni patung yang dipahat oleh para seniman Jakarta. Namun karena tidak siap maka diubah menjadi kedai makanan dan minuman.

Suasana Ruangan Djakarte Kedai Seni

Kami yang tadinya hanya berniat memesan minuman saja sebagai pelepas dahaga akhirnya juga memesan menu makanan yang tersedia di kedai ini. Menu nasi goreng akhirnya menjadi pilihan kami untuk mengisi perut yang mulai lapar. Tidak lama kemudian pesanan minuman tersaji di meja kami. Namun untuk pesanan makanan harus menunggu sedikit lama karena sedang dibuatkan oleh juru masak kedai.

Sambil menikmati pesanan minuman yang kami pesan, kami menikmati suasana Kota Tua Jakarta dari balik bangunan kedai yang teduh dan terlihat kuno. Sepertinya bangunan kedai merupakan salah satu bangunan tua yang masih dilestarikan dan dilindungi di Kota Tua Jakarta. Sedikit renovasi dilakukan untuk mempercantik suasana namun tetap mempertahankan keasliannya. Kesan klasik pun masih terasa dengan penggunaan meja kursi kayu dan foto-foto hitam putih yang terpajang di dinding.

Nasi Goreng

Tidak lama kemudian, beberapa porsi nasi goreng dengan bermacam jenis tersaji di hadapan kami. Penyajian nasi goreng di tempat ini tampak biasa seperti restoran pinggiran kota dengan sedikit acar dan taburan kerupuk dibagian pinggir. Nasi goreng yang kami pesan terasa cukup enak meskipun tidak seenak nasi goreng di warung-warung kakilima yang sudah legendaris atau terkenal.

Setidaknya seporsi nasi goreng cukup mengenyangkan perut dan bisa membuat kami bersantai sejenak di Kedai Seni Djakarte. Selesai bersantap nasi goreng, kami tidak buru-buru meninggalkan lokasi kedai dan sejenak bersantai sambil ngobrol-ngobrol di kedai ini. Setelah dirasa cukup akhirnya kami membayarkan yang kami pesan kemudian pergi meninggalkan kedai untuk kembali berkeliling Kota Tua Jakarta. Meski belum memiliki cita rasa yang khas, Kedai Seni Djakarta cocok menjadi alternatif untuk sekedar bersantai dan melepas lelah ketiak berwisata di Kawasan Kota Tua Jakarta. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  Mie Ayam Miroso Yogyakarta dan Banyaknya Variasi Menu Yang Menggoda Lidah

Kirim pendapat