Kawah Sileri, Kawah Aktif Terbesar Di Dieng

Kawah Sileri, Kawah Aktif Terbesar Di Dieng
3 (60%) 1 vote

Kawah Sileri merupakan kawah terbesar yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Keberadaan kawah ini cukup dikenal meskipun kalah promosi wisata dengan Kawah Sikidang yang lokasinya dekat dengan Komplek Candi Arjuna. Area kawah yang cukup luas dan terbesar ini membuat pengunjung hanya dapat melihat pemandangan kawah dari kejauhan karena pekatnya bau belerang dan ada batasan aman pengunjung yang mendekati kawah.

Asal usul nama Kawah Sileri berasal dari warna kawah yang berwarna kelabu kental seperti leri (air perasan beras dalam bahasa Jawa). Kawah Sileri merupakan kawah yang terluas di Dieng dengan luas area kurang lebih dua hektar dan termasuk salah satu kawah paling berbahaya di Dieng Plateau. Pada tahun 1964 dan tahun 1984 kawah pernah dua kali meletus, sehingga pengunjung hanya diberi kesempatan melihat kawah ini dari jarak beberapa ratus meter saja.

Area Kawah Sileri Dieng

Lokasi Kawah Sileri berada sejauh 3-4 kilometer ke arah barat dari Komplek Candi Arjuna Dieng. Rute menuju ke kawah ini mengikuti Jalan Raya Dieng-Batur hingga menemui pertigaan kemudian ambil jalan lurus ikuti papan petunjuk arah hingga tiba ke lokasi. Beberapa ratus meter sebelum memasuki gerbang masuk wisata kawah, pengunjung akan melewati kawasan Telaga Swiwi dan instalasi pembangkit listrik milik Geo Dipa Energi Dieng.

Pengunjung Kawah Sileri Dieng dipersilakan memarkir kendaraan di tempat yang disediakan kemudian dipersilakan berjalan kaki menuruni anak tangga menuju gardu pandang untuk melihat pemandangan kawah. Perjalanan menuju gardu pandang sejauh 300 meter dan melewati tengah-tengah ladang penduduk yang ditanami tanaman kentang yang tumbuh subur di Dataran Tinggi Dieng. Bau belerang perlahan-lahan mulai pekat dan mengganggu pernafasan pengunjung. Dari gardu pandang inilah pengunjung diperbolehkan melihat pemandangan Kawah Sileri. Namun menjelang siang hari, asap belerang semakin pekat dan lebih sering menutupi pemandangan kawah. Pengunjung disarankan datang ke kawah ini pada pagi hari karena tekanan udara masih rendah dan asap belerang masih keluar dengan intensitas rendah. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  Mendaki Tingkatan Candi Gedongsongo

Ada 17 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. geRrilyawan:

    waduh ada gas beracunnya ya…

  2. audy:

    gas beracunnya ga tiap saat kluar? duuh kok serem yaa…gimana taunya kalo gas yang kluar tu beracun?

  3. nurrahman:

    wah mantap, keliling indonesia, pulau jawa…ke lain pulau dunk bos…ato keliling dunia sekalian..

  4. cebong ipiet:

    ooo ada gas nya jugag yak? tp ada peringatannya kan?

  5. munawar am:

    apa ini kawah yang menginspirasi Ebiet menulis lagi itu yaaahhh (lupa nama lagunya)

    • annosmile:

      saya juga lupa namanya :(

  6. Andy MSE:

    wah… kali ini potone kurang josss…

    • annosmile:

      kopi joss mas andy :))

  7. anas:

    kayaknya seri bgt ini objek.
    tp perlu ekstra hati2 ya saat disana.

  8. anto84:

    wow pemandangan yang cukup menarik..

  9. zam:

    duh, pengen ke Dieng lagi..

  10. yoan:

    kawah begini banyak blerangnya kan ya?
    bisa dipake buat ngerontokin jerawat dong…
    *kalo blom mati kena gas bracun :D*

  11. mierz:

    aduuh banjarnegara, aku bangga jadi warga banjarnegara…
    hehehe…

  12. kucingkeren:

    pernah sekali ke sana.. memang indah ya.. serasa ada di atas awan.. kangen juga ke sana lagi…

  13. Masenchipz:

    wah.. 2 Hektar? luasnya ya…

  14. HumorBendol:

    Sayang gak bisa mendekat ya? Kalo gak berbahaya, mungkin bisa mendekat ya? Lebih bagus ya?

    • annosmile:

      mungkin dengan nyali tinggi bisa saja mendekat
      walaupun kadang terjadi hal yang tidak diinginkan :(

Kirim pendapat