Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul, Bersantai Sambil Belajar Dari Atas Perbukitan

Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul, Bersantai Sambil Belajar Dari Atas Perbukitan
3.25 (65%) 4 votes

Kampung Edukasi Watu Lumbung merupakan kawasan yang nyaman untuk menikmati pemandangan pesisir selatan kabupaten Bantul dari ketinggian namun juga sebagai tempat edukasi. Pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati keindahan alam yang ditawarkan namun juga memiliki kepedulian dengan alam dan ikut mencerdaskan masyarakat dengan berbagi buku bacaan. Konsep baru yang ditawarkan oleh kawasan wisata ini diharapkan mampu menarik minat pengunjung dan menjadi alternattif wisata selain wisata pantai.

Kampung Edukasi Watu Lumbung terletak di Bukit Watu Lumbung, desa Parangtritis, kecamatan Kretek, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Petunjuk Arah Menuju Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul

Lokasi Kampung Edukasi Watu Lumbung berada di area perbukitan di dekat Pantai Parangtritis. Rute menuju tempat ini dari pusat kota Yogyakarta ke arah selatan menuju Jalan Parangtritis. Susurilah Jalan Parangtritis hingga menyebrangi Jembatan Sungai Opak yang berdekatan dengan pintu retribusi masuk Pantai Parangtritis. Setelah keluar dari jembatan langsung belok ke arah kiri menuju jalan alternatif Parangtritis-Siluk. Hanya sekitar 200 meter dari persimpangan tersebut ada papan petunjuk arah berukuran kecil menuju ke kampung edukasi tersebut.

Posisi jalan masuk menuju Kampung Edukasi Watu Lumbung sebelum pertigaan jalan menuju Goa Jepang dan Goa Surocolo (Goa Sunan Mas). Kondisi jalan beraspal yang dilalui cukup sempit dan menanjak tajam. Namun bila kendaraan roda empat bersimpangan masih bisa dilalui tanpa salah satu harus mengalah. Pengunjung akhirnya tiba di area Kampung Edukasi Watu Lumbung ketika mendekati puncak perbukitan. Bila masih bingung dengan arah lokasi tempat ini silakan tanya kepada penduduk sekitar.

Kampung Edukasi Watu Lumbung dibuka untuk umum pada kisaran tahun 2003. Perintis tempat ini adalah Muhammad Boy Rifai yang ingin memberdayakan dan memperbaiki perekonomian masyarakat sekitar. Kawasan ini terdiri dari beberapa warung santai, arena bermain anak, arena outbound, arena flying fox, ruang perpustakaan, dan sebagainya.

Perpustakaan Di Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul

Area parkir Kampung Edukasi Watu Lumbung terletak di beberapa titik di sepanjang jalan menuju puncak bukit. Pengunjung tidak perlu ragu untuk menghentikan laju kendaraan dan memarkir kendaraan pada salah satu bangunan yang ada di dalam kawasan tersebut. Alasannya karena seluruh bangunan dan fasilitas yang dibangun di kawasan tersebut dikelola secara bersama-sama oleh masyarakat sekitar. Untuk parkir motor areanya cukup luas karena memanfaatkan celah-celah kosong di beberapa titik sedangkan untuk parkir mobil hanya disediakan pada satu dua area yang sedikit lebar.

Kampung Edukasi Watu Lumbung dibangun di area perbukitan yang dipenuhi rerimbunan pohon jati. Pengelola membangun area tersebut sebagai kawasan wisata alternatif selaras dengan alam. Konstruksi gubug santai menggunakan bahan bambu dan dibangun diantara pepohonan jati. Beberapa gubug dibangun hingga berlantai dua dan tiga dengan tiang penopang pohon jati yang masih hidup layaknya seperti rumah pohon. Di tempat inilah pengunjung dapat menikmati keindahan pemandangan dari atas bukit.

Tempat Duduk Bersantai menikmati Pemandangan Di Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul

Beberapa nama warung yang dibuka di Kampung Edukasi Watu Lumbung antara lain Lembayung, Kedai Wedangan, Kedai Susu, Pusat Sate Kiloan dan Alas Kuliner. Pengunjung bebas memilih warng dan tempat duduk yang masih kosong untuk bersantai serta memesan menu makanan yang tersedia.

Pengunjung Kampung Edukasi Watu Lumbung diajak untuk melakukan penghijauan dengan penanaman pohon di sekitar Bukit Watu Lumbung. Selain itu pengunjung juga dapat menyumbangka buku bacaan di perpustakaan tempat ini untuk menambah wawasan masyarakat sekitar dan pengunjung yang lain. Pengunjung yang menyumbangkan buku bacaan minimal 3 buah akan mendapat penghargaan berupa makanan, minuman, atau souvenir gratis.

Gardu Pohon Di Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul

Gardu pohon merupakan salah satu daya tarik wisata Kampung Edukasi Watu Lumbung dan menarik dijadikan sebagai tempat foto. Gardu pohon dibangun pada salah satu batang pohon jati yang berusia cukup tua dan masih kuat. Sistem keamanan dan keselamatan diperlengkap dengan tali pengaman yang terpasang di batang pohon. Konsep gardu pohon ini meniru pengelolaan gardu pohon di Wisata Alam Kalibiru Kulon Progo yang memikirkan keselamatan pengunjung. Pemandangan aliran Sungai Opak dan Jembatan Opak menjadi latar foto yang menarik meskipun posisi bukit tidak cukup tinggi. Pengunjung dapat berfoto secara bergantian dari atas gardu pohon ini dengan seijin petugas jaga atau pengelola.

Matahari Terbenam (Sunset) Dari Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul

Keseragaman harga makanan dan minuman diberlakukan antara warung yang satu dengan warung yang lain yang terdapat dalam Kampung Edukasi Watu Lumbung. Harga makanan dan minuman di tempat ini terbilang cukup mahal dan hampir menyamai tarif makanan di restoran. Sepertinya harga yang mahal dikarenakan tempat ini menjual suasana, konsep, dan fasilitas pendukung yang ada. Mahalnya tarif makanan dan minuman ini mungkin dapat dijadikan koreksi bagi pengelola agar pengunjung yang datang tidak kapok untuk berkunjung ke tempat ini kembali.

Waktu yang paling berkunjung ke Kampung Edukasi Watu Lumbung adalah waktu sore hari karena pengunjung dapat menikmati panorama matahari terbenam atau sunset dari tempat ini. Selain itu tempat ini dapat dijadikan akternatif kuliner bagi wisatawan yang bosan dengan kuliner ikan laut di Pantai Depok karena letaknya cukup dekat. Daya tariknya tidak kalah dengan Bukit Bintang di perbatasan Bantul dengan Gunungkidul. Kemiripan nama lokasi ini dengan Pantai Watu Lumbung di Gunungkidul sepertinya tidak terlalu berpengaruh dan membuat bingung pengunjung yang ingin berkunjung ke tempat ini. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat