Mengejar Matahari di Kalibiru

Mengejar Matahari di Kalibiru
Rate this post

Kalibiru menyimpan sejuta pesona yang terpendam di wilayah perbukitan Menoreh Kulon Progo. Sebuah wisata alam perbukitan ini memiliki daya tarik berupa pesona pemandangan alam dari atas perbukitan Menoreh dan hutan wisata. Salah satu sisi pemandangan yang menarik adalah panorama Waduk Sermo dari atas bukit. Keberadaannya saat ini mulai dikenal wisatawan setelah beberapa tahun yang lalu dikembangkan sebagai obyek wisata oleh masyarakat sekitar.

Wisata Alam Kalibiru atau Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru berada di Perbukitan atau Pegunungan Menoreh pada ketinggian 450 m dpl tepatnya di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi kawasan wisata ini terletak di sebelah barat kota Yogyakarta dengan jarak kurang lebih 40 km.

Pemandangan alam Kalibiru paling indah dilihat saat matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset). Menurut informasi yang diterima, panorama sunrise di Kalibiru merupakan panorama sunrise terbaik di Perbukitan Menoreh dan sebanding dengan Bukit Suroloyo yang lebih dahulu terkenal. Untuk panorama sunset sebenarnya cukup bagus namun sedikit tertutup oleh Perbukitan Menoreh yang memanjang di sisi barat dari Kalibiru.

Kami memilih untuk berkunjung ke Kalibiru saat matahari terbit (sunrise) untuk membuktikan daya tarik utamanya. Dini hari, kami sudah bersiap dari kota Yogyakarta untuk berangkat menuju ke Kalibiru. Lokasi Kalibiru yang berada di antara Perbukitan Menoreh cukup menyulitkan kami untuk mencari jalan menuju ke kawasan tersebut. Jalanan yang sempit, minimnya papan petunjukan jalan, dan suasana yang masih gelap sempat membuat kami tersesat hingga berulang kali bertanya kepada orang-orang yang berada di tepi jalan.

Bukit Kalibiru atau Wisata Alam Kalibiru merupakan salah satu wisata jelajah pegunungan Menoreh yang cukup diminati wisatawan selain Waduk Sermo dan Bukit Suroloyo. Fasilitasnya tergolong cukup lengkap mulai dari gazebo atau gardu pandang untuk berisitirahat, kamar mandi umum, musholla, lokasi outbound, bahkan beberapa rumah yang disewakan untuk wisatawan.

Kami memburu waktu agar tidak terlambat menyaksikan matahari terbit di puncak bukit yang berada di Kalibiru. Dari area parkir kawasan wisata, kami masih harus mendaki anak tangga untuk menuju puncak bukit. Tangga demi tangga kami lalu dengan cepat berharap agar tidak ketinggalan melihat matahari terbit. Sedikit terlambat, matahari sudah perlahan-lahan menerangi langit meskipun dari ujung cakrawala tidak terlihat pancaran sinarnya.

Perlahan-lahan langit yang berwarna kebiruan berubah menjadi berwarna kekuningan. Akhirnya setelah beberapa saat pancaran sinar matahari muncul sedikit keatas dari balik gumpalan awan yang berada di garis cakrawala. Pemandangan matahari terbit dari puncak Kalibiru tetap indah meskipun tidak dapat menikmati matahari terbit secara seecara sempurna karena sempat terhalang oleh sekumpulan awan.

Hutan Wisata Kalibiru diresmikan pada tanggal 14 Februari 2008 oleh pemerintah daerah setempat dan diberikan hak pengelolaan kepada desa sekitar. Wisata Alam Kalibiru dikelola oleh kelompok masyarakat sekitar dengan pembangunan kawasan secara swadaya dan bantuan dari pemerintah.

Pancaran sinar matahari yang keemasan menerangi langit dan dataran di sisi timur Kalibiru memberikan pemandangan yang indah. Kami sedikit kurang beruntung karena gugusan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu hanya terlihat puncaknya saja dan selebihnya tertutup kabut. Untuk mencari momen-momen yang sempurna tersebut cukup sulit dan harus mengulang beberapa kali untuk mendapatkan  momen sunrise yang sempurna.

Masih dalam suasana matahari terbit, keadaan di sekeliling dan sekitar kami masih tampak sepi. Belum terlihat pengunjung lain maupun penjaga yang mengecek kawasan wisata Kalibiru. Rasanya keindahan matahari terbit di Kalibiru hanya milik kami yang hadir di puncak bukit ini.

Ditetapkannya kawasan Kalibiru sebagai desa wisata diharapkan Wisata Alam Kalibiru mampu bersaing dengan obyek wisata unggulan lainnya. Pembentukan Desa Wisata Kalibiru merupakan inisiatif warga masyarakat agar lingkungan sekitar mendapatkan manfaat dengan dibukanya kawasan Kalibiru sebagai kawasan wisata. Saat ini Desa Wisata Kalibiru telah menjadi percontohan desa wisata baru di kawasan Pegunungan Menoreh.

Sesaat setelah matahari bersinar dengan sempurna, dari sisi yang sama terhampar pemandangan indah lain. Sebuah pemandangan bukit-bukit yang diselimuti kabut tipis berwarna kemerahan terkena pancaran sinar matahari terletak jauh dibawah puncak bukit Kalibiru. Perlahan-lahan kabut-kabut yang menyelimuti daratan terangkat ke atas karena udara disekitar menjadi hangat karena terkena sinar matahari. Pemandangan seperti ini mengingatkan kami akan keindahan sunrise di Punthuk Setumbu dekat Candi Borobudur.

Puas menikmati pemandangan bukit-bukit yang diselimuti kabut, pada sisi sebaliknya kita dapat melihat pemandangan Waduk Sermo dari atas ketinggian. Terlihat pemandangan Waduk Sermo yang dikelilingi kawasan perbukitan dan pegunungan Menoreh. Dari Kalibiru, kita bisa melihat bentuk asli dari Waduk Sermo yang tidak terlihat bulat tapi lebih mirip seperti bintang laut. Kami baru mengetahui bahwa daya tarik utama Kalibiru adalah melihat pemandangan Waduk Sermo yang berada ditengah-tengah perbukitan Menoreh setelah berbincang dengan pengelola di pintu keluar.

Untuk menikmati pemandangan Waduk Sermo, kita dapat melihatnya dari beberapa gardu pandang yang dibangun di beberapa puncak bukit sekitar hutan wisata Kalibiru dengan melewati jalan setapak yang telah dilapisi keramik. Gardu pandang paling ujung merupakan gardu pandang favorit untuk menikmati pemandangan waduk Sermo karena tidak terhalang oleh pepohonan yang mulai bertambah tinggi.

Selain itu Wisata Alam Kalibiru telah dilengkapi oleh wahana outbond seperti flying fox dan jaring rintangan, wisata tracking menyusuri kawasan hutan wisata, gedung pertemuan, perpustakan, homestay, dan pondok wisata. Fasilitas yang ada cukup menarik bagi wisatawan yang ingin meluangkan waktu sehari untuk berwisata di tempat ini. Sehingga mereka dapat menikmati pesona Wisata Alam Kalibiru secara lengkap dari matahari terbit hingga matahari terbenam. Masyarakat desa sepertinya cukup serius menggarap kawasan Wisata Alam Kalibiru menjadi obyek wisata alam di Kulon Progo. Potensi Wisata Alam Kalibiru cukup besar untuk menarik wisatawan berkunjung, namun kurangnya promosi dan medan jalan yang sempit dan menanjak membuat kawasan ini hanya ramai ketika hari libur saja. (text/foto: annosmile)

== Tiket Masuk

Dewasa: Rp 3.000,-/orang

Parkir: Rp 2.000,-/motor

== Informasi Lebih Lanjut

Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru

Alamat: Kalibiru, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, DI Yogyakarta 55611

Telepon: 081328086888

Kirim pendapat