Jembatan Talang Payaman Bantul, Jembatan Bercat Biru Yang Bikin Penasaran

Jembatan Talang Payaman sebenarnya merupakan talang air yang digunakan untuk melintas oleh warga sekitar Sedayu Bantul. Talang air yang disebut dengan jembatan ini dibangun sejak zaman Belanda dan saat ini masih berfungsi dengan baik. Saat ini jembatan Talang Payaman menjadi salah satu daya tarik wisata di Desa Wisata Payaman.

Jembatan Talang Payaman terletak di dukuh Payaman, dusun Kepuhan, desa Argorejo, kecamatan Sedayu, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta atau sekitar 14 Km dari kota Yogyakarta.

Tepi Jembatan Talang Payaman Bantul

Lokasi Jembatan Talang Payaman Bantul berada di dalam kawasan Desa Wisata Payaman yang terkenal dengan keberadaan Goa Payaman. Rute menuju tempat ini dari Jalan Raya Jogja-Wates belok ke arah selatan melewati jalan penghubung Sedayu-Pajangan. Perhatikan papan petunjuk jalan menuju Desa Wisata Payaman di sebelah kiri jalan kemudian ikuti jalan masuk melewati perkampungan penduduk hingga tiba di desa wisata tersebut.

Aktivitas Warga Di Jembatan Talang Payaman Bantul

Jembatan Talang Payaman Bantul ini merupakan peninggalan zaman Belanda yang fungsi utamanya sebagai talang atau saluran air yang melewati aliran sungai yang ada dibagian bawahnya. Sungai tersebut melintasi kawasan sekitar Desa Wisata Payaman dan bermuara ke Sungai Progo. Tidak diketahui tepatnya tanggal dibangunnya jembatan ini, namun yang jelas jembatan ini telah ada sejak zaman Belanda.

Dalam perkembangannya Jembatan Talang Payaman Bantul digunakan sebagai lalu lintas warga sekitar untuk menuju kedua sisi sungai tersebut. Konstruksi jembatan tersebut cukup kuat untuk menahan beban orang yang lewat diatas jembatan tersebut. Ukuran jembatan yang sempit membuat pengguna jembatan harus saling bergantian melewati jembatan tersebut. Dominasi warna biru membuat jembatan ini dikenal sebagai Jembatan Biru Payaman.

Baca Juga  Rahasia Keindahan Alam Sungai Kedung Nganten

Kondisi Jembatan Talang Payaman Bantul

Aktivitas di sekitar Jembatan Talang Payaman Bantul tampak sepi karena hanya digunakan masyarakat sekitar untuk menuju lahan pertanian mereka saja. Biasanya mereka berangkat menuju ke lahan pertanian pada pagi hari dan pulang saat sore hari. kadang-kadang siang hari mereka sudah pulang kerumah dengan membawa rumput untuk pakan ternak. Keberadaan jembatan tersebut cukup mempersingkat waktu dibandingkan harus mengambil jalan memutar melewati jembatan yang lebih besar. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Josefine:

    Jembatan yang sangat ikonik :)

    *dihapus admin, iklan tidak diperbolehkan*

    • admin:

      Hi Josefine, iya benar. Terima kasih atas kunjungannya :-)

Kirim pendapat