Jembatan Soge, Jembatan Unik Di Pesisir Pantai Pacitan

Jembatan Soge, Jembatan Unik Di Pesisir Pantai Pacitan
3 (60%) 1 vote

Jembatan Soge merupakan salah satu jembatan yang memiliki arsitektur unik di wilayah Pacitan. Jembatan ini cukup vital karena menghubungkan menghubungkan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang melewati wilayah Pacitan. Konstruksi rangka baja melengkung berwarna biru menjadi salah satu ciri utama dari jembatan ini. Saat ini jembatan ini menjadi salah satu daya tarik wisata karena banyak orang penasaran dengan keberadaannya.

Jembatan Soge merupakan salah satu jembatan JLS (Jalur Lintas Selatan) yang terletak di sebelah timur kawasan Pantai Soge Pacitan. Secara administratif berada di desa Tawang, kecamatan Ngadirojo, kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Jembatan Soge Dari Tengah

Lokasi Jembatan Soge mudah diketahui karena merupakan satu-satunya jembatan berkonstruksi unik di kabupaten Pacitan yang dilewati oleh JLS (Jalur Lintas Selatan) Pulau Jawa. Jembatan ini dilewati muara Sungai Soge yang berada di sebelah timur kawasan Pantai Soge. Bila Anda menuju ke arah kabupaten Trenggalek dari kota Pacitan melalui jalur Lintas Selatan ini pasti akan melewati jembatan ini.

Beberapa informasi menyebutkan bahwa Jembatan Soge memiliki kemiripan dengan Sidney Harbour Bridge yang menjadi salah satu landmark wisata di negara Australia. Jangan mudah percaya bila belum membuktikan kebenarannya dengan mengunjungi Jembatan Soge dan membandingkannya dengan Sidney Harbour Bridge. Saya pun membuktikannya saat melakukan perjalanan mengunjungi pantai-pantai di kabupaten Pacitan.

Jembatan Soge merupakan bagian dari proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di wilayah Jawa Timur (Pacitan). Pembangunan jembatan ini selesai berbarengan dengan proyek pembangunan JLS pada tahun 2010. Jembatan ini bukan satu-satunya jembatan berarsitektur unik di JLS karena masih ada jembatan lain yang dibangun salah satunya bernama Jembatan Damas Trenggalek.

Lalu Lintas di Jembatan Soge

Perhatikan dengan teliti Jembatan Soge Pacitan dan bandingkan dengan foto dari Sidney Harbour Bridge yang banyak ditemukan di internet. Kesan pertama saya, tidak ada persamaan antara Jembatan Soge dengan Sidney Harbour Bridge. Sebagai contoh, arsitektur Jembatan Soge sudah jauh berbeda dibandingkan dengan Sidney Harbour Bridge. Perbedaan yang lain juga tampak pada ukuran, warna, bentang alam, dan sebagainya. Banyaknya perbedaan yang ada membuat saya bertanya-tanya, apakah yang menjadi kesamaan dari Jembatan Soge dengan Sidney Harbour Bridge???

Setelah mencoba mencari informasi dari internet, pertanyaan tersebut akhirnya terjawab. Pembangunan Jembatan Soge menggunakan konstruksi pipa lengkung yang mirip dengan konstruksi pipa lengkung pada Sidney Harbour Bridge. Selebih dari jawaban diatas tidak ada kesamaan yang lain. Sepertinya lengkungan pipa ini yang dijadikan alasan untuk menghubungkan jembatan pantai ini dengan jembatan lain yang telah terkenal disuatu tempat.

Pemandangan Dari Jembatan Soge

Keberadaan Jembatan Soge menjadi berkah warga sekitar karena memudahkan akses jalan dan memperpendek jarak tempuh. Sebelumnya untuk menuju ke desa seberang, warga harus memutar melewati jembatan lain yang jaraknya cukup jauh. Selain itu, Jembatan Soge menjadi tempat rekreasi baru bagi warga sekitar khususnya para anak muda. Menjelang sore hari banyak anak muda nongkrong di Jembatan Soge sambil duduk-duduk santai atau berfoto di jembatan.

Ramainya sekitar kawasan Jembatan Soge membuat banya bermunculan warung-warung di sekitar jembatan. Warung-warung tersebut buka sejak pagi hingga sore hari bahkan ada yang buka hingga larut malam. Kawasan yang sebelumnya cukup sepi berubah menjadi kawasan yang ramai sejak pagi hari hingga malam hari. Jembatan Soge kini dan nanti semoga membawa angin segar bagi perekonomian warga sekitar. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Idah Ceris:

    Lamoo ngga ke sini ternyata udah ganti themem, ya. :D
    Durung pernah nyambangi Pacitan. Pingin sesekali laah. . .

  2. nbsusanto:

    sudah satu setengah taun nggak lewat jembatan ini.. memang unik sih mas, itu kabelnya sebagai ornamental saja, awalnya dikira seperti jembatan gantung itu.. :D

Kirim pendapat