Jembatan Sesek Ngringin Mangir, Salah Satu Jembatan Bambu Penghubung Bantul-Kulon Progo

Jembatan Sesek Ngringin atau Mangir merupakan salah satu jembatan bambu (sesek) yang dibangun di aliran Sungai Progo untuk menghubungkan dua wilayah kabupaten yaitu kabupaten Bantul dan kabupaten Kulon Progo. Jembatan ini pernah ramai dikunjungi wisatawan dan menjadi salah satu lokasi favorit untuk berfoto di tengah jembatan. Jembatan bambu ini hanya beroperasi ketika memasuki musim kemarau dan saat musim penghujan digantikan dengan rakit penyebrangan.

Jembatan Sesek Ngringin atau dikenal dengan Sesek Mangir menghubungkan dua wilayah yang dibatasi oleh aliran Sungai Progo yaitu desa Mangir, kecamatan Pajangan, kabupaten Bantul dengan desa Ngentakrejo, kecamatan Lendah, kabupaten Kulon Progo.

Aktivitas Warga Di Jembatan Sesek Ngringin Sungai Progo

Rute menuju Jembatan Sesek Ngringin Mangir paling mudah berpatok pada Jalan Raya Pajangan-Sedayu Bantul. Carilah lokasi Koramil Pajangan Bantul kemudian masuklah ke dalam gang jalan yang ada diseberang jalannya. Jalan masuk gang yang dilalui cukup sempit dan hanya muat dilewati satu kendaraan beroda empat saja. Bila ada kendaraan beroda empat yang bersimpangan, salah satu harus mengalami dan masuk ke halaman rumah warga untuk memberikan jalan kepada kendaraan yang satunya. Selain itu kondisi jalan sebagian mengalami kerusakan dan beli diperbaiki hingga saat ini.

Saat Akan Menyebrangi Jembatan Sesek Ngringin Sungai Progo

Saat tiba di sebuah perempatan jalan kecil di tengah area perkampungan penduduk, terdapat papan informasi petunjuk arah berukuran kecil di tepi jalan. Bila ke arah kiri menuju salah satu perkampungan penduduk, pilihan lurus menuju ke Ngancar yaitu daerah pertemuan Sungai Bedog dengan Sungai Progo, dan ke arah kanan menuju ke Kulon Progo. Pilihlah arah menuju ke Kulon Progo dan beberapa saat mengikuti jalan tersebut akhirnya tiba di tepi Jembatan Sesek Ngringin Mangir.

Baca Juga  Susur Sungai Bengawan Solo : Fenomena Rusaknya Lingkungan dan Potret Masyarakat Pesisir Sungai

Pemandangan Jembatan Sesek Ngringin Sungai Progo Ke Arah Barat

Jembatan Sesek Ngringin Mangir ini dibangun ketika memasuki musim kemarau dimana debit air Sungai Progo mulai berkurang dan aliran sungai terlihat lebih tenang. Pembangunan jembatan dimulai ketika rakit penyeberangan mulai kesulitan digunakan karena aliran sungai mulai dangkal. Pembangunan menggunakan sisa bambu dari jembatan bambu tahun lalu yang masih digunakan dan batang bambu baru. Tujuannya untuk efisiensi biaya pembangunan dan tetap memperhatikan faktor keselamatan.

Seorang Pencari Rumput Berhati-hati Menyebrang Jembatan Sesek Ngringin Sungai Progo

Konstruksi Jembatan Sesek Ngringin Mangir hampir sama dengan Jembatan Sesek Manukan-Ngentarejo yang ada disebelah utaranya. Bedanya adalah jembatan sesek ini tidak diberi pengaman pagar seperti jembatan sesek yang ada sebelah utaranya tersebut. Warga sekitar beralasan ketiadaan pagar adalah ciri dari jembatan sesek Sungai Progo di daerah Mangir. Setiap tahun desain jembatan sesek tidak mengalami perubahan untuk mempertahankan cirikhas dari jembatan bambu tersebut.

Iuran atau sumbangan sukarela diberlakukan kepada pengguna kendaraan yang melintasi Jembatan Sesek Ngringin Mangirini. Besaran iuran tersebut berkisar Rp 2.000,-, namun tidak jarang pengguna jembatan bambu ini membayar iuran ketika pulang dari bekerja. Biasanya penjaga jembatan bambu sudah paham tentang hal tersebut. Iuran ini digunakan untuk biaya pengganti pembangunan jembatan, perawatan jembatan, dan upah pengelola jembatan. Dana pembangunan jembatan bambu ini murni berasal dari masyarakat setempat yang mengusahakan pembangunan jembatan tanpa ada campur tangan pihak lain.

Seseorang Berjalan Melintasi Jembatan Sesek Ngringin Sungai Progo

Selain digunakan sebagai lokasi penyebrangan sungai secara tradisional, Jembatan Sesek Ngringin mulai populer digunakan sebagai lokasi foto. Setiap akhir pekan, ditengah-tengah jembatan dipenuhi anak muda yang ingin berfoto diatas jembatan bambu nan eksotis tersebut. Diharapkan mereka berhati-hati supaya tidak tercebur di dalam Sungai Progo. Saat ini telah disediakan lahan parkir di sisi barat dan timur jembatan. Biaya parkir yang dikenakan untuk setiap kendaraan bermotor adalah Rp 2.000,-/motor. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat