Senja di Jembatan Sardjito Lama

Senja di Jembatan Sardjito Lama
Rate this post

Saat berkeliling kota Jogja ketika sore hari secara tidak sengaja saya melewati jembatan tua yang berada di wilayah Jogja utara. Melihat konstruksi jembatan yang terbuat dari besi baja dimana saat ini sudah jarang ditemui, saya menghentikan laju motor dan menepi ke trotoar jalan. Jembatan yang bernama Jembatan Sardjito ini membuat saya penasaran untuk melihat suasana senja di tempat ini.

Jembatan Sardjito Lama terletak di Jalan Prof. Dr. Sardjito selatan perempatan Jetis melintasi sungai Code. Konstruksi bangunan jembatan Sardjito dari rangka besi baja.

Foto Jembatan SardjitoSetelah memarkir kendaraan di trotoar dekat Jembatan Sardjito, saya langsung berkeliling sekitar kawasan jembatan. Lalu lintas kendaraan yang melewati Jembatan Sardjito cukup padat karena merupakan jalur utama akses menuju ke kawasan UGM , Jalan Magelang atau ke Tugu Jogja.

Melihat konstruksi bangunan Jembatan Sardjito, hampir seluruhnya terbuat dari rangka baja yang saat ini sudah mulai jarang dijumpai. Namun kondisinya masih dipertahankan meskipun umurnya sudah cukup tua. Cukup wajar mengingat biaya pembangunan jembatan rangka baja ini membutuhkan dana yang lebih besar daripada membangun jembatan yang terbuat dari beton.

Aktivitas Saat Senja di Jembatan Sardjito

Sembari mengamati konstruksi bangunan jembatan Sardjito, saya mengambil beberapa foto suasana senja di jembatan ini. Pemandangan terlihat cukup menarik karena di depan jembatan terpasang dua buah tiang lampu khas Jogja di sisi kiri dan kanan. Siluet jembatan dan sepasang lampu menjadi komposisi foto yang saya ambil saat matahari terbenam di kawasan ini.

Perlahan-lahan matahari hilang di ujung barat dan lampu-lampu jalan dan pemukiman mulai menerangi sekitar kawasan Jembatan Sardjito. Kali ini saya mendapati pemandangan sunset yang cukup indah ditempat ini. Saya bersantai sejenak di sebuah angkringan dekat jembatan sebelum meninggalkan lokasi. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. jarwadi:

    jembatan ini mirip dengan jembatan besi di desaku, hehehe

  2. tomi:

    selatan jetis kang? berarti iki seng arah samsat dudu to?

Kirim pendapat