Jembatan Plunyon Kalikuning Sleman, Kondisi Setelah Erupsi Merapi

Jembatan Plunyon Kalikuning merupakan salah satu kawasan di lereng Gunung Merapi yang masih bertahan setelah bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Bangunan Jembatan Plunyon masih berdiri meskipun diterjang awan panas yang keluar dari mulut Gunung Merapi. Namun hal ini tidak berlaku pada alam disekitar jembatan yang hancur porak poranda di terjang awan panas tidak terkecuali kawasan wisata Kalikuning yang ada disekitarnya.

Jembatan Plunyon terletak di lereng selatan Gunung Merapi, masuk di wilayah dusun Plunyon, desa Umbulharjo, kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Pintu Masuk Jembatan Plunyon Sleman Setelah Erupsi Gunung Merapi 2010

Lokasi Jembatan Plunyon Kalikuning berada di dekat Wisata Lava Merapi Kinahrejo atau yang dikenal sebagai kawasan bekas rumah almarhum Mbah Maridjan. Rute dari pusat kota Yogyakarta melewati Jalan Kaliurang hingga simpang lampu merah kecamatan Pakem. Selanjutnya ambil jalan ke arah Cangkringan kemudian belok mengikuti petunjuk arah menuju ke Kinahreho atau Wisata Lava Merapi. Sekitar 50-100 meter dari Pos Retribusi Wisata Lava Merapi terdapat pertigaan kecil dan pilih jalan ke arah kiri. Ikuti jalan sempit tersebut yang sebagian sudah diaspal dan sebagian berupa jalan tanah hingga ujung. Akhirnya pengunjung tiba di kawasan Jembatan Plunyon Kalikuning. Akses menuju Jembatan Plunyon ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua (sepeda/motor) dan roda empat (mobil).

Baca Juga  Jembatan Sayidan Yogyakarta Yang Menarik Perhatian Itu

Kondisi Jalan Yang Melewati Jembatan Plunyon Sleman Setelah Erupsi Gunung Merapi 2010

Pengunjung Jembatan Plunyon disambut dengan bangunan pos jaga atau pos retribusi masuk Wisata Alam Kalikuning. Kondisi pos penarikan retribusi tersebut saat ini telah rusak terkena erupsi dan tidak (belum) diperbaiki. Penarikan retribusi masuk saat ini digabung menjadi satu pada pos retribusi masuk Wisata Lava Merapi Kinahrejo yang sebelumnya telah dilewati. Selain itu kawasan Wisata Alam Kalikuning sudah hancur dan sudah tidak dikenali sebagai kawasan wisata lagi.

Kendaraan pengunjung Jembatan Plunyon diparkir di tepi jalan yang cukup sempit. Area parkir yang ada hanya dapat menampung beberapa mobil dan sekitar dua puluhan kendaraan roda dua. Adanya petugas parkir di tempat ini cukup membantu menata parkir kendaraan agar terlihat rapi dan tidak mengganggu lalu lintas pengguna jalan.

Kondisi Jembatan Plunyon Sleman Setelah Erupsi Gunung Merapi 2010

Kondisi alam sekitar Jembatan Plunyon Kalikuning mulai menghijau setelah sebelumnya hancur diterjang awan panas erupsi Gunung Merapi dan banjir lahar dingin. Pohon-pohon yang tumbang mulai tergantikan dengan pohon-pohon baru yang ditanam oleh berbagai organisasi dan komunitas yang peduli dengan lingkungan. Tanaman rumput mulai tumbuh dengan lebat memenuhi kawasan yang dahulu terlihat gersang dan tandus. Walaupun kondisi sekitar jembatan belum seperti semula, saat ini kondisinya sudah lebih baik dibandingkan dua tahun yang lalu.

Pepohonan Di Sekitar Jembatan Plunyon Sleman Setelah Erupsi Gunung Merapi 2010

Bangunan Jembatan Plunyon Kalikuning yang terkena hembusan awan panas erupsi Gunung Merapi kondisinya masih berdiri kokoh. Awalnya pemerintah daerah sempat mengeluarkan larangan melintasi jembatan tersebut karena berbahaya dan rawan runtuh. Namun setelah dilakukan penelitian, jembatan tersebut masih kokoh, kuat, dan cukup aman untuk dilewati. Hanya saja pagar pengaman yang terpasang pada kedua sisi jembatan sudah tidak aman dan berbahaya karena dapat patah sewaktu-waktu. Jembatan Plunyon dapat dilewati dengan menggunakan kendaraan beroda dua saja karena lebar jembatan hanya sekitar 2 (dua) meter.

Baca Juga  Mie Ayam Bangka Pak Harun, Salah Satu Kuliner Khas Bangka di Yogyakarta

Tanggul Sungai Di Bawah Jembatan Plunyon Sleman Setelah Erupsi Gunung Merapi 2010

Daerah Aliran sungai berubah menjadi lebih lebar dan arusnya cukup deras pada musim penghujan. Kondisi bendungan atau dam yang berada di sebelah bawah jembatan masih terlihat utuh namun mengalami pendangkalan oleh material pasir.  Pengunjung yang mendatangi kawasan Jembatan Plunyon Kalikuning memiliki tujuan untuk berburu foto atau sekedar penasaran melihat kondisi Jembatan Plunyon setelah erupsi Gunung Merapi di tahun 2010. Orang-orang sering memanfaatkan tempat ini untuk foto selfie, foto model, foto grup, bahkan foto prewedding karena tempatnya menarik dijadikan latar foto dan tidak dikenakan biaya alias gratis. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. kang Soleh:

    Aslmkm.kalo terus dibiarkan…..maka rusak dan musnahlah jembatan plunyon itu.Maka perlu diadakan restorasi….,Karena dilihat bentuknya yg artistik dan sisa2 bangunannya …. maka perlu diambil sejarah dan ilmu pembangunannya.

Kirim pendapat