Jembatan Layang Lempuyangan

Jembatan Layang Lempuyangan
3 (60%) 1 vote

Sebagai jembatan layang pertama yang dibangun di kota Yogyakarta, jembatan layang Lempuyangan menyimpan banyak sejarah dan perubahan sosial yang ada disekitarnya. Hingga saat ini, jembatan layang Lempuyangan ini masih dimanfaatkan oleh pengguna jalan raya khususnya kendaraan bermesin untuk menyeberangi lintasan jalur kereta api.

Jembatan Layang Lempuyangan (Fly Over Lempuyangan) merupakan jembatan layang pertama di kota Yogyakarta yang dibangun pada tahun 1988. Lokasi berada diantara Stasiun Lempuyangan dengan Sekolah Kedinasan  Masinis milik PT KAI di Pengok yang menghubungkan Jalan DR. Soetomo dengan Jalan DR. Wahidin Sudirohusodo.

Meskipun keberadaannya sudah cukup lama di kota Yogyakarta, hanya sedikit orang yang menyetahui sejarah pembangunan dan kehidupan dari waktu ke waktu di sekitar jembatan layang Lempuyangan. Saat ini kita hanya bisa menyadari kalau tiang penyangga dan dinding jembatan layang ini bertambah fungsi menjadi Taman Mural Kolong Jembatan Layang Lempuyangan.

Tak banyak yang mengetahui sudah berapa kali gambar-gambar mural berganti wujud. Namun para pengendara yang kebetulan melewai kawasan kolong jembatan layang Lempuyangan sebagian besar menikmatinya. Para seniman di kota Yogyakarta sejak beberapa tahun lalu mengubah suasana bagian bawah kolong jembatan layang Lempuyangan agar lebih meriah dan tidak terkesan seperti bangunan mati yang tidak berkesan. Saya sebagai warga Jogja (red:Yogyakarta) tentu saja menyambut baik dan lebih menyetujuinya ketimbang bagian bawah kolong jembatan layang dicat dengan iklan dan logo operator seluler.

Kembali membahas kondisi jembatan layang Lempuyangan, saat ini masih berfungsi secara normal. Meskipun beberapa tahun yang lalu terjadi gempa bumi yang cukup dahsyat menghancurkan beberapa bangunan rumah disekitarnya, jembatan layang ini masih kokoh berdiri. Ketika dilakukan pengecekan setelah terjadi gempa, jembatan masih dalam kondisi baik dan aman untuk dilalui kendaraan.

Lalu lintas di sekitar jembatan layang Lempuyangan saat ini masih tergolong lancar dan terkendali. Kemacetan hanya terjadi pada jalan di bagian bawah jembatan saat ada kereta api yang sedang melintas. Muncul pertanyaan seperti mengapa pada zaman dahulu dibangun jembatan layang ditempat ini bukan di kawasan lalu lintas yang cukup padat dan diperkirakan di waktu mendatang terjadi kemacetan. Pada akhirnya semua pertanyaan terjawab dengan alasan karena masalah politik pada zaman dahulu (era Orde baru) yang sedang menjalankan program Pelita V. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Nahdhi:

    Menurut saya itu pembangunannya juga berkaitan dengan rencana pengembangan jalur lingkar mas (Ring Road).

Kirim pendapat