Pagi di Jembatan Gantung Pundong

Pagi di Jembatan Gantung Pundong
3 (60%) 1 vote

Sejak Jembatan Sesek Pundong putus diterjang banjir sungai Opak, lalu lintas antar kedua sisi sungai harus melewati jembatan besar dengan jarak yang lebih jauh. Namun akhirnya pemerintah berinisiatif membangun jembatan gantung di bekas jembatan beton yang patah tidak jauh dari lokasi jembatan sesek.

Jembatan gantung Pundong terletak di dusun Nambangan menghubungkan antara Desa Seloharjo dengan Desa Srihardono. Jembatan ini pengganti jembatan beton yang patah dan jembatan sesek yang hanyut terbawa banjir. Jembatan sepanjang 110 meter ini dibangun dengan konstruksi baja.

Kondisi Jembatan Gantung Pundong

Suatu pagi, saya mengunjungi jembatan ini untuk mengamati aktivitas warga yang akan berangkat melakukan aktivitas. Suasana pagi yang cerah dan sedikit berkabut membuat suasana tampak mistis karena pandangan sedikit terhalang oleh kabut. Jembatan gantung baru ini terlihat kokoh karena konstruksinya terbuat dari lempengan baja dan kawat baja yang tebal. Dari kejauhan tampak jembatan gantung ini bercat hijau selaras dengan warna pepohonan yang berada di sekitarnya.

Jembatan gantung yang baru ini cukup kuat dilalui kendaraan bermotor roda dua secara bergantian. Aktivitas saat pagi cenderung padat karena cukup banyak lalu lalang pejalan kaki, pengguna sepeda dan sepeda motor melewati jembatan ini. Beberapa orang melintas untuk berangkat menuju sekolah dan menuju ke tempat kerja. Kadang beberapa orang berjalan beriringan sambil membawa rumput dan cangkul untuk bertani. Sungguh pemandangan yang menarik dan tidak terlihat di daerah perkotaan. Jembatan gantung pundong ini cukup menarik digunakan untuk berburu foto dan suasana paginya tidak kalah dengan jembatan gantung yang berada di kedungmiri imogiri. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. attayaya @ Riau Magz:

    jembatan gantung yang tetap ditopang tiang untuk menambah penguatan struktur.
    sungguh indah
    jiahahahaha…….

  2. Andana Paringga:

    suasana pagi di jembatan ini memang luar biasa… :)

Kirim pendapat