Jembatan Gantung Bawuran Bantul, Jembatan Pecontohan Dan Penghubung Dua Desa

Jembatan Gantung Bawuran Pleret merupakan jembatan gantung yang baru selesai dibuat pada akhir tahun 2014 di wilayah kabupaten Bantul. Tujuan pembangunan jembatan ini sebenarnya kurang jelas karena di dekatnya sudah ada jembatan besar yang dapat dilalui kendaraan besar. Usut punya usut jembatan ini merupakan prototipe (percontohan) jembatan gantung yang rencananya akan diaplikasikan ke seluruh Indonesia.

Jembatan Gantung Bawuran merupakan jembatan penghubung antara Desa Gunungkelir dengan Desa Bawuran yang dibatasi oleh aliran Sungai Opak di wilayah Kecamatan Pleret. Pembangunan jembatan ini baru selesai pada akhir tahun 2014.

Rangka Jembatan Gantung Pleret Bantul

Rute paling mudah menuju Jembatan Gantung Bawuran Pleret dimulai dari kawasan Kotagede atau Ringroad Timur menuju Jalan Raya Pleret. Ikuti jalan hingga melewati Pasar Pleret dan perempatan kecil. Pilih jalan ke arah kiri (timur) menuju ke Desa Gunung Kelir. Dalam perjalanan menyusuri jalan akan melewati SMAN 1 Pleret dan gapura Gunung Kelir. Kemudian ada perempatan belok ke kanan, ada pertigaan belok ke kiri, dan akhirnya tiba di Jembatan Gantung Bawuran. Saat ini belum ada papan petunjuk arah menuju jembatan gantung tersebut. Bila masih bingung silakan tanya masyarakat sekitar pasti mengetahui keberadaan jembatan gantung tersebut.

Baca Juga  Daftar 22 Museum Di Kota Yogyakarta

Jembatan Gantung Pleret Bantul Dari Dasar

Pembangunan Jembatan Gantung Bawuran Pleret merupakan proyek yang didanai pemerintah pusat yang rencananya untuk menghubungkan kawasan terpencil dan membuka akses baru. Tujuannya untuk mempermudah masyarakat dalam berbagai sektor mulai segi ekonomi, sosial, budaya, dan sebagainya. Bila tujuan pembangunan jembatan gantung ini berhasil beberapa tahun ke depan akan diaplikasikan ke berbagai daerah terpencil di Indonesia khususnya di luar pulau Jawa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jembatan Gantung Bawuran Pleret dibangun dengan tiang penyangga baja yang dihubungkan dengan kawat baja yang cukup kokoh. Alas jembatan yang dijadikan landasan pelintas jembatan juga terbuat dari baja. Ssemua rangka jembatan dicat warna perak (silver) yang berkilau sehingga sebagian orang menyebutnya dengan Jembatan Perak. Konstruksinya sedikit berbeda dengan Jembatan Gantung Pundong dimana Jembatan Gantung Bawuran Pleret benar-benar dibuat menggantung tanpa adanya tiang penyangga pada bagian bawahnya.

Sungai Opak Dari Tengah Jembatan Gantung Pleret Bantul

Jembatan Gantung Bawuran Pleret hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki atau kendaraan beroda dua seperti sepeda dan motor. Untuk kendaraan beroda empat atau lebih tidak dapat melewati jembatan gantung ini. Pengguna jembatan gantung ini dapat menyeberang dengan saling bergantian karena cukup sempit bila berpapasan. Seperti jembatan gantung yang lain, Jembatan Gantung Bawuran juga memiliki batasan menahan beban penyeberang yang lewat.

Aktivitas pengguna jembatan yang melewati Jembatan Gantung Bawuran Pleret ini masih sedikit dan terbatas masyarakat yang tinggal di sekitar daerah tersebut. Kurangnya informasi mengenai adanya jembatan ini membuat sebagian masyarakat belum mengetahui keberadaan tempat ini. Malahan jembatan ini lebih banyak dikunjungi oleh anak muda yang penasaran dengan keberadaan jembatan ini dan digunakan sebagai tempat berfoto.

Baca Juga  Keindahan Sunset dibalik Kotornya Pantai Pandan Mino

Pengemudi Sepeda Motor Menyeberang Jembatan Gantung Pleret Bantul

Keberadaan Jembatan Gantung Bawuran cukup bermanfaat bagi sebagian masyarakat sekitar karena dapat menghemat waktu dan mempersingkat jarak tanpa harus memutar jalan. Namun bagi kalangan pengguna jalan umum, jembatan ini dirasa kurang efektif karena letaknya cukup tersembunyi dan dibangun di lokasi yang kurang strategis. Mereka lebih memilih melewati jalan umum atau jalan biasa yang lebih luas karena selisih jarak tidak terlalu berpengaruh. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat