Jembatan Damas Trenggalek, Antara Indahnya Arsitektur Dan Bukan Tempat Wisata

Jembatan Damas merupakan salah satu jembatan dengan arsitektur modern dan menarik yang dibangun di Jalur Lintas Selatan Pulau Jawa. Masyarakat sekitar lebih sering menyebutnya dengan nama Jembatan Cengkrong karena lokasinya cukup dekat dengan kawasan Pantai Cengkrong. Selain sebagai bagian proyek pembangunan JLS, Jembatan Damas mempermudah akses menuju beberapa wilayah seperti Karanggongso, Prigi, Munjungan, dan Panggul.

Jembatan Jalur Lintas Selatan (JLS) Damas berada di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Jembatan ini mulai dibangun pada tahn 2012 bersamaan dengan dimulainya pembangunan Jalur Lintas Selatan yang menghubungkan antara Tulungagung dengan Trenggalek.

Kondisi Jalan Lintas Selatan Yang Melintasi Jembatan Damas Trenggalek

Lokasi Jembatan Damas berada di Jalur Lintas Selatan (JLS) yang berada di wilayah kabupaten Trenggalek provinsi Jawa Timur. Tepatnya berada kurang lebih satu kilometer ke arah barat dari kawasan Pantai Cengkrong. Cukup mudah menemukan jembatan ini karena keberadaannya cukup mencolok dan tidak ada jembatan lain yang ukurannya sebesar ini dan semenarik ini disekitar kabupaten Trenggalek.

Perahu Nelayan Yang Terparkir Di Bawah Jembatan Damas Trenggalek

Jembatan Damas Trenggalek memiliki arsitektur unik pada rangka penyangga jembatan. Antara tiang penyangga yang satu dengan yang lainnya dihubungkan dengan rangka berbentuk setengah lingkaran. Arsitektur unik ini hanya dapat disaksikan dari samping jembatan saja. Bila seseorang melihat konstruksi pada bagian atas jembatan terkesan seperti jembatan biasa pada umumnya dan tidak tampak keunikannya.

Pemandangan ke arah laut dari Jembatan Damas tertutup oleh tebing Gunung Kumbokarno. Pemandangan laut atau pantai hanya terlihat pada ujung muara sungai saja. Bila memandang ke arah sisi bawah Jembatan Damas terlihat belasan perahu nelayan yang terparkir di tepi sungai yang bernama Sungai Kalisongo. Dari kejauhan tampak aktivitas nelayan yang sedang memperbaiki perahu atau sedang merapikan jaring yang akan digunakan untuk mencari ikan. Pada sisi sebaliknya akan melihat aliran sungai yang mengarah ke hutan mangrove yang letaknya tidak jauh dari jembatan tersebut.

Baca Juga  Jembatan Duwet Kulon Progo, Dari Masa Ke Masa

Sungai Yang Melintasi Jembatan Damas Trenggalek

Meski menarik untuk dikunjung, Jembatan Damas bukanlah tempat wisata. Jembatan memiliki fungsi utama menghubungkan dua wilayah jalan yang terputus dan bukan sebagai lokasi wisata. Masih banyak tempat menarik di sekitar Jembatan Damas yang dikembangkan untuk pariwisata seperti Hutan Mangrove Pancer, Pantai Cengkrong, Pantai Prigi, dan sebagainya.

Pengunjung tidak dilarang berada di tepi jembatan sekedar menikmati keindahan pemandangan. Namun pengunjung diharapkan tidak berhenti diatas jembatan karena dapat menganggu kelancaran lalu lintas yang ada disekitarnya. Kendaraan dapat diparkir di pinggir jalan atau pada area tanah kosong sekitar jembatan. Selain itu pengunjung memiliki kesadaran lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarang di area jembatan (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. wuaduh:

    Kenapa kok pengunjung dilarang berhenti mas? kan bisa buat foto2 dijembatan sekalian selfie

    • admin:

      Hi Wuaduh, kan ada aturannya mas dimana kendaraan dilarang berhenti diatas jembatan :-)

Kirim pendapat