Jelajah Pegunungan Menoreh

Jelajah Pegunungan Menoreh
2.3 (46.67%) 3 votes

Berawal dari sebuah keisengan, kami tertantang untuk menaklukkan jalur pegunungan Menoreh yang memanjang dari barat laut kota Wates hingga bagian selatan Kabupaten Magelang. Perjalanan dimulai dari kota Wates menuju ke arah Waduk Sermo yang berada di kawasan Pegunungan Menoreh sisi selatan.

Jalanan yang kami lalui sudah cukup bagus, terawat, dan tidak berapa lama akhirnya kami tiba di lokasi Waduk Sermo. Kami berhenti sejenak di obyek wisata ini sambil menikmati panorama alam waduk yang cukup indah. Suasana Waduk Sermo pada pagi hari cukup sepi sehingga dengan leluasa kami berkeliling kawasan Waduk Sermo.

Setelah cukup menikmati suasana Waduk Sermo, kami meneruskan perjalanan menyusuri kawasan Pegunungan Menoreh ke arah utara. Kendaraan kami pacu melewati jalan yang berada di tepian Waduk Sermo hingga sisi yang paling utara.

Pegunungan Menoreh merupakan pegunungan yang berada di sisi barat kabupaten Kulon Progo yang memanjang dari selatan ke utara, sebagian kecil wilayahnya berada di kabupaten Purworejo dan kabupaten Magelang.

Ujung jalan kawasan waduk berubah menjadi jalan desa yang sempit dan sedikit bergelombang sempat membuat kami lebih berkonsentrasi dalam mengendalikan kendaraan. Hingga akhirnya tiba disebuah pertigaan kecil yang salah satu jalannya menuju ke puncak Bukit Kalibiru. Kami memutuskan memilih jalan yang satunya yaitu jalan alternatif menuju Magelang melewati Pegunungan Menoreh.

Dari pertigaan tersebut kami menggunakan jalan alternatif menuju ke Magelang dimana ini kali pertama kami mencoba jalan ini. Kualitas jalan yang kami lalui tergolong cukup dengan jalan telah diaspal dengan beberapa tambalan lubang yang kurang sempurna dalam pengerjaannya. Jalan semakin menyempit dan menanjak membuat kami ekstra hati-hati dalam mengendalikan laju kendaraan. Beberapa persimpangan yang ada sempat membuat kami tersesat dan harus kembali ke jalan semula. Hambatan kecil ini belumlah seberapa daripada hambatan besar yang akan menantang perjalanan kami.

Jalan alternatif menuju ke Magelang ini melewati perkampungan dan hutan yang tumbuh di kawasan Pegunungan Menoreh. Kami sempat panik saat jalan yang kami lalui memasuki wilayah Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Namun begitu bertanya kepada orang yang kami temui di tepi jalan , jalan yang kami lalui sudah benar dan beberapa saat lagi akan kembali memasuki jalan di wilayah kabupaten Kulon Progo. Jalur alternatif yang kami lalui ini memang tembus dengan jalur alternatif penghubung Purworejo dengan Magelang via pergunungan Menoreh.

Jalan alternatif Purworejo-Magelang yang kami lalui ini sudah cukup lebar dan medannya tidak sesulit jalan desa yang kami lewati tadi. Kami melewati beberapa gunung kecil yang terletak di Kecamatan Girimulyo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Purworejo. Pemandangan tebing kapur khas Pegunungan Menoreh mewarnai perjalanan kami saat menyusuri jalanan. Beberapa tebing batu yang kami liat telah ditambang untuk tujuan pembanguan jalan di sekitar kawasan tersebut.

Disebuah ujung dari sebuah tanjakan, kami berhenti melepas lelah sambil melihat pemandangan yang terhampar luas. Terlihat pemandangan Pegunungan Menoreh yang berbukit-bukit dan dibagian ujung masih tampak Waduk Sermo. Waktu semakin siang membuat kami buru-buru meneruskan perjalanan. Saat melewati jalanan menanjak terakhir, kami mendapati papan petunjuk arah persimpangan jalan yang ada di depan kami.

Persimpangan jalan ini cukup penting bila salah memilih jalan akan tersesat jauh dan mengharuskan kita kembali ke tempat semula. Dari papan informasi bila berbelok kiri menuju ke arah Goa Seplawan dengan jalan yang mash rusak, berbelok ke kanan menuju ke Goa Kiskendo (Kiskenda), dan apabila luruh menuju ke Bukit Suroloyo atau jalan alternatif menuju ke Magelang. Akhirnya kami memilih jalan ke arah lurus atau jalan alternatif. Kondisi jalan yang kami lewati cukup bagus dan terlihat baru saja dilakukan pengaspalan baru.

Akhirnya kami menemukan sebuah persimpangan yang tidak terdapat papan petunjuk arah. Tidak ingin tersesat untuk kedua kali akhirnya salah satu dari kami bertanya kepada penduduk yang rumahnya tidak jauh dari persimpangan tersebut. Beberapa menit perjalanan akhirnya kami kembali menemukan sebuah pertigaan yang berujung dengan kenekatan kami, memilih jalan yang kurang bagus namun pemandangannya bagus. Begitulah menurut pendapat orang-orang sekitar yang kami tanyain. Jalan ini merupakan jalan menuju ke sebuah desa Pagerharjo yang terdapat kawasan Desa Wisata Nglinggo, namun pada sebuah persimpangan setelah tanjakan kami mengambil jalan di sebelah kanan untuk menuju ke Bukit Suroloyo

Mulanya jalanan cukup baik untuk dilewati, namun selang beberapa kilometer kondisi jalanan semakin memburuk. Medan yang berkelok-kelok dan menanjak ini banyak lobang disana-sini sehingga perlu ekstra hati-hati dalam mengendarai kendaraan.

Firasat buruk, jalan yang semula beraspal berubah menjadi jalan tanah yang berupa tumpukan batu. Kecepatan motor dikurangi dan mencoba memilih jalan yang baik untuk dilewati. Beberapa kali ban roda tergelincir walaupun tidak sampai jatuh. Jalanan memang offroad dan cukup menyulitkan bagi motor kami yang hanya cocok di jalan beraspal.

Motor kami sempat tergelincir namun tidak sampai jatuh. Jalanan batu yang cukup licin ditambah beberapa jalan banyak terdapat lumpur yang tergenang air cukup menyulitkan kami melewati medan ini. Tergelincir berkali-kali memang cukup berbahaya mengingat sebelah kiri berupa tebing dan sebelah kanan berupa jurang.

Perjalanan melewati beberapa gunung di jalan tanah dan berbatu sungguh sangat melelahkan. Di tengah perjalanan sempat merasa putus asa karena tempat tujuan kami yaitu kawasan wisata Puncak Suroloyo belum sampai juga. Cuaca yang mendung cukup menakutkan karena posisi kami berada di tengah hutan belantara yang jauh dari pemukiman penduduk.

Untung saja kami berpapasan dengan seseorang yang sedang mencari kayu di hutan dan kami diberi tahu arah yang benar menuju ke kawasan wisata Puncak Suroloyo. Akhirnya satu jam lebih sedikit, kami berhasil melewati tantangan jalanan ini. Setelah menemui jalan utama berupa jalan aspal, kami langsung memacu laju kendaraan untuk segera tiba di Puncak Suroloyo. Inilah pengalaman kedua kami melintasi jalanan offroad ketika sebelumnya di tahun kemarin melintasi jalanan offroad menuju Kawah Candradimuka. (text/foto: annosmile)

Ada 16 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. riFFrizz:

    gununge bentuke unik (gambar kedua)

  2. mawi wijna:

    wedalah ke Suroloyo aja rutenya pakai menyusuri Menoreh? ekstrim tenan…

  3. budies:

    itu apa ya yang diceritakan sh mintardja ” api di bukit menoreh” itu ya…anakku yang kembar sampai tak kasih nama AGNI-ARDI lho
    puncaknya keren mass

  4. addiehf:

    wuihhhhh mantap…….. menaklukkan gunung hanya untuk sebuah keisengan (applause)

  5. katakataku:

    @riffrizz: mecunghul; semacam punya yo (ninja)

  6. koplak:

    dulu diriku pernah mendaki bos di desa salaman magelang tepatnya

  7. soewoeng plasu:

    tapi si koplak pasti jalan kaki bukan naik motor

  8. kota solo:

    gambar gunung sing nduwur kui kok rodo saru ya,,, hahahahah

  9. aming:

    sejuuukkkk….
    I like it…..

  10. Pencerah:

    ketoke wis tau mrono

  11. munawar am:

    uhanniukum bi’iidin sa’iid.. taqabbalallohu minna wa minkum minal ‘aaidiina wal faaiziin, mohon maaaf lahir batin

  12. mas mojo:

    dulu jaman belum ke jakarta masih sangat banyak waktu( belum kerja) pernah sampe atas bukit suroloyo sama temen2 tapi lewat sisi barat , sekarang di sisi utara timur sudah ada hotel mewah untuk ukuran saya namanya ” Hotel AMAN JIWO ” untuk standar hotel bintang 4 hebatlah untuk kawasan yang notabene jauh dari kota besar.

  13. Hera:

    Pegunungan menoreh dilihat dari Timur terlihat lekukan-lekukan terlihat cantik, apalagi sampai menyusurinya lewat jalan-jalan kecil yg jarang dilewati mungkin memberikan pengalaman yang mengasikkan. Saya dari Sleman barat jadi agak dekat dengan kulon progo. Di kulon progo ada Pemakaman Pahlawan Nyi Ageng Serang Kl tertarik berkunjung saja.

  14. earlly.com:

    kemaren aku ke puncak suroloyo…dan memang sungguh luar biasa ciptaan tuhan…

  15. lilik herbudiyanto:

    ijin nyimak aja gan,,kalo ngomongin naik gunung pernah kesasar di Gn lawu

  16. yuzdan:

    kerennnn,,,enak kyknya liburan sama anak klo ke gunung

Kirim pendapat