Mengintip Instalasi Pengolahan Air Bersih Kawasan Jababeka

Mengintip Instalasi Pengolahan Air Bersih Kawasan Jababeka
3.3 (66.67%) 3 votes

Salah satu hal yang menarik ketika mengunjungi kawasan industri Jababeka adalah unit yang menyediakan air bersih dimana sistem pengolahan air bersih dikelola oleh perusahaan swasta, bukan dari perusahaan yang berada dibawah pemerintah (PDAM). Unit pengolahan yang dinamakan PT Jababeka Infrastruktur Water Treatment Plan II ini berada tidak jauh dari lokasi Movieland dan President University.

Kami langsung disambut dari perwakilan dari PT Jababeka Infrastruktur Water Treatment Plant dan diajak berkeliling seputar lokasi pengolahan air bersih. Dijelaskan sambil berkeliling, Instalasi Air Bersih Jababeka ini menggunakan bahan baku air dari Kalimalang yang dicampur dengan air sungai yang dekat dengan unit pengolahan. Air dari Kalimalang dialirkan melalui selokan air yang diarahkan menuju ke unit pengolahan kemudian melewati beberapa kawat penyaring (filter) sebelum memasuki bak penampungan awal (bak intake).

Melihat bahan baku berupa air sungai yang terlihat berwarna kecoklatan dan tidak jernih dirasa tidak layak bila langsung dipergunakan tanpa melewati proses pengolahan. Selain itu bahan baku air yang cercampur dengan sampah harus melewati proses penyaringan awal yang tujuannya memisahkan partikel air dengan sampah-sampah yang hanyut dalam air (sungai). Dijelaskan setiap hari, sampah-sampah yang tersaring diangkat dan dibuang di bak penampungan sampah.

Air yang dipompa menuju tabung atau kolam koagulasi dan terjadi proses destabilisasi dengan proses pengkabutan dengan senyawa PAC (Poly Alumunium Choride). Pada proses koagulasi ini dilakukan proses destabilisasi partikel koloid, karena pada dasarnya air sungai atau air-air kotor biasanya berbentuk koloid dengan berbagai partikel koloid yang terkandung di dalamnya.

Selanjutnya melalui proses pengadukan lambat (flokulasi) dan sedimentasi partikel koloid yang berikatan dengan senyawa PAC. Koloid yang berupa lumpur akan terpisah dengan air dan mengendap. Endapan lumpur tersebut yang mengandung senyawa PAC, kembali diproses untuk mengembalikan senyawa PAC agar bisa digunakan kembali dalam proses pengkabutan atau destabilisasi.

Selanjutnya air yang telah dipisahkan dari lumpur dimasukkan kedalam tabung filtrasi yang berisi pasir silica yang berlapis dengan ukuran berbeda berfungsi menyaring air dari partikel-partikel kecil yang masih terangkut. Proses ini dilakukan secara grafitasi dan menggunakan dua buah tabung raksasa yang susunan lapisan pasir silika yang berkebalikan.

Hasil akhir dari hasil pengolahan air bersih diarahkan kedalam bak penampungan air bersih sementara sebelum didistribusikan ke seputaran area industri dan perumahan yang terletak di dekat unit pengolahan. Produk akhir air bersih dari unit pengolahan air bersih ini aman dipergunakan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari walaupun bila dikonsumsi harus melalui proses perebusan terlebih dahulu karena tidak disarankan dikonsumsi dalam kondisi mentah.

N.B. : Hanya cerita kunjungan semata. Maaf bila ada salah menangkap penjelasan dari tour guide water treatment plant. Tidak disarankan sebagai referensi.

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. mila:

    itu di poto paling akhir, tangki airnya yg tengah bagus jg ya? dimana belinya ya, buat di taro di tower air rumah gw wkwkwkkk

  2. Pencerah:

    yang skala sederhana ada gak ya kang?

  3. rizky:

    assalam wr wb
    maaf, ada alamat email atau contact PT jababeka nya nggak,?
    saya rencana juga mau kunjungan kesana
    makasi sebelumnya :)

Kirim pendapat