Hutan Wisata TNGM Kaliurang, Daya Tariknya Mulai Memudar

Hutan Wisata TNGM Kaliurang atau lebih dikenal dengan Taman Wisata Plawangan Turgo Kaliurang merupakan salah satu tujuan wisata unggulan di kawasan wisata alam Kaliurang Sleman. Daya tarik utama dari hutan wisata ini cukup beragam, selain mendapatkan pemandangan kawasan hutan lereng gunung juga ada potensi menarik seperti air terjun dan gardu pandang. Namun pesonanya saat ini mulai pudar karena mahalnya tiket masuk dan tidak ada daya tarik baru dalam kawasan wisata ini.

Hutan Wisata Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Kaliurang menempati wilayah desa Hargobinangun, kecamatan Pakem, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Hutan wisata ini dikelola tersendiri oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi.

Pintu Masuk Hutan Wisata TNGM Kaliurang Sleman

Lokasi Hutan Wisata TNGM Kaliurang berada di area Tlogo Muncar yang berdekatan dengan Terminal, Pasar dan Embung Tlogo Putri. Dari Gerbang masuk kawasan wisata alam Kaliurang ikuti jalan terus hingga tiba di area parkir dan Terminal Tlogo Putri. Kendaraan diparkir di tempat parkir yang disediakan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati area pasar tradisional Tlogo Putri Kaliurang hingga ujung jalan. Akhirnya pengujung tiba di gerbang masuk Hutan Wisata TNGM Kaliurang.

Lorong Jalan Di Hutan Wisata TNGM Kaliurang Sleman

Kawasan Hutan Wisata TNGM Kaliurang sempat menjadi wisata favorit pada satu dekade tahun yang lalu. Pada era tersebut Kaliurang masih menjadi wisata unggulan untuk wisatawan yang akan berlibur di Yogyakarta. Namun saat ini sudah berubah, Kaliurang sudah dicoret dari daftar wisata yang wajib dikunjungi ketika berwisata di Yogyakarta. Saat memasuki gerbang masuk Hutan Wisata TNGM Kaliurang, suasana terlihat sepi dan tidak ada antrian pembelian tiket masuk.

Baca Juga  Asal Usul Sleman

Area air mancur kecil menyambut pengunjung yang memasuki Hutan Wisata TNGM Kaliurang. Dari tempat ini ada persimpangan jalan dimana jalan ke kiri naik menuju Bukit Plawangan, jalan lurus menuju ke Air Terjun Tlogo Muncar, dan jalan ke arah kanan menuju ke Bukit Pronojiwo. Area taman bermain yang berada di dekat Air Terjun Tlogo Muncar merupakan area paling favorit bagi pengunjung Hutan Wisata TNGM Kaliurang.

Taman Bermain Di Hutan Wisata TNGM Kaliurang Sleman

Kera-kera liar dengan jenis kera ekor panjang (Macaca fascicularis) banyak berkeliaran di sekitar area Hutan Wisata TNGM Kaliurang. Keberadaannya sering ditemukan di sekitar area gardu pandang Bukit Pronojiwo dan dekat taman bermain di dalam kawasan hutan wisata. Kera-kera tersebut biasanya terlihat bergerombol dan berlari kejar-kejaran satu sama lain. Kadang-kadang kera tersebut mendekati pengunjung untuk meminta makanan yang dibawa. Hal ini kadang membuat takut sebagian pengunjung karena tiba-tiba kera tersebut muncul dihadapannya. Sebenarnya kera-kera tersebut tidak ganas dan tidak menganggu pengunjung. Mereka hanya merasa kelaparan dan ingin meminta makanan dari para pengunjung. Beberapa pengunjung yang sedang berada di dekat gerombolan kera kadang memberi makan mereka berupa kacang, potongan roti, dan sebagainya.

Saat ini, kondisi Hutan Wisata TNGM Kaliurang berbanding terbalik dengan beberapa tahun sebelumnya yang ramai pengunjung meskipun hari-hari biasa. Sejak diberlakukan tarif baru oleh Taman Nasional Gunung Merapi, perlahan-lahan jumlah pengunjung hutan wisata ini berkurang akibat mahalnya tiket masuk. Kenaikan tiket masuk yang lebih dari 300% cukup memberatkan pengunjung karena saat memasuki kawasan wisata alam Kaliurang juga ditarik retribusi masuk.

Baca Juga  Jembatan Galau Dan Hutan Mangrove Pancer Cengkrong Trenggalek

Monyet Liar Di Hutan Wisata TNGM Kaliurang Sleman

Mahalnya tiket masuk Hutan Wisata TNGM Kaliurang dan sepinya kunjungan wisawatan ke hutan wisata tersebut juga berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan wisata alam Kaliurang. Tidak heran bila jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Kaliurang perlahan-lahan menurun dari tahun ke tahun. Wisatawan yang berasal dari Yogyakarta mulai mengalihkan kunjungan wisata dari Kaliurang ke daerah wisata baru yang lebih menarik dan lebih murah. Sebut saja contohnya Hutan Pinus Mangunan dan Puncak Becici, keduanya menawarkan pemandangan hutan pinus yang lebih menarik sebagai lokasi bersantai dan berfoto dibandingkan dengan hutan alami lereng Gunung Merapi ini. Selain itu tidak dikenakan retribusi masuk alias gratis dan pengunjung hanya dikenakan biaya parkir saja. Pemerintah daerah setempat bersama pengelola hutan wisata nampaknya harus melakukan terobosan baru agar kawasan wisata di sekitar Kaliurang tidak sepi pengunjung. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Hutan Wisata TNGM Kaliurang
Taman Nasional Gunung Merapi, Kaliurang, desa Hargobinangun, kecamatan Pakem, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta

Retribusi
Wisatawan Nusantara: Rp 8.500,-
Wisatawan Asing: Rp 226.000,-

Kirim pendapat