Hutan Pinus Pengger, Rerimbunan Hutan Pinus Nan Asri Dan Damai

3.2
17

Hutan Pinus Pengger Dlingo merupakan alternatif wisata hutan pinus di perbukitan Dlingo selain Hutan Pinus Mangunan. Hutan ini menawarkan daya tarik wisata alam yang lebih alami dan lebih asri dibandingkan hutan pinus yang berada di daerah Mangunan tersebut. Nama hutan pinus ini mulai dikenal setelah pengelola secara resmi membuka kawasan hutan tersebut menjadi obyek wisata.

Hutan Pinus Pengger terletak di dusun atau padukuhan Sendangsari, desa Terong, kecamatan Dlingo, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Papan Tulisan Hutan Pinus Pengger Bantul

Lokasi Hutan Pinus Pengger berada di perbukitan Dlingo sebelah utara yang dekat dengan perbukitan wilayah Piyungan Bantul. Rute terdekat menuju Hutan Pinus Pengger dari pusat kota Yogyakarta ke arah timur melewati Jalan Wonosari Yogyakarta. Dari pertigaan Piyungan ambil jalan naik menuju ke arah Patuk Gunungkidul. Sesampai di perempatan puncak Bukit Patuk atau Bukit Bintang ambil arah ke kanan menuju Jalan Raya Patuk-Dlingo. Selama perjalanan akan melewati Wisata Watu Amben dan beberapa menit berselang tiba di kawasan wisata Hutan Pinus Pengger di sisi kanan jalan. Kendaraan pengunjung dapat diparkir di area parkir yang dijaga oleh pengelola wisata hutan pinus tersebut.

Suasana Hutan Pinus Pengger Bantul

Hutan Pinus Pengger Dlingo diresmikan sebagai tempat wisata pada tanggal 7 April 2016 dan saat ini dikelola oleh masyarakat desa setempat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata. Hutan pinus ini menggunakan area hutan yang dibawah pengelolaan RPH Mangunan sama seperti wisata hutan pinus lain yang berada di perbukitan Dlingo Bantul. Kontur tanah hutan pinus ini berbukit dimana memiliki kemiripan dengan kontur tanah di Puncak Pinus Becici. Pengunjung yang ingin berada di tengah-tengah area hutan pinus harus berjalan menaiki puncak bukit melewati anak tangga sederhana yang terbuat dari tanah. Sedikit informasi, sebelum dikembangkan sebagai tempat wisata, hutan pinus ini berfungsi sebagai hutan produksi dimana getah pinusnya disadap sebagai bahan baku industri.

Baca Juga  Mata Air Ngreneng, Blue Lagoonnya Gunungkidul

Pepohonan pinus di Hutan Pinus Pengger masih terbilang rapat sehingga pada siang hari pun matahari tidak menembus area dasar pohon. Pemandangan ini tampak istimewa bagi yang mendambakan hutan pinus yang rapat dan masih terlihat alami. Suasana disekitar hutan pinus terasa sejuk dengan angin sepoi-sepoi yang berhembus dari sisi timur dan kadang dari sisi selatan.

Gardu Pandang Selfie Di Hutan Pinus Pengger Bantul

Gardu pohon yang dibangun di Hutan Pengger Dlingo cukup menarik dengan bentuk menyerupai jembatan diantara dua pohon. Spot jembatan kayu diantara dua pohon pinus ini menjadi salah satu andalan promosi wisata di dalam kawasan wisata hutan pinus. Pengunjung yang ingin naik ke atas gardu pohon dan jembayan kayu ditarik biaya seikhlasnya dengan mengisi kotak dana yang diletakkan di tangga naik gardu pohon.

Jembatan Kayu Di Atas Pohon Hutan Pinus Pengger Bantul

Daya tarik lain Hutan Pinus Pengger Dlingo adalah spot untuk menikmati matahari terbenam di area Watu Adeg (Watu Ngadeg) atau ujung barat hutan pinus yang ditandai oleh area batu lava vulkanik yang telah membeku. Batuan lava beku ini mirip seperti batuan lava beku di Wisata Watu Amben dan Gunung Api Purba Nglanggeran yang letaknya tidak jauh dair tempat tersebut. Dari tempat ini pengunjung dapat menikmati momentum matahari terbenam atau sunset dari atas ketinggian dengan pemandangan yang hampir sama dengan Puncak Pinus Becici yang letaknya berada di sebelah selatannya. Bila kondisi cuaca cukup cerah akan terlihat jelas Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di sisi sebelah kanan.

Spot Matahari Terbenam Hutan Pinus Pengger Bantul

Potensi wisata yang belum serius dikembangkan menjadi wisata di Hutan Pinus Pengger adalah keberadaan Goa Macan dan Goa Lempeng. Asal usul pemberian nama Goa Macan karena pada dinding-dinding Goa terdapat bekas cakaran Harimau. Akses menuju goa ini masih sulit dan pembangunan akses jalan yang belum selesai. Diharapkan kedepannya dapat menjadi daya tarik tambahan di dalam kawasan hutan pinus ini.

Baca Juga  19 Bioskop Tua Yang Pernah Ada Di Yogyakarta

Fasilitas pendukung wisata di Hutan Pinus Pengger cukup lengkap mulai dari kamar mandi umum, mushola, dan warung penjaja makanan serta minuman. Pengunjung diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah ditempat yang disediakan. Secara keseluruhan Hutan Pinus Pengger dapat menjadi alternatif wisata Hutan Pinus Mangunan yang sudah ramai pengunjung dan terlihat kurang menarik lagi karena pembangunan kawasan wisata yang berlebihan. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Hutan Pinus Pengger
Dusun Sendangsari, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta

Retribusi
Tiket Masuk : *gratis*
Parkir Motor : Rp 3.000,-
Parkir Mobil : Rp 10.000,-
Ijin Preewedding ; Rp 50.000,-

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. avant garde:

    selalu ada alasan buat ke jogja, tiap tahun makin banyak aja wisata alam n buatan yg dibikin sm masyarakat :)

    • admin:

      Hi avant garde,
      SIlakan kunjungi tempat ini kalau berlibur ke Yogyakarta :-)

Kirim pendapat