Hutan Mangrove Pantai Baros Bantul Dan Muara Sungai Opak

Hutan Mangrove Pantai Baros Bantul Dan Muara Sungai Opak
3.4 (68%) 10 votes

Hutan Mangrove Pantai Baros merupakan kawasan ekowisata hutan mangrove dan wisata pantai selatan di kabupaten Bantul. Kawasan ini dibangun atas dasar inisiatif dari masyarakat sekitar yang peduli dengan alam khususnya di daerah tepian muara sungai Opak dan Pantai Baros. Perlahan-lahan dilakukan penanaman pohon bakau di sekitar kawasan tersebut secara bertahap. Beberapa tahun kemudian, tanaman bakau yang ditanam tumbuh dengan lebat dan berhasil membentuk hutan bakau kecil.

Kawasan Hutan Mangrove (Bakau) Muara Sungai Opak terletak di Dusun Baros, Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Dusun Baros merupakan kawasan perintis hutan bakau pada salah satu area di muara sungai Opak sehingga kawasan hutan mangrove tersebut sering disebut Kawasan Mangrove Baros.

Papan Kawasan Mangrove Pantai Baros Bantul

Lokasi Hutan Mangrove Pantai Baros Bantul berada di sebelah barat muara Sungai Opak dan disebelah timur Pantai Samas. Patokan utama kawasan hutan mangrove dan pantai Baros adalah nama dusun Baros sebagai dusun yang mengelola sekaligus pemilik lahan kawasan tersebut. Dari kota Yogyakarta ikuti Jalan Parangtritis hingga kilometer 27. Saat menemui persimpangan lalulintas yang terdapat pos polisi Kretek, pilihkan jalan ke arah kanan menuju ke Pantai Samas dan Pantai Baros. Perjalanan dilanjutkan dengan mengikuti jalan beraspal sempit dan tidak lama kemudian menemukan papan petunjuk arah menuju Hutan Mangrove dan Pantai Baros. Setelah memasuki area dusun Baros dan hingga ujung jalan akhirnya tiba di lokasi.

Hutan mangrove (bakau) adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Fungsi hutan mangrove antara lain untuk mencegah kerusakan areal pertanian dan perikanan dari abrasi, untuk mencegah bahaya angin laut berkadar garam tinggi yang merusak areal pertanian, serta sebagai upaya srategi mitigasi bencana tsunami dan membentuk kembali daratan-daratan yang hilang akibat abrasi.

Jembatan Di Kawasan Mangrove Pantai Baros Bantul

Sebelum memasuki area hutan mangrove, saya berjalan kaki melewati persawahan kemudian menyeberang ke sungai kecil yang terisi air ketika air pasang. Tiba di kawasan hutan mangrove, dibeberapa sudut terlihat tanaman mangrove atau bakau tumbuh dengan lebat, walaupun ada beberapa tanaman yang daunnya tampak kering dan berwarna kecoklatan. Didekatnya terdapat hamparan rumput yang digunakan oleh petani untuk mencari pakan ternak.

Kawasan Mangrove Baros di Muara Sungai Opak dahulu dirintis dan dikelola oleh LSM Relung dalam program pembibitan dan saat ini organisasi setempat yang tergabung dalam Kelompok Pemuda Pemudi Baros (KP2B) dan dukungan beberapa instansi ikut mensukseskan pengembangkan hutan mangrove dan penyelamatan muara sungai Opak.

Kondisi Pohon Mangrove Di Pantai Baros Bantul

Di beberapa tepi sungai kecil terdapat beberapa bibit tanaman bakau yang baru saja ditanam tempo hari oleh sekelompok mahasiswa. Kami diberitahu oleh petani yang kebetulan mencari rumput di dekat area hutan mangrove ini. Petani tersebut juga bercerita, hutan mangrove disini sebetulnya sudah ditanam beberapa tahun yang lalu dan hingga sekarang terus dilakukan penanaman tanaman mangrove. Beberapa organisasi dan masyarakat turut serta dalam penanaman untuk menyelamatkan kawasan muara sungai yang terus menerus mengalami abrasi dan pelebaran area muara sungai setiap tahunnya.

Muara Sungai Opak merupakan salah satu sungai yang mempunyai hulu di Gunung Merapi (Sungai Code, Sungai Gajahwong, dan Sungai Opak) dan kawasan karst pegunungan seribu (Sungai Oyo). Muara Sungai Opak berada diantara Pantai Depok dengan Pantai Samas. Material yang terbawa oleh sungai ini adalah campuran antara pasir vulkanik dan juga tanah liat dari kawasan karst yang kemudian mengendap di sepanjang muara sungai Opak.

Salah Satu Jenis Bakau Di Hutan Mangrove Pantai Baros Bantul

Ketika tiba berada di tepi muara sungai Opak, terdapat beberapa puluh are tanaman mangrove yang masih muda dan baru memiliki ketinggian kurang dari setengah meter. Sepertinya beberapa hari atau minggu yang lalu area ini juga telah dilakukan penanaman bibit mangrove. Bila diperhatikan, tanaman mangrove yang ada mampu bertahan hidup. Daunnya tidak mengalami kekeringan padahal ditanam di area tanah yang merupakan endapan lumpur campuran pasir vulkanik dan tanah liat.

Papan Larangan Berburu Di Hutan Mangrove Pantai Baros Bantul

Hal yang tidak mungkin terlewatkan adalah sampah. Sampah yang hanyut dari hulu sungai kadang tersangkut di kawasan muara ketika air pasang bahkan bisa hanyut sampai lautan sehingga membuat kotor laut dan tepian pantai. Sampah merupakan masalah klasik yang sampai saat ini belum dapat dipecahkan, kawasan yang sebenarnya bersih bisa terkena imbasnya yang hanyut dari kawasan lain.Jalan Setapak Menuju Pantai Baros Bantul

 

Kawasan Mangrove Baros Muara Sungai Opak memang merupakan kawasan perintis di muara sungai kabupaten Bantul. Keberadaannya patut diacungi jempol karena kawasan tersebut berhasil mengembangkan hutan bakau yang sebelumnya diprediksi tidak dapat tumbuh dengan kondisi tanah dan lingkungan yang tidak memenuhi persyaratan. Usaha penanaman mangrove merupakan salah satu usaha untuk menyelamatkan kawasan pesisir pantai dari abrasi ombak laut selatan.

Kondisi Pantai Baros Bantul Dan Muara Sungai Opak

Saat ini, rutin beberapa bulan sekali dilakukan kegiatan penanaman tanaman bakau (mangrove) di area lahan hutan bakau yang belum dilakukan penanaman. Kegiatan tersebut mampu menarik banyak wisatawan dan organisasi sosial yang peduli akan lingkungan. Kegiatan penanaman bakau ini juga dapat menjadi media pembelajaran bagi para murid yang sedang bersekolah. Dampak positifnya adalah abrasi di sekitar muara Sungai Opak mulai berkurang dengan usaha pengembangan hutan bakau di muara Sungai Opak. Usaha lain yang sedang dilakukan adalah penanaman tanaman Cemara Udang yang membentang dari Pantai Pandan Mino hingga Pantai Kuwaru.

Ada 8 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. airyz:

    sangat disayangkan ya, banyak sampah :(

  2. jarwadi:

    di bantul pun ternyata ada mangrove. dulu pernah ditanya dimana ada mangrove, saya bilangnya tidak tahu, hehe

  3. soewoeng:

    jadi inget cerita cerita silat jaman dulu… sungai opak sering buat pertempuran

  4. mila:

    itu kenapa banyak sampah gitu *hiks

  5. zulhaq:

    sampah dan tepian laut sulit untuk dipisahkan. seperti hujan yang sulit dipisahkan dengan kerinduan :D

  6. m-amin:

    Kalau nggak pecinta alam sejati nggak bakalan datang ke mangrove mas…pada ngeri kali ya.

  7. siti:

    hutan mangrove baros tuh suasananya nyaman dan asri banyak terdapat sungai-sungai kecil yang banyak ikannya.. asyiiiiikkkkk!!!

  8. yustinua:

    Mangrove pantai Baros adalah mangrove dg konsep eko eduwisata, ada beberapa paket wisata yang bisa dipilh,outbond,sisir sungai dg perahu,dan tentu saja penanaman mangrove.

    Salam lestari

Kirim pendapat