Keunikan Gumuk Pasir Parangkusumo

Keunikan Gumuk Pasir Parangkusumo
5 (100%) 2 votes

Keberadaan gumuk pasir (gurun/padang pasir) yang berada di sebelah barat Pantai Parangtritis sepertinya sudah tidak asing lagi bagi para wisatawan yang sering berkunjung ke Pantai Parangtritis. Fenomena gumuk pasir ini tergolong unik karena terbentuk di kawasan yang memiliki curah hujan tinggi dan merupakan satu-satunya yang ditemukan di Indonesia selain di kawasan gurun di Afrika.

Gumuk Pasir Parangkusumo terletak di sebelah barat Pantai Parangkusumo, salah satu pantai di kawasan Pantai Parangtritis. Merupakan satu-satunya gumuk pasir (sand dune) yang ditemukan di Asia Tenggara.

Perjalanan menuju ke gumuk pasir Parangkusumo ini cukup mudah, lokasinya berada pada jalur yang menghubungkan Pantai Parangtritis dengan Pantai Depok. Posisi tepatnya disebelah barat kawasan yang digunakan untuk kegiatan manasik haji. Kendaraan dapat diparkir di warung-warung semi permanen yang menyediakan jasa parkir atau ditepi jalan. Tidak ada penjagaan di area gumuk pasir Parangkusumo sehingga kita bebas berjalan-jalan di gumuk pasir tersebut.

Bila datang pagi atau sore hari, akan terlihat jelas pattern dan tekstur guratan seperti aliran air pada bukit-bukit yang terbentuk. Proses pembentukan pattern ini disebabkan angin laut yang pelan. Pada siang hari guratan tersebut menghilang diterpa angin yang kencang dan bergulung-gulung. Kawasan gumuk pasir Parangkusumo ini menjadi tempat favorit untuk berfoto maupun sebagai tempat penelitian. Setiap pagi dan sore hari, banyak pengunjung datang ke tempat ini menikmati senja sambil berfoto-foto. Ada juga yang memanfaatkannya sebagai area buat foto preewedding atau foto model. Bahkan gumuk pasir ini juga sering digunakan untuk syuting film  berskala nasional dan internasional.

Partikel pasir pada gumuk pasir Parangkusumo berasal dari material vulkanik Gunung Merapi yang terbawa arus sungai hingga ke muara, lalu terhantam ombak samudera dalam proses ribuan tahun sehingga terjadilah gurun pasir tersebut.

Saat ini sebagian kawasan gumuk pasir Parangkusumo telah ditanami pohon cemara udang. Semaian pohon cemara udang ditanam secara teratur dan diberi jarak tertentu. Pemandangan jadi terlihat aneh karena semakin lama semaian pohon cemara udang tertambah tinggi dan tidak terlihat seperti gumuk pasir. Menurut informasi usaha penanaman pohon cemara udang yang dilakukan departemen atau pemerintah itu justru dapat menghilangkan keberadaan gumuk pasir.

Kurang jelas alasan mengapa dilakukan penananam pohon cemara udang di gumuk pasir Parangkusumo tanpa dilakukan riset atau penelitian sebelumnya. Fungsi utama penanaman pohon cemara udang di pesisir pantai adalah untuk mencegah abrasi yang disebabkan gelombang air laut padahal posisi gumuk pasir jauh dari tepi pantai. Sepertinya kurang tepat dilakukan penanaman pohon cemara udang dan dikhawatirkan menimbulkan kerusakan ekosistem. Semoga sebelum terjadi kerusakan meluas pada gumuk pasir akibat kesalahan penanaman pohon cemara udang, dilakukan pencabutan kembali semaian pohon cemara udang yang telah ditanam dan menggunakan metode lain untuk melindung kawasan gumuk pasir. (text/foto: annosmile)

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. dafhy:

    Pemandangannya ajib bener mas. keren euy

  2. applausr:

    jadi kangen dulu bermain disini.. ngumpetin sandal, eh sandalnya benar benar hilang.. apa karena warnanya hijau ya.. :)

Kirim pendapat