Grojogan Watu Purbo Sleman, Bendungan Bertingkat 6 Di Ujung Utara Sleman

Grojogan Watu Purbo merupakan daya tarik wisata baru yang dikembangkan oleh masyarata desa sekitar Tempel Sleman pada awal tahun 2020. Wisata baru ini menawarkan keindahan air terjun bertingkat 6 (enam) yang sebenarnya merupakan buatan atau tidak alami. Air terjun ini mengalir pada aliran Sungai Krasak (Kali Krasak) yang menjadi perbatasan dua wilayah.

Grojogan Watu Purbo beralamat di dusun Bangunrejo, desa Merdikorejo, kecamatan Tempel, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta 55552.

Lokasi Grojogan Watu Purbo berada di perbatasan antara 2 (dua) provinsi dan 2 (dua) kabupaten yaitu kabupaten Sleman yang masuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan kabupaten Magelang yang masuk wilayah provinsi Jawa Tengah. Pihak pertama kali mengembangkan tempat ini menjadi daerah wisata adalah warga dusun Bangunrejo yang berada di wilayah kabupaten Sleman. Akses untuk menuju tempat ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Rute menuju Grojogan Watu Purbo dari area Pasar Tempel (jalan Magelang) menuju ke arah kecamatan Turi(Pakem-Kaliurang). Pada perempatan pertama yang terdapat petunjuk arah Desa Merdikorejo ambil ke kiri dan ikuti jalan terus hingga menemui SD Muhammadiyah Gondanglegi. Pada samping SD Muhammadiyah Godanglegi terdapat gapura atau gang jalan masuk selanjutnya ikuti jalan tersebut hingga tiba di lokasi. Area parkir kendaraan telah disediakan oleh pengelola wisata dan cukup luas untuk menampung puluhan kendaraan roda empat.

Grojogan Watu Purbo sebenarnya merupakan bendungan, tanggul atau lebih dikenal dengan sebutan DAM yang dilintasi aliran sungai Krasak yang berhulu dari puncak Gunung Merapi dan bermuara ke Sungai Progo. Sungai Krasak memiliki panjang sekitar 24 km dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang luas karena banjir lahar dingin Gunung Merapi melewati aliran sungai ini. Sejarah mencatat banjir lahar dingin Sungai Krasak pernah memutuskan Jembatan Kereta Api Krasak yang sekarang jalur kereta apinya non aktif dan jembatan Sungai Krasak yang melintas Jalan Jogja-Magelang.

Baca Juga  Watu Payung Turunan Panggang, Spot Selfie Baru dan Lokasi Menikmati Sunrise

Material pasir hingga batu berukuran besar banyak ditemukan di sepanjang aliran sungai ini. Tidak heran bila banyak penambangan pasir bangunan di berbagai titik aliran sungai. Kondisi tebing sungai yang setiap hari terkikis oleh aliran air dan penambangan beresiko longsor. Hal ini terlihat pada rekahan-rekahan tanah pada tebing sungai.

Grojogan Watu Purbo terdiri dari 6 (enam) tingkatan tanggul atau bendungan yang membentuk pemandangan seperti air terjun. Masing-masing tingkatan memiliki ketinggian yang berbeda. Hal ini menjadi keunikan Grojogan Watu Purbo yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini. Pemandangan mirip semacam ini sebenarnya banyak ditemukan di daerah lain seperti bendungan di Jembatan Mangunsuko atau yang dikenal sebagai Jembatan Jokowi di kabupaten Magelang, air terjun alami bernama Air Terjun Kedung Kandang di Nglanggeran Gunungkidul, dan masih banyak lagi.

Obyek wisata ini mulai dikenal secara luas karena sering dikunjungi para pesepeda dari kota Yogyakarta dan sekitarnya yang mengambil rute dan melintas ke arah utara. Selanjutnya sebagian dari mereka meng-upload ke media sosial dan membuat para viewersnya tertarik untuk mengunjunginya. Pengelola wisata yang merupakan masyarakat dusun setempat membangun fasilitas wisata mulai dari akses jalan, taman, pendopo, gazebo, hingga tangga turun beserta pagar ke dasar bendungan. Dana yang digunakan dengan dana desa dibantu dana swadaya masyarakat dan retribusi pengunjung.

Pengelola Grojogan Watu Purbo menambahkan fasilitas early warning system berupa TOA untuk menginformasikan kepada pengunjung untuk keluar dari aliran sungai ketika debit sungai tiba-tiba tinggi dan memberikan informasi agar pengunjung berhati-hati ketika bermain air. Walaupun hal tersebut tidak menjamin pengunjung tetap aman ketika bermain di bendungan atau di aliran sungai. Alat tersebut hanya sebagai pencegahan bukan sebagai pelindung atau penyelamat. Pengunjung diharapkan tetap berhati-hati dan menjaga diri sendiri saat bermain air di sungai. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Grojogan Watu Purbo
Dusun Bangunrejo, desa Merdikorejo, kecamatan Tempel, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta 55552

Retribusi
Sepeda : Rp 3.000,-
Motor : Rp 5.000,-

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. morishige:

    Sebenernya kalau efek berantainya terhadap masyarakat setempat, sah-sah aja dijadikan atraksi wisata. Unik banget ini soalnya. Grojogan biasanya alami, tapi yang satu ini buatan. Meskipun nggak apple-to-apple, ini kayak Blue Lagoon yang aslinya cuma bendungan kecil.

    Jadi tertarik buat ke sana nih.

    • admin:

      Hi Morishige,
      Ditunggu kunjungannya :-)

Kirim pendapat