Green Kayen, Potensi Wisata Alam Di Condongcatur

Green Kayen merupakan daya tarik wisata baru di daerah Condongcatur berbasis pedesaan dengan memanfaatkan aliran sungai sebagai potensi wisata utamanya. Sebelumnya tempat ini dikenal sebagai tempat mandi di sungai oleh masyarakat setempat. Melihat potensi tempat tersebut yang semakin hari semakin ramai, warga setempat berinisiatif mengembangkannya menjadi obyek wisata.

Green Kayen Kali Boyong terletak di dusun atau kampung Kayen, desa Condong Catur, kecamatan Depok, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Tanggul Sungai Boyong Di Green Kayen Sleman

Lokasi Green Kayen berada dekat dengan Jalan Kaliurang Yogyakarta. Rute dari pusat kota Yogyakarta ke arah utara melewati Jalan Kaliurang hingga kilometer 7 (tujuh). Patokan jalan masuk adalah gang jalan ke arah barat/kiri disamping Toko Cat Wawawa seteleh melewati Yonif 407 dan Pasar Kolombo. Ikuti jalan kecil yang membelah sampai perkampungan hingga ujung pertigaan yang terdapat sebuah tugu kecil pilih jalan ke kanan. Ikuti jalan tersebut hingga menemui lapangan dan letak Green Kayen berada dekat dengan lapangan tersebut. Bila masih belum jelas silakan tanya kepada penduduk sekitar yang Anda temui. Area parkir yang disediakan masih menggunakan lapangan desa dan tepi jalan, pengunjung diharapkan menggunakan kendaraan bermotor atau beroda dua menuju ke lokasi.

Aliran Sungai Boyong Di Green Kayen Sleman

Green Kayen sebenarnya merupakan aliran Sungai Boyong yang berhulu dari lereng Gunung Merapi. Sedikit informasi yang kami tahu, aliran Sungai Boyong melewati beberapa kawasan pemancingan di Sleman yang letaknya di sebelah barat Pasar Pakem. Mengenai nama Green Kayen, pada awalnya kami menduga bahwa “Kayen” adalah plesetan dari kata “Kanyon/Canyon” pada nama Green Canyon. Namun setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata nama Kayen berasal dari nama perkampungan yang ada di sebelah timur aliran sungai tersebut.

Baca Juga  Kali Cokel Pacitan, Wisata Jelajah Sungai Pesaingan Sungai Maron

Pada jaman dahulu sebelum dibuka menjadi obyek wisata, pemandian Green Kayen Sleman dikenal dengan nama Mantras atau Kali Mantras. Masyarakat setempat sudah lama menggunakannya sebagai lokasi mandi di sungai karena aliran airnya cukup bersih dan jernih. Namun untuk lebih mempopulerkan potensi wisata akhirnya dipilihlah nama Green Kayen yang kebetulan mirip dengan nama Green Canyon. Keputusan penetapan nama ini dilakukan oleh pengelola wisata yang berasal masyarakat setempat. Peresmian nama dan obyek wisata berbasis masyarakat dan pedesaan ini dilakukan oleh Bupati Sleman pada awal bulan Mei 2016 lalu.

Persewaan Jaket Pelampung Di Green Kayen Sleman

Aliran Sungai Boyong yang berada di dalam kawasan Green Kayen kondisinya masih terlihat alami dengan tebing setinggi 5 meter di kedua sisi. Ketiadaan dinding tanggul pada tepi aliran sungai dan banyaknya bebatuan alami menambah kesan alami kawasan.  Selain itu, kedua tebing masih terlihat rimbun dengan tanaman tepi sungai seperti bambu, sengon, dan semak belukar. Hijaunya aliran sungai tersebut membuat tempat tersebut cukup menarik karena rata-rata tepi aliran sungai sudah dibeton atau dibuatkan tanggul pengamanan.

Pengunjung yang akan bermain air aliran Sungai Boyong atau Green Kayen disarankan mengenakan jaket pelampung demi keamanan. Jaket pelampung disediakan oleh pengelola wisata dan dapat disewa dengan harga yang cukup terjangkau. Sementara ini penjagaan baru dilakukan pengelola pada siang hari hingga sore hari pada hari-hari biasa karena jam-jam tersebut ramai dikunjungi wisatawan. Sedangkan pada hari minggu atau hari libur dari pagi hingga sore hari karena diperkirakan banyak wisatawan penasaran dan mendatangi tempat tersebut.

Baca Juga  Yamie Panda, Lengkapnya Varisasi Menu Yamie Bergaya Oriental

Asiknya Berenang Di Green Kayen Sleman

Masalah utama pengembangan kawasan wisata Green Kayen adalah keberadaan tumpukan sampah di tepi jalan setapak menuju ke lokasi wisata. Tumpukan sampah yang berada di belakang pemukiman warga tersebut sudah cukup lama ada dan terkesan dibiarkan. Harapannya sampah-sampah tersebut segera dibersihkan dan kawasan bekas pembuangan sampah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai lokasi penghijauan atau taman untuk memperindah kawasan.

Secara keseluruhan Green Kayen memiliki kemiripan daya tarik dengan Blue Lagoon Tirta Budi yang letaknya tidak terlalu jauh. Fasilitas pendukung wisata belum sepenuhnya rampung karena dilakukan secara bertahap dan keterbatasan dana. Jumlah pengunjung masih sedikit karena belum lama ini dibuka dan diresmikan menjadi wisata pedesaan oleh bupati setempat. Diharapkan dengan pengembangan pariwisata ini mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menjadi potensi baru wisata alam di daerah Sleman. (text/foto: annosmile)

Ada 4 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Iqbal Kautsar:

    Wah pesona baru Sleman.. Tulisannya mas Anno selalu menginspirasi…

    • admin:

      Hi Iqbal,
      Padahal saya kgum sama tulisan Anda loh :-)

  2. Nasirullah Sitam:

    Aku malah nggak ketemu yang bendungannya mas :-(

    • admin:

      Hi Nasirullah Sitam
      Katanya ada dua tempat yg dikembangkan menjadi wisata..yg kamu foto malah aku belum kesana :-)

Kirim pendapat