Goa Sunan Mas Bantul Dan Beberapa Versi Ceritanya

Goa Sunan Mas (Surocolo) Pundong Bantul merupakan goa peninggalan sejarah yang juga dianggap masyarakat sekitar sebagai tempat petilasan. Goa ini memiliki kaitan erat dengan Sendang Tuk Surocolo yang letaknya hanya disebelah bawahnya. Keberadaan Goa Sunan Mas mulai dipromosikan ketika perangkat desa memasukkannya sebagai daya tarik desa wisata yang sedang dibangun.

Goa Sunan Mas atau bernama lain Goa Surocolo terletak di perbukitan Dusun Ngreco, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Merupakan tempat persembunyian Sunan Amangkurat Mas saat berkonfrontasi dengan Belanda.

Papan Petunjuk Arah Menuju Goa Sunan Mas Surocolo Bantul

Akses mudah menuju Goa Sunan Mas dari kota Yogyakarta melewati Jalan Parangtritis kemudian berbelok ke arah kiri setelah menyebrangi Jembatan Kretek. Ikuti jalur alternatif menuju ke Siluk sejauh satu kilometer hingga terdapat simpangan kecil, pilih jalan ke kanan naik hingga atas bukit dan menemukan Sendang Tuk Surocolo (Sendang Surocolo). Posisi Goa Sunan Mas berada di sebuah bukit kecil diatas Sendang Tuk Surocolo.

Kendaraan hanya bisa di parkir di kawasan Sendang Tuk Surocolo kemudian dilanjutkan berjalan kaki menaiki bukit menuju ke Goa Sunan Mas. Jalan setapak menuju ke kawasan Goa Sunan Mas sudah dibangun dengan baik. Selain itu beberapa papan petunjuk arah telah dipasang di beberapa titik dan menghindarkan pengunjung dari tersesat. Sepertinya kawasan Goa Sunan Mas telah dipugar dan diawat dengan baik oleh warga sekitar.

Beberapa peninggalan sejarah yang ditemukan di kawasan Goa Sunan Mas menunjukkan bahwa goa ini telah ada sejak zaman Hindu hingga masuknya Islam ke Indonesia. Diantaranya adalah prasasti berisi kronogram berbunyi “Krtining Panembah Winayang hing ratu” atau bermakna tahun 1624, saat ini disimpan di Museum Nasional Jakarta; prasasti dari batu andhesit dengan ukuran 51 x 24,5 x 12 cm berada di depan goa kondisinya sudah terbelah namun masih sangat jelas gambar wayang Bhatara Gana dengan belalai mengangkat kedua belah tangannya mendukung wadah yang berisikan air; arca perunggu ditemukan tahun 1976 yang saat ini disimpan di BP3 Yogyakarta; dan beberapa potongan batu candi. (sumber: google.com)

Mulut Goa Sunan Mas Surocolo Bantul

Saat tiba di kawasan Goa Sunan Mas, tampak sebuah lubang goa dengan ukuran sekitar 1,5 meter x 1 meter. Susunan batu berbentuk persegi berjumlah belasan tersusun dari luar goa hingga memasuki mulut goa. Sebagian diantaranya masih tampak ukiran-ukiran yang mirip seperti ukiran pada batu candi. Tidak ada keterangan mengenai asal-usul dari batuan yang berbentuk persegi tersebut. Namun bila dilihat dari jenis batu dan bentuk ukiran, bisa diperkirakan bahwa potongan batu candi tersebut berasal dari zaman kerajaan Hindu di Indonesia.

Ruangan didalam Goa Sunan Mas hanya sedalam 6 meter dengan ketinggian sekitar 7 meter. Tidak ditemukan goresan tulisan atau gambar di dalam dinding dalam goa. Ukuran goa yang cukup sempit ini memberi dugaan sementara bahwa Goa Sunan Mas sebagai tempat pertapaan atau tempat tinggal manusia jaman dulu. Dugaan ini mirip dengan Goa Payaman di Sedayu karena memiliki beberapa kesamaan meskipun tidak berkaitan.

Cekungan Batu Goa Sunan Mas Surocolo Bantul

Keberadaan sebuah cekungan atau ceruk besar di sebelah Goa Sunan Mas juga masih menjadi tanda tanya mengenai fungsinya apakah sebagai tempat bersemedi, bertapa atau memiliki fungsi yang lain. Seorang penduduk yang saya temui saat berjalan menuju ke area parkir hanya memberi sedikit informasi bahwa goa tersebut merupakan petilasan kerabat kerajaan Mataram dan saat ini masih dipercaya sebagai tempat mencari berkah.

Tidak banyak informasi yang didapat mengenai asal-usul Goa Sunan Mas atau Goa Surocolo ini. Sedikit yang dapat disimpulkan, Goa Sunan Mas memiliki masa waktu yang cukup panjang karena banyak ditemukan beberapa peninggalan sejarah dengan angka tahun yang berbeda. Papan informasi yang ada hanya menuliskan Legenda Goa Sunan Mas dimana memiliki versi yang berbeda dari browsur wisata dan sumber internet. Berikut beberapa versi cerita mengenai Goa Sunan Mas atau Goa Surocolo yang diambil dari beberapa sumber.

Versi Pertama

Goa Sunan Mas pada zaman dahulu dipergunakan sebagai tempat persembunyian Sunan Amangkurat III atau Sunan Amangkurat Mas sewaktu berkonfrontasi dengan pihak Belanda.

Versi Kedua

Goa Sunan Mas dibuat oleh Sunan Amangkurat Mas sebagai tempat pertapaannya. Menurut cerita yang beredar saat membuat goa tersebut hadirlah seorang wanita yang bernama Dewi Nawangsasi yang berasal dari Majapahit bersama sang putra yang bernama Kyai Semar. Kyai Semar dengan kesaktiannya membantu penyelesaian pembuatan Goa Sunan Mas tersebut. Akhirnya mereka tinggal bersama di goa yang mereka buat tersebut.

Keberadaan Dewi Nawangsasi diketahui oleh seorang utusan dari Majapahit bernama Jaga Biro dan meminta agar Dewi Nawangsasi untuk kembali pulang ke Majapahit. Namun Dewi Nawansasi menolak dan hal tersebut juga tidak diperbolehkan oleh Sunan Amangkurat Mas. Hal tersebut kedua orang tersebut bertarung dan karena kesaktian keduanya akhirnya pertarungan dilanjutkan dengan adu menyelam di sungai opak. Karena bantuan kyai semar juga akhirnya Sunan Amangkurat Mas memenangkan pertandingan tersebut dan Jagabira sendiri dikabarkan melarikan diri ke Candi Gembirawati dan menetap disana. Setelah Sunan Amangkurat II mangkat, Sunan Amangkurat Mas kembali ke Surakarta menggantikan ayahnya menjadi raja Kasunanan Surakarta.

Versi Ketiga

Dalam kisah Nyi Rondo dan Umar yang konon tinggal di Mrangi disebutkan bahwa Goa Sunan Mas terbentuk pada masa Kerajaan Mataram Islam, di daerah Mrangi kecamatan Pundong. Goa Sunan Mas pada mulanya dibuat oleh para abdi kraton yang menyertai perjalanan RM Sutikno, putera dari Sunan Amangkurat II. RM Sutikno melarikan diri ke arah selatan untuk menghindari ancaman Trunojoyo yang akan menyerang Mataram.

Saat berjalan-jalan ke sekitar Surocolo, secara tidak sengaja Umar anak Nyi Rondo menemukan abdi kraton yang tampak kesulitan menggali batu-batu padas. Dengan kesaktiannya, Umar membantu menyelesaikan pembuatan goa tersebut hanya menggunakan tempurung kelapa dan hanya dalam waktu yang singkat. Mendengar cerita  dari para abdinya, RM Sutikno ingin bertemu dengan Umar. RM Sutikno yang bernama lain Sunan Mas pun menyayangi Umar dan membuatkan banyak arca sebagai ungkapan terima kasih. Goa yang dibuat oleh Umar bersama abdi-abdi RM Sutikno diberinama Goa Sunan Mas karena dibuat atas perintah Sunan Mas atau RM Sutikno.

Baca Juga  Pantai Parangkusumo Bantul Dan Mitos Pertemuan Dengan Ratu Laut Selatan

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. EventJogja.Com:

    nampak belum banyak vandalisme, patut dijaga dgn baik :D

  2. Ahmed Tsar:

    lalu, ada acara Susur Goa Suna Mas ya nggak Mas? Di dalamnya panjang goa berapa dan da apa saja. Sewaktu di jogja, perna saya susur goa di Goa diponegoro Bantul juga kayaknya ya?

Kirim pendapat