Sejarah Tiga Zaman di Goa Rancang Kencono Gunungkidul

Sejarah Tiga Zaman di Goa Rancang Kencono Gunungkidul
4.5 (90%) 2 votes

Goa Rancang Kencono merupakan salah satu goa yang ditemukan di kawasan pegunungan karst Gunungkidul. Keberadaannya masih menyimpan banyak misteri karena banyak dugaan bahwa Goa Rancang Kencono pernah didiami manusia sejak ratusan tahun yang lalu bahkan ribuan tahun yang lalu. Hal ini diperkuat dengan keberadaan Situs Bleberan sebagai tempat penyimpanan benda-benda peninggalan zaman Megalitikum yang lokasinya tidak jauh dari goa tersebut.

Goa Rancang Kencono merupakan goa vertikal yang berada di pegunungan kapur Gunungkidul tepatnya di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, DI Yogyakarta. Goa Rancang Kencono digunakan sejak zaman Megalitikum, zaman Kerajaan Mataram Islam, dan zaman perjuangan setelah kemerdekaan.

Pintu Masuk Goa Rancang Kencono

Akses jalan menuju Goa Rancang Kencono sudah cukup baik karena berada satu kawasan dengan Air Terjun Srigethuk. Perbaikan jalan dilakukan ketika pemerintah daerah dan warga sekitar mengetahui potensi wisata Air Terjun Srigethuk yang dapat menjadi daya tarik wisata alternatif selain wisata pantai. Petunjuk arah pun cukup lengkap dan terpasang dimana-mana, cukup memalukan bila sampai tersesat saat menuju ke tempat ini.

Area parkir kendaraan Goa Rancang Kencono cukup luas dan baru selesai dibangun. Disamping itu telah dibangun fasilitas penunjang berupa kamar mandi umum di dekat area parkir. Beberapa pengurus obyek wisata yang tergabung dapat pokdarwis atau kelompok sadar wisata sedang berjaga di sekitar Goa Rancang Kencono. Tugas mereka yang utama adalah mengamankan lokasi kawasan wisata dan membantu wisatawan yang membutuhkan pertolongan.

Menurut buku “Legenda & Budaya Desa Bleberan” yang diterbitkan oleh pemerintah Desa Bleberan, Gua Rancang Kencono ditemukan pada tahun 1720 ketika Laskar Mataram melarikan diri dari kejaran Belanda. Dalam pelariannya, dua anggota Laskar Mataram yang bernama Kyai Putut Linggo Bowo dan Kyai Soreng Pati menemukan sebuah gua yang dapat digunakan untuk beristirahat dan bersembunyi. Beberapa sumber lain mengatakan bahwa Goa Rancang Kencono pernah menjadi pelarian Pangeran Diponegoro dan Sentot Prawiro Dirjo dari kejaran penjajah dan persinggahan Wali Songo (Sunan Kalijaga) saat melakukan syiar agama Islam di Gunungkidul.

Pohon Raksasa Goa Rancang Kencono

Setelah memarkir kendaraan, kami langsung bergegas menuju dalam Goa Rancang Kencono. Posisi Goa Rancang Kencono berada disebelah bawah dari area parkir dimana terdapat lubang besar dan dibagian tengah terdapat pohon raksasa. Untung saja sudah dibangun tangga permanen menuju ke mulut Goa Rancang Kencono sehingga tidak diperlukan keahlian khusus untuk turun ke dalam goa.

Pohon raksasa tersebut merupakan satu-satunya pohon yang hidup dan tumbuh dari dalam goa. Tidak banyak yang tahu bahwa pohon yang berusia ratusan tahun tersebut bernama pohon Klumpit (Terminalia edulis). Beberapa orang yang menganggap keanehan pohon ini membuat pohon ini disakralkan. Sehingga kadang kita menemukan sesaji yang diletakkan dibawah pohon atau disela-sela akar pohon.

Goa Rancang Kencono terbagi dalam tiga ruangan utama dimana ruangan pertama berupa mulut goa, ruangan kedua berupa ruangan dengan luas sedang, dan ruangan ketiga merupakan ruangan paling dalam dan paling sempit. kami memulai dengan memasuki mulut goa yang berada di samping pohon raksasa. Kondisi ruangan mulut goa ini terasa sedikit gelap karena mulai menjauh dari sumber cahaya.

Rancang Kencono bermakna rancang = rencana dan kencono = emas. Dapat diambil kesimpulan bahwa Rancang Kencono adalah merencanakan sesuatu dengan sangat matang (sangat matang diistilahkan sebagai peluang emas)

Stalaktit Goa Rancang Kencono

Melihat kondisi mulut Goa Rancang Kencono, terlihat lebih banyak stalaktit daripada stalakmit. Pilar-pilar stalaktit terlihat pendek namun hampir memenuhi seluruh langit-langit. Stalakmit yang ditemukan hanya dibagian tepi ada dekat dengan dinding goa dan dibagian tengah tampak landai tanpa stal;akmit. Kondisi stalaktit dan stalakmit disini sudah tidak berkembang atau telah mati. Diperkirakan pertumbuhan stalaktit dan stalakmit terhenti karena keringnya kondisi sekitar Goa Rancang Kencono.

Kondisi landainya alas mulut Goa Rancang Kencono cukup menjadi pertanyaan karena bagian langit-langit penuh dengan stalaktit. Beberapa informasi menyebutkan bahwa beberapa puluh yang lalu saat warga sekitar menemukan Goa Rancang Kencono, ditemukan beberapa fosil tulang belulang manusia dan beberapa buat artefak batu. Saat ini artefak yang ditemukan disimpan di Situs Bleberan dan sebagian lagi disimpan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta.

Artefak batu yang ditemukan berbentuk arca macan dan arca nandhi (sapi) sedangkan penelitian fosil tulang belulang manusia purba diperkirakan berumur 3000 tahun.

Suasana Di Dalam Goa Rancang Kencono

Bentuk landai pada alas mulut Goa Rancang Kencono diduga bahwa goa tersebut pernah menjadi tempat tinggal manusia dalam waktu yang cukup lama. Seperti yang kita tahu bahwa manusia purba pada zaman dahulu hidup di dalam goa yang lokasinya dekat dengan sumber air. Alasan ini cukup merujuk kepada Goa Rancang Kencono sebagai tempat tinggal manusia purba karena berdekatan dengan sumber air yaitu Sungai Oyo yang berada di dekatnya.

Ruangan kedua merupakan ruangan berukuran sedang dengan ukuran sekitar  3 x 3 meter. Di tempat ini konon pernah digunakan sebagai tempat bersembunyi oleh prajurit Kerajaan Mataram Islam dari kejaran Belanda. Beberapa celah sempit yang ada digunakan untuk bersemedi dan memohon. Selain itu terdapat bongkahan batu berbentuk seperti meja. Beberapa orang menduga bahwa meja batu itu berkaitan sebagai tempat bersemed. Namun kami lebih condong bahwa meja batu tersebut memiliki kaitan dengan keberadaan manusia purba di goa ini.

Ruangan terakhir terdapat prasasti di bagian dinding goa bertuliskan isi janji prajurit. Janji prajurit yang tertulis dalam prasasti Prasetya Bhinnekaku ini dicetak dengan latar warna hitam dengan tulusan berwarna putih dan simbol merah putih dibagian tengah. Makna dari prasasti “Prastya Bhinekaku”  adalah kesetiaan orang-orang yang namanya di tulis di dinding goa tersebut pada NKRI dan Presiden Soekarno karena pada waktu itu terjadi pengulingan ideologi Pancasila yang terkenal dengan gerakan G30 S PKI. Selain itu terdapat ornamen unik berbentuk seperti kunci yang mengangkat mitos sebagai kunci gaib yang menghubungkan Goa Rancang Kencono dengan Gunung Merapi.

Prasasti Prasetya Bhinnekaku

Terlepas dari samarnya informasi mengenai Goa Rancang Kencono, tidak dapat dipungkiri bahwa goa vertikal ini memiliki misteri yang saat ini belum terjawab kebenarannya. Namun beberapa peninggalan sejarah dan informasi tentang goa dapat disimpulkan bahwa Goa Rancang Kencono ini telah didiami manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Penemuan fosil manusia dan artefak batu zaman Megalitikum menjadi bukti kuat untuk memperjelas bahwa Goa Rancang Kencono telah didiami oleh manusia sejak zaman Megalitikum.

Berdasarkan letak dari Goa Rancang Kencono, situs goa purba ini atau Goa Rancang Kencono berkaitan erat dengan kebudayaan purba yang berada di tepi Sungai Oyo. Kebudayaan purba Sungai Oyo disebut-sebut sebagai permulaan adanya manusia di Gunungkidul. Kebudayaan purba ini masih diteliti dan sedikit sekali informasi mengenai kebudayaan ini. Kebudayaan purba Sungai Oyo yang ditemukan antara lain di Gondang, Sokoliman, Gunungbang, Kajar, Wonobuda, Bleberan, dan sebagainya. (text/foto: annosmile)

== Lokasi/Peta

Informasi lebih lanjut baca artikel Lokasi Goa Rancang Kencono dan Curug Srigethuk

-----------
INFORMASI
Goa Rancang Kencono
Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, DI Yogyakarta

Retribusi
Tiket Masuk: Rp 7.000,- (sepaket dengan Air Terjun Sri Gethuk)
Parkir sepeda motor: Rp 3.000,-

Ada 9 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Andy MSE:

    sumpah! rung tau mrana… (doh)

  2. budies:

    mas bisa dikasih info arti kata nama goa, menurut masyarakat sekitar, soale kok ada kata kencono itu apa memang ada kaitannya dengan emas?

  3. Bisnis Online:

    wah cocok dipake untuk bertapa tuh :)

  4. sibair:

    Mas anno yang ganteng.. klo dari surabaya jauh ndak? :D

  5. jarwadi:

    wah, goa ini deket sama rumahku, ngga ding, masih selisih jarak 12 km jarak terbentang :D

  6. yohandi:

    menyimpan mesteri masa lampau dari nenek moyang kita, sekarang kita bisa melihatnya

  7. Han:

    Biar dapat dikenal, mungkin pemerintah daerah disini bisa membuat akses jalan yang memadai, agar ekonomi masyarakat sekitar gua dapat ditingkatkan.

  8. Bang Syaiha:

    Suidih, itu di dalamnya kayak bekas ada kerajaan atau apa gitu ya.. keren..

    • admin:

      HI Bang Syaiha, dulu pernah digunakan sebagai tempat tinggal manusia purba mas, tempat pertapaan, dan tempat perlindungan saat pertempuran memperebutkan kemerdekaan :-)

Kirim pendapat

error: Content is protected !!