Goa Payaman Bantul, Sejarah Dari Masa Ke Masa

Goa Payaman Bantul, Sejarah Dari Masa Ke Masa
3.5 (70%) 2 vote[s]

Goa Payaman di ujung barat kabupaten Bantul cukup jarang diketahui dan dikenal oleh para wisatawan. Keberadaannya memang belum banyak dipublikasikan karena kawasan tersebut kurang berpotensi dan kurang dipromosikan. Namun bagi kalangan sejarawan, kawasan Goa Payaman memiliki nilai historis yang cukup tinggi karena pernah menjadi persinggahan Prabu Brawijaya V dan tempat tinggal sementara Pangeran Diponegoro.

Goa Payaman terletak di Dukuh Payaman, Dusun Kepuhan, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul atau sekitar 14 Km dari kota Yogyakarta.

Mulut Goa Payaman Bantul

Lokasi Goa Payaman terletak di kawasan Desa Wisata Payaman dimana memiliki daya tarik wisata berupa wisata alam dan lokasi perkemahan. Mudahnya lokasinya berada di tepi jalan Sedayu-Pajangan dari jalan Raya Jogja-Wates. Kendaraan kami parkir di bumi area parkir bumi perkemahan dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui jalan setapak menuju Goa Payaman.

Saat tiba di Goa Payaman, bentuk goa hanya sedalam 8 meter dan tidak terlihat adanya stalaktit dan stalakmitnya. Dengan ukuran panjang dan lebar sekitar 8 meter bisa diperkirakan goa tersebut berfungsi sebagai tempat tinggal. Dahulu Goa Payaman ada dua buah yaitu Goa Lanang dan Goa Putri, namun saat ini hanya tersisa Goa Putri karena Goa Lanang sudah tertutup tanah. Keberadaan nama Goa Lanang dan Goa Putri mengingatkan kami terhadap nama goa yang hampir sama di Kraton Ratu Boko.

Baca Juga  Asal Usul Kampung Gowongan Yogyakarta

Banyak cerita, sejarah, dan mitos yang berkembang di kawasan Goa Payaman dari masa ke masa. Cerita Goa Lanang yang sudah ditutup diantaranya sebagai tempat pertapaan Prabu Brawijaya V dan tempat keluar masuknya Nyi roro Kidul dari Laut Selatan. Sedangkan Goa Putri sebagai tempat beristirahat Prabu Brawijaya V dan Raden Panekti serta pada era perang melawan penjajah digunakan sebagai tempat bersembunyi sementara Pangeran Diponegoro dari kejarah tentara Belanda. Keberadaan cerita mistis didi Goa Payaman menyebabkan goa ini jarang dikunjungi dan efek baiknya adalah tidak ditemukan corat-coret di dinding goa. Sepertinya semua kawasan wisata akan terlihat alami dan bersih kalau banyak terdapat cerita dan mitos yang berkembang. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Abed Nego:

    Jadi Mas karena ada cerita mistis terlihat jarang orang kesana untuk berkunjung,mungkin benar juga didalam goa itu dulu dijadikan tempat persembunyian  Pangeran Diponegoro itu.Bagaimanapun kalau kita niat baik kesana untuk sekedar melihat menikmati objek wisata pasti baik-baik saja kan.

Kirim pendapat