Goa Jaran dan Legendanya

Goa Jaran dan Legendanya
4.5 (90%) 4 vote[s]

Goa Jaran merupakan salah satu goa yang terdapat di kawasan Telaga Warna Dieng. Keberadaan goa ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan goa-goa lain yang ada didekatnya yaitu sebagai tempat bersemedi. Goa Jaran memiliki simbol kesuburan dan diperkuat dengan pahatan patung berwujud wanita membawa bunga yang dibangun di depan mulut goa.

Goa Jaran (Jaran dalam bahasa Jawa berarti Kuda) sering disebut Goa Kendaliseto. Dalam sebuah legenda Goa Jaran diceritakan bahwa bahwa suatu hari hujan turun dengan derasnya. Seekor kuda (betina) kendaraan milik Resi Kendaliseto kebingungan mencari tempat berteduh. Kuda tersebut berlari kesana kemari sampai akhirnya menemui lubang besar lalu bermalam di dalam goa tersebut. Keesokan harinya, saat keluar dari goa, kuda tersebut dalam keadaan bunting.

Mulut Goa Jaran Dieng

Saat ini, sebagian orang masih mempercayaan legenda Goa Jaran yang dikisahkan diatas. Pasangan manusia yang kesulitan mendapatkan keturunan akan bersemedi di dalam goa dan berharap keiinginan memiliki anak akan segera terkabul. Ada beberapa pantangan atau larangan untuk memasuki Goa Jaran khususnya untuk wanita perawan. Pada bulan-bulan tertentu, Goa Jaran ini ramai dikunjungi oleh para peziarah yang datang dari luar daerah.

Informasi yang jelas di pintu masuk membuat wisatawan menjaga diri untuk tidak melanggar pantangan atau larangan di kawasan ini. Bila diperhatikan, bentuk mulut Goa Jaran berbentuk oval dan tidak beraturan mirip celah antara bebatuan. Sepertinya mustahil untuk dimasuki seekor kuda karena ukurannya yang sempit hingga ke ujung goa. Meskipun belum diketahui kebenarannya, keberadaan legenda dan Goa Jaran menambah daya tarik wisatawan untuk berwisata ke area kompleks goa di Taman Wisata Telaga Warna dan Telaga Pengilon. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  8 Air Terjun Di Magelang Yang Layak Dijadikan Tempat Untuk Berwisata

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Fotodeka:

    niki jarane sinten mas? :D

Kirim pendapat