Gereja Gothic Sayidan Yogyakarta, Si Misterius Yang Bikin Penasaran

Gereja Gothic Sayidan atau bernama lain Gereja Kidul Loji merupakan salah satu bangunan misterius yang dibangun di sekitar Yogyakarta. Bangunan yang diduga merupakan bangunan gereja ini dibangun dengan arsitektur seperti istana atau kastil bergaya Eropa. Hal ini sempat membuat sebagian orang penasaran ketika melihatnya. Bangunan ini dapat terlihat jelas dari pinggir Jembatan Sayidan yang melintasi Sungai Code atau di sekitar pertigaan Gondomanan.

Gereja Gothic Sayidan terletak di kampung Sayidan, kelurahan Prawirodirjan, kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Gereja Gothic Sayidan Dari Jembatan Sayidan

Lokasi Gereja Gothic Sayidan berada kampung Sayidan tepatnya dibelakang Kompleks Ruko Gondomanan yang belum lama ini selesai dibangun dan disamping bangunan Bah Petruk Baru. Saat ini pemandangan Gereja Gothic Sayidan dari tepi jalan terhalang oleh tingginya bangunan ruko dan hanya tersisa pemandangan pucuk menara gereja. Orang-orang mulai mengabaikan keberadaan bangunan Gereja Gothic Sayidan ini setelah bangunan ruko didepannya selesai dibangun dan menutupi pandangan.

Akses menuju ke Gereja Gothic Sayidan melalui lorong jalan atau gang yang berada tempat disebelah selatan bangunan Bah Petruk Baru. Lorong gang tersebut merupakan salah satu akses menuju perkampungan wisata Sayidan dan tempat tinggal penduduk. Dari pinggir jalan utama, lorong gang tersebut tampak gelap karena diapit dua bangunan tinggi yang menghalangi pancaran sinar matahari.

Baca Juga  Cagak Aniem Sleman

Lorong Jalan Menuju Sisi Utara Gereja Gothic Sayidan

Gelapnya suasana lorong jalan menuju Gereja Gothic Sayidan mengisyaratkan kondisi jalan terlihat angker dan membuat orang yang baru pertama kali datang mengurungkan niat untuk menjelajah jalan tersebut. Namun bagi warga sekitar yang sudah terbiasa berlalu lalang setiap hari, kondisi jalan tersebut tidak jadi masalah dan sama sekali tidak menyeramkan. Untuk mengurangi kesan seram pada lorong, beberapa seniman Jogja melukis grafiti atau mural pada dinding lorong tersebut.

Bangunan Gereja Gothic Sayidan Dari Sisi Utara

Pintu masuk Gereja Gothic Sayidan dari sisi utara menyatu dengan dinding bangunan bercat warna merah yang mulai memudar. Pintu tersebut terlihat terkunci rapat dari dalam. Kondisinya saat ini mulai rusak karena pengaruh cuaca dan aktivitas vandalisme yang dilakukan oleh oknum. Bila diperhatikan pintu tersebut sudah lama tidak digunakan karena tidak ada tanda-tanda bekas pernah dibuka, terlihat berdebu, dan dipenuhi lumut.

Bangunan Gereja Gothic Sayidan yang tampak dari luar terlihat kurang terawat dan kotor. Sebagian cat yang didominasi warna putih mulai memudar dan mengelupas. Beberapa tanaman liar yang merambat tumbuh subur menjajar pada dinding bangunan. Diperkirakan kondisi bangunan dibagian dalam terlihat kotor dan terkesan angker. Selain itu salah satu menara kondisinya sedikit miring karena rusak terkena bencana gempa beberapa tahun lalu yang belum diperbaiki.

Gereja Gothic Sayidan sebenarnya merupakan rumah tempat tinggal milik orang keturunan China yang dibangun sekitar tahun 1987. Rumah tersebut pada awalnya digunakan untuk usaha pembuatan batik (pabtik batik) dan museum batik yang menempati ruangan paling bawah. Setelah pemilik rumah ini meninggal, koleksi batik yang ada dipindahkan ke Museum Ullen Sentalu. Kabarnya ada hubungan kekerabatan antara pemilik rumah ini dengan pemilik Museum Ullen Sentalu.

Pintu Masuk Sebelah Utara Gereja Gothic Sayidan

Beberapa informasi menyebutkan bahwa bangunan Gereja Gothic Sayidan telah ditetapkan sebagai cagar budaya yang berada di sekitar Yogyakarta meskipun usia bangunan belum lama dibangun. Selain itu sebenarnya bangunan tersebut bukan merupakan bangunan gereja melainkan rumah tempat tinggal yang dahulu digunakan untuk usaha pembuatan batik. Namun kejelasan tersebut masih menjadi misteri karena berbagai macam versi cerita yang ada mengenai Gereja Gothic Sayidan.

Baca Juga  Menikmati Bakmi Mataraman Mas Pet Bun Dengan Suasana Khas Kraton Yogyakarta

Adanya bermacam-macam versi cerita termasuk cerita misterius dan cerita mistis sepertinya dibuat untuk menjaga Gereja Gothic Sayidan agar tetap lestari dan tidak dijamah oleh orang. Pemilik rumah mungkin merasa terganggu kalau rumahnya sering didatangi bahkan dimasuki oleh orang yang tidak dikenal. Pengunjung yang datang untuk sekedar berfoto dari luar diharapkan tetap menjaga sopan santun dimanapun berada. Rasa penasaran tentang bagaimana isi di dalam Gereja Gothic Sayidan hanya dapat dipendam hingga waktunya bangunan tersebut dibuka secara umum. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Gereja Gothic Sayidan
Kampung Sayidan, kelurahan Prawirodirjan, kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. mawi wijna:

    yg jelas pemiliknya ga punya mobil, karena ga ada jalan bwt mobil masuk

  2. liza:

    unik dan artistik juga gerejanya yaa mas

  3. widhie:

    asik buat sesi foto tema2 gothic nih

Kirim pendapat