Misteri Gereja Ayam dan Bukit Rhema Magelang

Misteri Gereja Ayam dan Bukit Rhema Magelang
4.2 (84%) 5 votes

Gereja Ayam atau memiliki nama lain Gereja Burung, Gereja Merpati, Gereja Jago merupakan bangunan unik diatas bukit yang bernama Bukit Rhema. Keberadaannya menjadi terkenal dan menjadi paket wisata setelah digunakan sebagai lokasi syuting film nasional yang tayang pada tahun 2016 bersama dengan Bukit Punthuk Setumbu. Bangunan gereja yang sebelumnya dianggap angker ini menjadi obyek wisata baru yang cukup berpotensi menjadi wisata unggulan sekitar Candi Borobudur sebanding dengan Puntuk Setumbu.

Gereja Ayam dan Bukit Rhema atau sekarang bernama Pondok Bukit Rhema terletak di Jl. Raya Borobudur-Salaman Km 2.5, dusun Gombong, desa Kembanglimus, kecamatan Borobudur, kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Suasana Di Halaman Gereja Ayam Magelang

Lokasi Gereja Ayam dan Bukit Rhema berada di kawasan perbukitan sebelah barat Candi Borobudur. Ada beberapa akses atau rute menuju tempat tersebut, pertama melalui jalan utama menuju Bukit Rhema dan Gereja Ayam sedangkan yang lainnya dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Punthuk Setumbu dan Bukit Purwosari (Cemuris Mas). Rute utama menuju ke tempat ini dari Taman Wisata Candi Borobudur ke arah barat melewati Jalan Raya Borobudur-Salaman. Posisi gang jalan atau jalan masuk Bukit Rhema setelah pintu masuk Bukit Punthuk Setmbu dari Jalan Borobudur-Salaman dan sebelum pintu masuk Bukit Purwosari.

Bukit Rhema Borobudur memiliki daya tarik utama yaitu bangunan gereja yang belum selesai dibangun dengan desain seperti ayam atau burung yang sedang duduk diatas tanah dan kepalanya memiliki sebuah mahkota. Gereja Ayam memiliki beberapa bagian diantaranya tingkat dasar yaitu badan ayam, tingkat kedua yaitu leher ayam, dan tingkat ketiga yaitu paruh ayam, tingkat keempat atau paling atas yaitu mahkota ayam. Pada bagian badan ayam, pengunjung bisa melihat seluruh bagian Gereja Ayam mulai dari aula, pilar-pilar, dan motif salib pada dinding bangunan. Pada bagian leher ayam, pengunjung bisa melihat ke arah luar bangunan melalui lubang-lubang yang mengelilingi area leher. Pada bagian paruh ayam, pengunjung bisa melihat pemandangan dari lubang bangunan yang berbentuk paruh. Terakhir pada bagian mahkota ayam, pengunjung akan keluar ruangan dan melihat pemandangan dari ketinggian tanpa adanya penghalang.

Dinding Bangunan Gereja Ayam Magelang

Sejarah Gereja Ayam mulai dibangun pada tahun 1992 setelah dilakukan pembebasan tanah dan pengumpulan dana pembangunan. Pemilihan lokasi pembangunan gereja diatas bukit ini didasari atas wahyu yang didapat oleh Daniel Alamsjah ketika melakukan doa semalaman di atas bukit tersebut. Beliau yang berasal dari Lampung ini menafsirkan perintah atau wahyu tersebut sebagai sebuah perintah untuk mendirikan Rumah Doa bagi segala bangsa dan untuk semua agama tidak sebatas hanya diperuntukkan umat Kristen saja. Bahkan bangunan tersebut juga dikembangkan sebagai pusat rehabilitasi bagi anak-anak yang kekurangan fisik, orang ketergantungan narkoba, orang kurang waras, dan para anak muda yang punya masalah. Pahun 2007 untuk mengoptimalkan pelayanan secara professional maka didirikan Lembaga Pendidikan dan Pelayanan Sosial Rhema (Rhema Ministry)  yang secara hukum telah didaftarkan dengan Akta Notaris No.01 tgl. 1-8-2007, dan terdaftar di Pengadilan Negeri Mungkid Magelang No. 56, 2006 tgl.9-8-2007, dan didukung oleh Yayasan Umat Kristen Bukit Sion, Jakarta.

Perjalanan Gereja Ayam tidak berjalan mulus karena masyarakat setempat kala itu banyak berpikiran negatif mengenai tempat tersebut. Masyarakat sempat melakukan penolakan terhadap aktivitas yang dilakukan oleh bangunan tersebut. Pada tahun 2000, pengelola menghentikan sebagian aktivitas rumah doa dan pusat rehabilitasi karena kekurangan dana dan dukungan. Sekitar 10 tahun kemudian setelah dilakukan pengembangan wisata perbukitan seperti Punthuk Setumbu dan Bukit Purwosari, nama Gereja Ayam kembali menjadi buah bibir. Pengunjung obyek wisata perbukitan tersebut penasaran dengan dengan bangunan yang terlihat berbentuk seperti kepala ayam dari kejauhan. Beberapa orang yang mendatangi gereja tersebut, mengabadikannya, dan kemudian membagikan foto tersebut ke media sosial membuat Gereja Ayam mulai dikunjungi wisatawan. Akhirnya pada kisaran tahun 2014 tempat tersebut mulai dikembangkan menjadi kawasan wisata. Gereja Ayam tidak lagi digunakan sebagai tempat ibadah dan diberinama baru menjadi Pondok Remaja Bukit Rhema. Namun, nama Gereja Ayam tetap melekat dihati pengunjung yang datang ke tempat tersebut.

Kepala Gereja Ayam Dari Bukit Purwosari Magelang

Pengunjung Gereja Ayam dan Bukit Rhema dipersilakan parkir di tempat yang telah disediakan kemudian berjalan kaki sejauh 200 meter menuju ke area bangunan Gereka Ayam. Bagi pengunjung yang tidak ingin repot-repot berjalan kaki disediakan ojek motor yang dikelola masyarakat setempat dan ojek hartop dari Bukit Punthuk Setumbu. Pengunjung yang menaiki puncak kepala ayam harus mengantri terlebih dahulu karena jumlahnya dibatasi. Selain itu pengunjung dikenakan biaya tambahan untuk pengelolaan kawasan wisata.

Gereja Ayam dan Bukit Rhema semakin ramai pengunjung ketika menjadi salah satu lokasi syuting film nasional berjudul “Ada Apa Dengan Cinta 2” yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra. Sejak film tersebut tayang di bisokop, keramaian Gereja Ayam tidak hanya pada akhir pekan saja atau dapat dikatanya setiap hari ramai pengunjung seperti wisata utama yang ada yakni Candi Borobudur. Rata-rata orang yang datang ke tempat ini penasaran dengan bentuk bangunan Gereja Ayam unik dan menjadi lokas syuting film tersebut. Pengunjung diharapkan menerapkan sopan santun dan tata krama karena gereja tersebut merupakan tempat ibadah meskipun sudah atau belum difungsikan kembali. (text/foto: annosmile)

JARAK TEMPUH

Jarak Punthuk Setumbu – Gereja Ayam : 300 meter

Jarak Candi Borobudur – Gereja Ayam : 3,9 km

Jarak Jogja – Gereja Ayam : 43,8 km

INFORMASI
Gereja Ayam dan Bukit Rhema
Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Retribusi
Tiket Masuk: Rp 5.000,-/orang
Tiket Naik Ke Kepala Ayam (Puncak Gereja): Rp 10.000,-
Parkir Motor: Rp 2.000,-
Parkir Mobil: Rp 5.000,-

Yayasan Umat Kristen Bukit Sion atau Lembaga Pendidikan & Pelayanan Sosial Rhema (Rhema Ministry)
Jl. Raya Borobudur Salaman Km 2,5 dusun Brongsongan, desa Wringin Putih, kecamatan Borobudur, kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56553
Telp : (0293) 788297, 085228693701
Email : info@bukitmerpati.org
Website : www.bukitmerpati.org

Ada 13 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. DoNurdians:

    Ini mendadak jadi terkenal setelah film AADC 2…perlu dicoba nih kalo main ke jogja

    • admin:

      Hi DoNurdians,
      Silakan mas, jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Yogyakarta :-)

  2. Nasirullah Sitam:

    Sekarang naik nambah 10k? hahahhahahahah

  3. jarwadi:

    sekarang di sana ditiketi ya. hehe saya kira gratis.

    tapi kalau gratis bikin apa2 cepet rusak juga sih dan ngga ada timbal baliknya untuk perawatan bangunan

  4. winny:

    gara2 aadc ya

    • admin:

      Hi Winny,
      Iya betul gara2 AADC hehe :D

  5. yosef krisnadi:

    saya sudah menjadi korban film nie…kemarin bulan januari sempat kesini…

    • admin:

      Hi yosef krisnadi,
      Iya tapi tempatnya menarik untuk dikunjungi kan???

  6. Darmita Marbun:

    Saya ke sini tgl 22 april 2017, tempatnya bagus dan pemandangan dr atas luar biasa..
    HTM 15k dan naik mobil 7k per org

  7. yani:

    Arah dari pasar babrik, tempuran menuju ke tujuan kmn ya?

  8. Venny:

    Mohon informasinya untuk kondisi jalan menuju parkiran gereja ayam jika menggunakan mobil. Karena rencana akhir tahun ini saya ingin pergi ke sana. Terimakasih

  9. Lauren Vianney:

    Mau tanya, secara rute dan jam terbaik untuk berkunjung, enak saya ke borobudur dulu atau gereja ayam dulu ya? Terima Kasih :)

    • admin:

      Hi Lauren, ke Gereja Ayam dulu baru ke Borobudur :-)

Kirim pendapat