Festival Payung Indonesia 2015, Bertema “Umbrella Reborn”

Festival Payung Indonesia merupakan acara tahunan yang diselenggarakan di kota Solo, Jawa Tengah. Festival ini bertujuan untuk mengumpulkan seluruh industri kreatif khususnya pengrajin payung, penggiat karnaval, dan masyarakat untuk melestarikan kerajinan payung Indonesia. Tahun 2015 ini, Festival Payung Indonesia 2015 diikuti seniman dan pengrajin payung dari dalam negeri dan luar negeri.

Festival Payung Indonesia 2015 diselenggarakan di Taman Balekambang Solo pada tanggal 11 – 13 September 2015 dengan tema “Umbrella Reborn” yang memiliki makna payung lahir kembali dalam kebaruan artistik visual.

Hiasan Payung Di Pintu Masuk Festival Payung Indonesia 2015

Lokasi Festival Payung Indonesia 2015 mengambil tempat sama seperti tahun lalu di area Taman Balekambang Solo. Taman Balekambang cukup dikenal oleh masyarakat Solo sebagai taman terbuka dan sering digunakan untuk bermacam-macam event atau acara. Letak Taman Balekambang cukup strategis di tengah kota Solo dan akses jalan yang cukup banyak dari berbagai arah.

Hiasan Payung Di Tengah Area Festival Payung Indonesia 2015

Seluruh area Taman Balekambang Solo disulap menjadi taman payung yang beraneka warna dan bentuk. Mulai dari pintu masuk Taman Balekambang dihias dengan payung warna warni yang digantung dengan menggunakan tali dan dipasang berderet membentuk pola yang menarik.

Tari Payung Anak Di Festival Payung Indonesia 2015

Panggung utama yang berdiri di tengah-tengah kawasan Taman Balekambang Solo atau Festival Payung Indonesia 2015 menampilkan bermacam-macam pertunjukkan seni dengan menggunakan media payung. Sebut saja fashion show payung, pentas tari payung, dan pentas musik. Selai itu Solo Dance Festival juga turut memeriahkan acara panggung Festival Payung Indonesia 2015.

Baca Juga  Festival 1000 Durian Kalibawang, Ajang Bertemu Petani Durian Dengan Konsumen

Belajar Melukis Payung Di Festival Payung Indonesia 2015

Secara keseluruhan penyelenggaraan Festival Payung Indonesia 2015 berlangsung meriah dan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Masalah penyelenggaraan acara festival yang bersamaan dengan Solo International Performance Art (SIPA) 2015 mungkin menjadi bahan koreksi buat Dinas Pariwisata dan Pemerintah Kota Solo pada tahun mendatang dalam mengatur rangkaian acara di Solo. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. bersapedahan:

    unik banget festivalnya …
    daerah2 tertentu punya payung khas … mungkin ikutan juga disini ya

Kirim pendapat