Festival Gerobak Sapi 2013, Sleman Menjadi Tuan Rumah Pertama Kali

Apalah jadinya bila para pemilik gerobak sapi di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya berkumpul dalam sebuah festival? Hal ini terjadi ketika diselenggarakan Festival Gerobak Sapi 2013 bertempat di lapangan sebelah utara stadion sepakbola Maguwoharjo, Sleman. Festival Gerobak Sapi ini merupakan festival kendaraan tradisional pertama kali yang diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Festival Gerobak Sapi 2013 diselenggarakan di lapangan utara Stadion Sepakbola Maguwoharjo, kecamatan Depok, kabupaten Sleman. Merupakan perhelatan yang bertujuan untuk kembali mengangkat budaya dan citra salah satu kendaraan tradisional di Indonesia.

Barisan Peserta Festival Gerobak Sapi 2013 Di Sleman

Kabupaten Sleman menjadi tuan rumah dan penyelenggara Festival Gerobak Sapi karena memiliki potensi yang besar mengenai kendaraan tradisional tersebut karena masih banyak ditemukan di setiap sudut pedesaan. Tidak heran bahwa peserta Festival Gerobak Sapi didominasi oleh peserta yang berasal dari daerah tuan rumah yaitu Kabupaten Sleman sendiri meskipun banyak peserta dari luar Sleman seperti Bantul, Kulon Progo, Magelang, dan Klaten.

Salah Satu Kegiatan Saat Festival Gerobak Sapi 2013 Di Sleman

Saat saya tiba di Festival Gerobak Sapi pagi hari, sudah banyak gerobak sapi lengkap dengan supirnya yang sering disebut dengan “bajingan”. Ketika saya bertanya kepada salah seorang bajingan, mereka berangkat dari rumah dini hari sekitar pukul 01.00. Tujuan berangkat pada waktu dini hari adalah mengejar waktu tiba saat pagi hari karena dalam undangan peserta Festival Gerobak Sapi sudah bersiap pada pukul 06.00 pagi. Perhitungan waktu tersebut berdasarkan kecepatan gerobak sapi yang lambat dan jarak tempuh yang cukup jauh.

Gerobak Sapi merupakan salah satu kendaraan tradisional masyarakat Jawa yang dikendarai oleh bajingan, sebutan untuk sopir gerobak. Gerobak Sapi terbuat dari kayu, beratap anyaman daun aren, dan beroda kayu yang dilapisi plat besi. Pada zaman dahulu, Gerobak Kayu berfungsi untuk mengangkut hasil bumi dari desa ke kota bahkan ke luar kota.

Kirab Keliling Festival Gerobak Sapi 2013 Di Sleman

Beberapa peserta Festival Gerobak Sapi bahkan datang sejak kemarin karena berasal dari luar kota dengan membawa truk untuk mengangkut sapi dan menarik gerobak. Mereka beralasan perjalanan jauh membuat ternak sapi menjadi kelelahan dan diistirahatkan semalam di lokasi acara agar segar bugar keesokan harinya. Selain itu sisa waktu yang ada dipergunakan untuk menghias gerobak sapi karena ada lomba gerobak sapi hias dalam Festival Gerobak Sapi.

Baca Juga  Festival Gerobak Sapi

Menuju Finish KirabFestival Gerobak Sapi 2013 Di Sleman

Acara dimulai ketika gerobak-gerobak sapi telah memenuhi lapangan dan berbaris secara rapi. Beberapa sambutan dari panitia dan perwakilan pemerintahan daerah menjadi acara pertama dalam Festival Gerobak Sapi ini. Dalam sambutan disebutkan bahwa kendaraan tradisional gerbak sapi harus dilestarikan karena merupakan warisan dari nenek moyang kita. Keberadaannya yang mulai terpinggirkan dari kendaraan modern harus kembali diangkat karena memiliki nilai budaya dan nilai historis masyarakat Jawa.

Tidak heran bila panitia dan para peserta Festival Gerobak Sapi optimis dengan penyelenggaraan acara tersebut dan berharap acara ini rutin digelar setiap tahun. Selain melestarikan kendaraan tradisional Gerobak Sapi, acara ini juga berfungsi untuk menyebarluaskan dan mengenalkan kendaraan tradisional kepada generasi penerus bangsa. Tidak ketinggalan pula beberapa wisatawan asing yang turut serta menyaksikan acara ini bahkan ikut dalam rombongan gerobak sapi.

Salah Satu Sopir Gerobak Sapi (Bajingan) di Festival Gerobak Sapi 2013 Di Sleman

Acara Festival Gerobak Sapi ditutup dengan kirab mengelilingi kawasan Maguwoharjo melewati jalan-jalan pedesaan kemudian kembali menuju lapangan. Jalur yang dilalui pawai gerobak sapi mendadak macet karena sebagian warga sengaja menunggu acara kirab di tepi jalan. Acara ditutup dan para pengendara Gerobak Sapi perlahan-lahan meninggalkan lokasi. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat