Es Dawet Ngudi Roso, Warung Es Dawet Pertama di Kalasan

Saat melakukan perjalanan menuju kota Yogyakarta melewati Jalan Raya Yogya-Solo di daerah Bogem, sering kita melihat beberapa penjual es dawet di pinggir jalan. Kuliner Es Dawet di wilayah kecamatan Kalasan ini memiliki keunikan dan berbeda dari es dawet yang dijual di tempat lain. Seperti yang kita tahu bahwa umumnya dawet berwarna hijau, namun di kawasan ini dawet tidak berwarna atau bening.

Es Dawet Ngudi Roso beralamat di Jalan Yogya-Solo KM 14 Bogem, Kalasan, Sleman merupakan salah satu pioner kuliner es dawet di daerah Kalasan. Asal-usul dawet Kalasan ini berasal dari daerah Bayat kabupaten Klaten karena hampir seluruh penjual es dawet berasal dari daerah tersebut. Namun karena menggelar dagangan di daerah Kalasan, hidangan es dawet ini dikenal sebagai Es Dawet Kalasan.

Warung ES Dawet Ngudi Roso

Diantara deretan penjual tersebut, terdapat satu penjual yang pertama kali menggelar dagangan es dawet di kawasan Klaten. Nama warung tersebut bernama Warung Es Dawet Ngudi Roso yang letaknya sebelum Kantor Bp3 dari arah Prambanan/timur. Dari kejauhan sudah terlihat keramaian di warung ini saat kita melintas sehingga tidak perlu khawatir warung ini terlewat dari pandangan mata. Namun bila terlewatkan, masih terdapat beberapa warung es dawet yang memiliki rasa hampir serupa.

Setelah memarkir kendaraan, saya langsung memasuki Warung Es Dawet Ngudi Roso dan memesan es dawet. Sebelumnya kita ditanyai oleh penjual apakah es dawet yang kita pesan diberi tambahan tape ketan atau hanya es dawet biasa tanpa tape ketan. Tape ketan disini merupakan ketan berwarna putih yang melalui proses peragian hingga sdikit keluar airnya. Satu bungkus tape ketan berukuran kecil sangat cocok bagi orang yang menyukai es dawet dengan tambahan tape ketan. Tidak menunggu lama es dawet segera disajikan kehadapan saya dan sayapun segera menikmati es dawet ini.

Baca Juga  Soto Ayam Lamongan Cak Kadis, Cita Rasa Soto Lamongan Di Ibukota Jakarta

Es Dawet Ngudi Roso pertamakali menggelar dagangannya di depan kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta. Karena pelebaran jalan raya dan menganggu aktivitas BP3, warung es dawet ini pindah ke sebelah timur di sisi selatan dekat jembatan Sungai Opak.

Segelas Es Dawet Kalasan

Dari penampilannya es dawet Kalasan ini lain daripada yang lain. Dawet di warung ini terbuat dari tepung pathi atau tepung aren meskipun proses pembuatannya hampir sama dengan proses pembuatan dawet pada umumnya. Dawetnya tidak berwarna atau bening dan pembuat dawet Kalasan ini sengaja tidak memberikan warna pada dawet agar terlihat lebih alami. Tidak ada resep khusus pada dawet Kalasan namun bila kita pernah berkunjung ke sekitar kecamatan Bayat atau wilayah Klaten bagian selatan, kita akan menemukan kemiripan bentuk dan rasa dawet. Rasa Es Dawet Kalasan tidak terlalu manis dan sedikit gurih karena menggunakan campuran santan.

Harga yang ditawarkan tergolong murah sekitar Rp2.500,- per gelas dan melayani pemesanan dibungkus untuk dibawa pulang. Saya sering mampir ke warung es dawet ini saat melakukan perjalanan menuju ke kota Yogyakarta sambil melepas lelah sejenak dan berteduh di kawasan jalan yang penuh pohon tinggi nan rindang. Hal yang perlu diperhatikan adalah area parkir kendaraan memakai badan jalan dan tidak disarankan kendaraan parkir di tepi jalan karena mengganggu arus lali lintas. selain itu jangan menghentikan kendaraan secara mendadakan karena cukup berbahaya dan ramai kendaraan. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. kips:

    Mmm.. seger banget nih ngadepinnya disiang hari :-D

  2. Fotodeka:

    bosss lagi sumukk bosss,,, jajake es dawet bengi2 bosss :|

Kirim pendapat