Embung Selopamioro, Selalu Tampak Kering Dan Kurang Berfungsi Layaknya Embung Yang Lain

Embung Selopamioro merupakan salah satu dari beberapa danau buatan yang dibangun oleh pemerintah daerah Bantul di daerah Imogiri. Embung ini selesai dibangun pada tahun 2015 dengan menggunakan dana APBD. Keberadaan embung ini cukup tersembunyi dan jarang ada yang mengetahui kalau di daerah tersebut ada embung kecuali warga sekitar.

Embung Selopamioro beralamat di dusun Lanteng 1, desa Selopamioro, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta 55782.

Lokasi Embung Selopamioro berada di Selopamioro Bantul yang dekat dengan akses jalan menuju Selopamioro Adventure Park. Rute menuju ke embung ini dari Simpangan Siluk ke arah Jalan Siluk-Panggang, Sebelum tanjakan, ada simpangan jalan kecil SMP 3 Selopamioro, Balai Desa Selopamioro, dan petunjuk arah menuju Selopamioro Adventure Park. Ikuti jalan kecil tersebut hingga tiba di area Masjid Lanteng 1. Di sekitar Masjid Lanteng 1, ada gang jalan masuk ke kanan menuju arah pemukiman penduduk. Masuk ke dalam gang jalan masuk tersebut hingga ujung pemukiman penduduk. Posisi Embung Selopamioro berada di tepi area perbukitan dan rerimbunan pohon jati. Akses jalan menuju ke lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua. Sedangkan kendaraan roda empat hanya berakhir ke halaman Masjid Lanteng 1 karena gang jalan terlampau sempit.

Embung Selopamioro memiliki luas sekitar 2.000 m2 dengan mengikuti bentuk kontur tanah yang ada disekitarnya. Bentuknya lebih mirip seperti bendungan karena memang membendung aliran air. Pembangunan embung ini selama 6 bulan dimulai pada 6 April 2015 hingga 21 Oktober 2015. Kapasitas atau volume tampung maksimal embung ini mencapai 9317 m3 . Sumber air pengisi embung hanya berasal dari limpahan air hujan dari atas tebing atau bukit. Tidak ada sumber mata air yang mengisi embung ini dimana dapat menjaga ketersediaan air. Pintu pembuangan air embung mengarah ke aliran Sungai Oyo yang ada didekatnya.

Baca Juga  Telaga Giri Kediwung, Jangan Terpaku Pada Foto Yang Beredar Di Instagram

Fasilitas pendukung wisata Embung Selopamioro sebenarnya cukup lengkap mulai dari akses jalan berpaving, area parkir, kamar mandi umum, dan sebuah bangunan pendopo terbuka untuk bersantai dan beristirahat. Namun karena sejak dibuka menjadi kawasan wisata tetap sepi dan akhirnya fasilitas terbengkalai. Tidak ada penjual makanan dan minuman di sekitar embung.

Pada awal musim kemarau, Embung Selopamioro ini mulai mengering karena sudah tidak ada lagi suplai air dari air hujan. Praktis, embung ini hanya terisi air pada pertengahan musim penghujan hingga akhir musim penghujan. Pada musim penghujan para petani tidak kekurangan air karena air hujan cukup melimpah sedangkan tampungan air dibutuhkan pada musim kemarau. Rencana akan dikembangkan sebagai wisata pemancingan pun pupus karena kondisinya sering terlihat mengering dan tidak layak. Melihat kondisi semacam ini membuat pembangunan Embung Selopamioro tampak sia-sia dan terlihat membuang-buang anggaran. Kurangnya perencanaaan dan survei pembangunan diduga menjadi salah satu penyebab mengapa pembangunan embung dinilai gagal. Untuk segi pariwisata, Embung Selopamioro ini kurang menarik menjadi tempat wisata karena tidak ada daya tarik lain disekelilingnya dan terkesan tidak terawat. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Embung Selopamioro
Dusun Lanteng 1, desa Selopamioro, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta 55782

Kirim pendapat