Embung Langensari, Embung Pertama Di Yogyakarta dan Rencana Ruang Terbuka Hijau

Embung Langensari, Embung Pertama Di Yogyakarta dan Rencana Ruang Terbuka Hijau
3.4 (67.5%) 8 votes

Embung Langensari merupakan embung yang pertamakali dibangun di wilayah kota Yogyakarta. Namun sebenarnya embung ini merupakan revitalisasi keberadaan danau buatan milik PJKA (sekarang PT KAI) untuk kebutuhan air Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Konsep pembangunan kembali Embung Langensari berbeda dengan sebelumnya dimana akan dikembangkan lebih dari sekedar tempat peresapan air di daerah perkotaan. Proyek pembangunan embung yang dilakukan secara bertahap nantinya akan dikembangkan sebagai kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan taman rekreasi masyarakat.

Embung Langensari (dapat disebut Situ Langensari) berada di kelurahan Klitren, kecamatan Gondokusuman, kota Yogyakarta. Embung memiliki kapasitas tampung air sebesar 9.780 m3, luas 5.890 m2 dengan kedalaman sekitar 2-3 m.

Pemandangan Embung Langensari Yogyakarta Dari Pintu Masuk

Lokasi Embung Langensari menempati bekas area lahan SD Negeri Langensari yang berada di daerah Gondokusuman dekat kawasan Pengok Yogyakarta. Rute menuju ke tempat ini cukup mudah, dari perempatan lalu lintas di samping kampus Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) pilihlah jalan ke arah timur yang merupakan jalan satu arah. Ikuti jalan satu arah yang bernama Jalan Kusbini (dulu Jalan Langensari) sejauh 200 meter. Posisi Embung Langensari berada di sisi kiri jalan pada sebuah simpangan jalan kecil dan sedikit berbelok.

Pemukiman Di Barat Embung Langensari Yogyakarta

Embung Langensari Yogyakarta rencananya akan dikembangkan menjadi daerah penampungan air, daerah resapan air, taman rekreasi, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Nantinya keberadaan embung ini dapat memperbaiki kedalaman air tanah di Yogyakarta dimana dari tahun ke tahun semakin menurun. Isu penurunan air tanah di Yogyakarta mencuat ketika maraknya pembangunan hotel di kota ini. Selain itu keberadaan Embung Langensari juga berfungsi untuk menanggulangi luapan Sungai Belik pada musim hujan karena tidak terdapat area penampungan dan resapan air.

Fasilitas yang akan dibangun di Embung Langensari seperti bangku taman, lampu penerangan, tempat sampah, jogging track, pohon perdu, hingga gedung edukasi.

Pintu Pembuangan Air Embung Langensari Yogyakarta

Pembangunan atau proses revitalisasi Embung Langensari Yogyakarta dimulai sejak pertengahan tahun 2015 setelah dilakukan pemindahan SD Negeri Langensari Yogyakarta. Lahan sekolah termasuk lapangan olahraga diratakan kemudian dikeruk untuk dijadikan danau buatan. Hanya saja luas embung yang dibangun saat ini hanya setengah dari embung yang dibangun pada zaman dahulu. Menjelang akhir tahun 2015 Embung Langensari mulai difungsikan untuk menampung air dari Kali Belik atau Sungai Belik yang ada disampingnya. Beberapa fasilitas pendukung mulai dibangun untuk melengkapi kawasan wisata baru ini. Hal yang menarik adalah gedung edukasi yang mengajak masyarakat untuk peduli tentang kebersihan lingkungan.

Selokan Air Di Barat Embung Langensari Yogyakarta

Air yang digunakan untuk mengisi dan menampung Embung Langensari Yogyakarta kondisinya masih tercemar atau tidak bersih. Hal ini disebabkan masih banyak masyarakat dan usaha yang belum peduli akan lingkungan dan membuang limbah rumah tangga menuju Sungai Belik ini. Akibatnya air bercampur limbah masuk ke dalam kawasan Embung Langensari dan hal ini kurang baik dalam usaha konservasi air. Ada sebuah pendapat yang mengatakan air dari Sungai Belik harus diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan menuju ke dalam Embung Langensari. Namun hal tersebut bukanlah solusi karena air Sungai Belik masih tetap tercemar.

Masalah pencemaran Sungai Belik pun diperparah dengan banyaknya sampah yang dibuang di aliran sungai. Hal ini terlihat pada pintu air masuk Embung Langensari yang terlihat banyak sampah tertahan diantara besi penyaring. Perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat dan unit usaha yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Belik mengenai pentingnya menjaga sungai tetap bersih dan tidak membuang limbah apapun di dalam aliran sungai.

Pemandangan Embung Langensari Yogyakarta Dari Sisi Selatan

Masyarakat Yogyakarta cukup menyambut baik mengenai revitalisasi Embung Langensari di daerah Gondokusuman tersebut. Setiap pagi dan sore hari cukup banyak pengunjung yang mendatangi kawasan ini sebagai tempat berolahraga, bersantai, hingga memancing. Tidak jarang orang yang mampir ke tempat ini karena penasaran dengan kondisi pembangunan embung tersebut. Setelah semua proyek revitalisasi Embung Langensari selesai, tempat ini akan menjadi kawasan wisata baru berbasis konservasi dan dapat mencegah terjadinya banjir di sekitar kota Yogyakarta. (text/foto: annosmile)

BERITA

1 November 2015 – Seorang remaja bernama Nikolas meninggal akibat tenggelam di Embung Langensari karena perahu yang ditumpanginya terbalik.

Kirim pendapat