Embung Batur Agung Gunungkidul Dan Spot Baru Menikmati Matahari Terbenam

Embung Batur Agung Gunungkidul Dan Spot Baru Menikmati Matahari Terbenam
3 (60%) 1 vote

Embung Batur Agung atau ada yang menyebutnya Embung Karangwetan merupakan danau mini buatan yang dibangun di kawasan perbukitan Batur Agung oleh pemerintah daerah Gunungkidul. Embung ini diresmikan oleh Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan pada tanggal 28 Januari 2018 yang lalu. Fungsi embung ini hampir sama seperti embung lainnya untuk mengatasi kekurangan pasokan air saat musim kemarau ada lahan pertanian yang ada disekitarnya.

Embung Batur Agung terletak di dusun Karangwetan, desa Gedangrejo, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Lokasi Embung Batur Agung berada di area perbukitan Batur Agung Karangmojo Gunungkidul. Rute menuju ke embung ini dari perempatan Karangmojo ke arah utara sejauh 4 km melewati jalan utama menuju kecamatan Semin atau disebut Jalan Raya Karangmojo-Semin. Pada sebuah simpangan dekat pasar kecil arahkan ke timur melewati jalan aspal sempit yang disambung dengan jalan cor semen. Kira-kira perjalanan sejauh 800 meter dan akhirnya tiba di area bawah lokasi embung. Bila membawa kendaraan roda dua bisa dilanjutkan ke arah atas hingga tiba di area embung. Namun pengunjung yang membawa kendaraan roda empat disarankan parkir di bawah dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke area embung.

Embung Batur Agung dibangun di dekat puncak Gunung Batur Agung yang konon merupakan gunung purba. Secara umum, keberadaan gunung atau bukit purba ini memang banyak ditemukan di wilayah Gunungkidul yang dilewati jajaran pegunungan seribu (sewu). Gunung Batur Agung yang tersusun dari batuan kapur sendiri konon pada bagian dasarnya menyimpan banyak tampungan air. Para peneliti sedang melakukan penelitian mengenai kebenaran infomasi tersebut dan berupaya mencari cara untuk mengeluarkan potensi air bawah tanah tersebut ke permukaan.

Pemilihan kawasan Gunung Batur Agung untuk dibangun kawasan embung atau danau mini bukan tanpa sebab. Kondisi geografis Gunung Batur Agung yang menarik dan mulai ramai digunakan sebagai wisata pendakian ringan dirasa berpotensi menjadi kawasan wisata. Jarak dan waktu tempuh menuju puncak gunung ini relatif singkat bahkan lebih singkat dibandingkan dengan Gunung Api Purba Nglanggeran di daerah Patuk Gunungkidul. Dengan adanya dua daya tarik yaitu puncak Gunung Batur Agung dan Embung Batur Agung diharapkan mampu mendongkrak potensi wisata di daerah ini.

Pembangunan kawasan Embung Batur Agung dimulai pada akhir tahun 2017 dan direncanakan berakhir pada pertengahan tahun 2018. Luas embung ini hampir sama seperti embung-embung lain di Gunungkidul seperti Embung Nglanggeran dan Embung Batara Sriten. Tujuan utama pembangun embung ini adalah untuk pengairan pertanian di sekitar embung tersebut dimana meliputi 3 (tiga) desa yaitu Gedangrejo, Karangmojo, dan Jatiayu. Sumber air untuk mengisi kolam atau embung ini berasal dari sumber mata air dan tampungan air hujan.

Waktu paling tepat untuk berkunjung ke Embung Batur Agung pada saat sore hari. Posisi embung ini yang menghadap ke arah barat cocok digunakan sebagai tempat menikmati matahari terbenam atau sunset. Bila cuaca sedang cerah akan terlihat matahari tenggelam di ujung cakrawala sebelah barat yang kadang agak serong ke selatan atau ke utara tergantung siklus pergesaran matahari. Fasilitas pendukung wisata saat ini belum selesai dibangun dan diharapkan akan segera terealisasi pada akhir tahun 2018. Secara keseluruhan Embung Batur Agung dapat menjadi salah satu wisata alternatif ketika berkunjung ke kabupaten Gunungkidul. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Embung Batur Agung
Dusun Karangwetan, desa Gedangrejo, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta

Retribusi
Tiket Masuk : *sementara gratis*
Parkir : *sementara gratis*

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Tirta Wahyu:

    Mas, boleh ya kapan2 touring bareng :)

Kirim pendapat