Embung Sriten, Kolam Raksasa Di Puncak Tertinggi Gunungkidul

Embung Sriten atau bernama lengkap Embung Batara Sriten merupakan waduk mini yang dibangun di kawasan puncak tertinggi kabupaten Gunungkidul. Tujuan pembangunannya untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Sejak diresmikan Maret 2015 lalu, Embung Batara Sriten cukup menarik minat pengunjung untuk datang ke tempat tersebut.

Embung Sriten menggunakan tanah sultan (Sultan Ground) yang berada di perbukitan Baturagung (Batur Agung), dusun Sriten, desa Pilangrejo, kecamatan Nglipar, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Embung ini merupakan embung tertinggi di Gunungkidul dan terletak pada ketinggian 896 meter dari permukaan air laut.

Pintu Masuk Embung Batara Sriten Gunungkidul

Lokasi Embung Sriten berada di puncak tertinggi Gunungkidul yang berdampingan dengan Puncak Magir. Rute menuju Embung Sriten dari kota Yogyakarta dengan mengikuti jalan Wonosari hingga melewati bukit Patuk dan tiba di persimpangan Sambipitu. Dari pertigaan tersebut ambil jalan ke kiri menuju ke arah Nglipar. Selanjutnya ketika menemui pertigaan besar, ambil jalan ke arah kiri menuju ke arah Nglipar-Ngawen. Selang sekitar 3-4 perhatikan sebelah kiri ada gang masuk dengan papan petunjuk arah menuju Embung Sriten.

Tantangan terberat menuju ke Embung Sriten dari gang masuk ini dimulai. Pengunjung dipaksa melewati jalan kampung yang sempit dan terbuat dari cor semen. Jalan beraspal hanya terlihat beberapa ratus meter membelah kawasan pemukiman penduduk. Medan jalan cor semen cukup menanjak tajam dan menguras tenaga kendaraan. Pengunjung disarankan mengecek kondisi kendaraan dalam kondisi prima dan layak melewati medan jalan tersebut. Disepanjang jalan menanjak terdapat pos pemberhentian untuk pengunjung agar kembali melakukan pengecekan baik saat menaiki jalan atau saat menuruni jalan.

Baca Juga  3 Kuliner Yamie Ayam Favorit Di Yogyakarta

Embung Batara Sriten Gunungkidul Dari Puncak Magir

Setelah melewati berbagai macam tanjakan tajam dan dianggap maut karena pernah menyebabkan kecelakaan, akhirnya pengunjung tiba di pintu masuk Embung Batara Sriten. Retribusi yang dikenakan hanya berupa parkir kendaraan saja sedangkan pengunjung bebas biaya tiket. Dari pos masuk pengunjung masih melewati jalan menanjak dengan kondisi jalan berbatu hingga area parkir Embung Batara Sriten karena pengerjaan jalan belum selesai.

Kondisi area parkir Embung Batara Sriten sudah cukup baik karena sudah dipaving rapi hampir di seluruh kawasan. Sepertinya pembangunan kawasan wisata Embung Batara Sriten dilakukan secara besar-besaran agar pengunjung nyaman berada di tempat tertinggi Gunungkidul ini. Fasilitas lain yang telah dibangun diantaranya pendopo, kamar mandi, dan gasebo.

Embung Batara Sriten Gunungkidul Sisi Sebelah Barat

Pemandangan Embung Batara Sriten terlihat jelas karena hanya berada disampingnya. Tidak seperti Embung Nglanggeran yang harus berjalan menaiki anak tangga karena posisi embung berada di sebelah atas dari area parkir. Bentuk Embung Batara Sriten cukup menarik karena mengikuti alur bukit yang ada disekitarnya. Pada bagian ujung dibangun gasebo untuk istirahat pengunjung sambil memandangi waduk mini ini. Pagar yang mengelilingi embung terlihat lebih menarik karena bercat hijau. Diharapkan pengunjung yang datang ke tempat ini tidak melakukan ativitas vandalisme atau corat coret yang dapat merusak keindahan.

Embung Batara Sriten Gunungkidul Dari Sisi Sebelah Timur

Sumber air yang digunakan untuk mengisi Embung Batara Sriten berasal dari air hujan saja karena tidak ada mata air dipuncak tertinggi Gunungkidul ini. Pada musim penghujan, Embung Batara Sriten tampak terisi penuh air karena intensitas hujan lumayan lebat. Namun memasuki musim kemarau, jumlah air di Embung Batara Sriten perlahan-lahan surut karena dimanfaatkan warga sekitar untuk pengairan dan menyuplai air untuk kamar mandi umum di sekitar Embung Batara Sriten.

Baca Juga  Daftar 22 Museum Di Kota Yogyakarta

Pemandangan Embung Batara Sriten Gunungkidul Secara Utuh

Bila dibandingkan dengan Embung Nglanggeran, pemandangan Embung Batara Sriten masih kalah indah karena tidak memiliki latar seperti gunung. Namun Embung Batara Sriten tetap terlihat indah dan menarik ketika cuaca bagus dan langit sedang biru. Air jernih di Embung Batara Sriten akan memantulkan langit sehingga tampak seperti cermin. Daya tarik lain yang ditawarkan oleh Embung Batar Sriten yaitu  Puncak Tugu Magir sebagai puncak tertinggi Gunungkidul. Lokasinya cukup dekat karena hanya bersebelahan dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Embung Batara Sriten
dusun Sriten, desa Pilangrejo, kecamatan Nglipar, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta

Retribusi
Tiket Masuk: Rp 3.000,-
Parkir Motor: Rp 3.000,-
Parkir Mobil: Rp 10.000,-

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Idah Ceris:

    Beberapa kali ngerencanain ke bukit patuk belum berhasil jugaaa. :D

  2. bersapedahan:

    bagus juga idenya …. tempat menampung air sekaligus tempat wisata …. seharusya daerah2 yang selalu kekeringan di buatkan tempat seperti ini ..

Kirim pendapat