Durian Sunan, Potensi Durian Lokal Turunan di Banyumas

Satu lagi durian varietas lokal yang membuat kami tertarik mencicipinya, namanya durian Sunan. Keberadaannya saat ini sudah banyak ditemui di sekitar Jawa Tengah, khususnya wilayah sebelah barat Jawa Tengah dan wilayah sebelah utara Jawa Tengah. Tidak diketahui informasi secara pasti mengenai darimana durian Sunan berasal. Namun beberapa informasi yang kami dapat sepertinya cukup menjawab, durian Sunan berasal dari daerah yang dulu banyak terdapat sunan atau wali yaitu pesisir utara Pulau Jawa seperti daerah Demak, Pati, Kudus, dan Jepara.

Durian Sunan Turunan merupakan salah satu varietas durian lokal yang dikembangkan di kawasan Banyumas dan sekitarnya. Ukurannya kecil namun daging buahnya tebal merupakan salah satu daya tarik durian ini.

Penampakan Durian Sunan Turunan

Saat berkeliling di sentra durian Alasmalang Banyumas, secara tidak sengaja kami menemukan jenis Durian Sunan sebagai salah satu varietas andalan kabupaten tersebut. Usut punya usut, ternyata Durian Sunan tersebut merupakan Durian Sunan Turunan dimana pada zaman dahulu didatangkan langsung dari tempat asalnya kemudian dikembangbiakan dan dibudidayakan di tanah Banyumas hingga saat ini. Keberadaannya di Banyumas saat ini bersaing dengan durian lokal lainnya seperti durian kumbokarno, susu, gabug, mandor sawah, dan durian bhineka bawor (monthong lokal) yang saat ini paling banyak diburu konsumen.

Baca Juga  Soto Ayam Pak Blo'on, Cita Rasa Soto Segar Khas Bantul

Penampakan Durian Sunan Turunan ini nyaris sama dengan Durian Sunan, yang membedakan hanya daerah tempat pohon durian tumbuh saja. Sepertinya pemberian nama Durian Sunan Turunan agar memberikan citra baru durian lokal yang memiliki kemiripan antara daerah satu dengan daerah yang lain. Dilihat dari penampilan Durian Sunan Turunan, jumlah duri terlihat banyak dan kulit luar tampak berwarna hijau kekuning-kuningan. Tanpa menunggu lama kami langsung membuka kulit durian yang terlihat sudah matang dan berbau harum tersebut.

Daging Buah Durian Sunan Turunan

Setelah dibuka, tampak daging buah Durian Sunan Turunan yang berwarna putih, berukuran besar hampir memenuhi kulit, sedikit kesat, dan baunya cukup tajam. Saat mencicipinya, rasanya cukup gurih, manis, kesat, dan lembut dimulut. Daging buahnya cukup tebal namun ukuran biji durian juga besar. Satu buah durian rasanya kurang bila dinikmati bersama-sama dan harus nambah beberapa durian lagi. Durian Sunan Turunan ini cukup enak namun masih kalah dibandingkan Durian Petruk dan Durian Kuning Menoreh.

Durian Kuning atau Durian Kuning Turunan ini merupakan salah satu durian lokal yang menarik untuk dicicipi disamping banyak durian lokal lain yang lebih menggoda. Sebagian durian Kuning Turunan merupakan durian yang matang dipohon karena dipanen langsung ketika buah durian tersebut jatuh atau lepas dari tangkai, bukan dipanen langsung satu pohon. Harga Durian Kuning Turunan ini cukup murah bila dibeli di daerah sentra durian di Banyumas seperti daerah Alasmalang yang lokasinya dekat Jalur Lintas Selatan Pulau Jawa. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Estiko:

    Sayangnya saat ini perkembangan budidaya durian lokal di Desa Alasmalang kalah dengan budidaya durian Bhineka Bawor (perpaduan montong dan lokal). Masyarakat desa lebih mengembangkan bibit durian tersebut daripada lokal.

Kirim pendapat